Sosial

2026.05.26

Proyek K-Rice Belt yang kini memasuki tahun ketiga, telah berhasil memproduksi sebanyak 6.365 ton benih padi unggul di tujuh negara Afrika pada tahun 2025. Foto di atas menunjukkan pendidikan pertanian yang sedang berlangsung di Uganda. (Kementerian Pertanian, Pangan, dan Peternakan)

Proyek K-Rice Belt yang kini memasuki tahun ketiga, telah berhasil memproduksi sebanyak 6.365 ton benih padi unggul di tujuh negara Afrika pada tahun 2025. Foto di atas menunjukkan pendidikan pertanian yang sedang berlangsung di Uganda. (Kementerian Pertanian, Pangan, dan Peternakan)



Penulis: Margareth Theresia

Program bantuan pembangunan resmi (ODA) di bidang pertanian ala Korea menjadi salah satu upaya untuk mengatasi krisis pangan di Benua Afrika.

Melalui hasil panen yang terbukti lebih dari dua kali lipat dibandingkan metode budidaya konvensional, benih padi Korea yang ditanam di Afrika kini menjadi salah satu kunci penting dalam upaya mengatasi kelaparan.

Proyek K-Rice Belt yang kini memasuki tahun ketiga, telah berhasil memproduksi sebanyak 6.365 ton benih padi unggul di tujuh negara Afrika pada tahun 2025. Jumlah tersebut lebih tinggi 34% dibandingkan dengan target awal sebesar 4.752 ton.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kementerian Pertanian, Pangan, dan Peternakan serta Badan Administrasi Pengembangan Pertanian pada tanggal 22 Mei 2026.

Berdasarkan negara, Uganda mencatat produksi tertinggi dengan 3.670 ton. Selain itu, Ghana memproduksi 739 ton, Guinea 723 ton, Senegal 587 ton, Gambia 431 ton, Kenya 155 ton, dan Kamerun 60 ton.

Volume produksi pun terus meningkat pesat, mulai dari 2.321 ton pada tahun 203, disusul oleh 3.562 ton pada tahun 2024 serta 6.365 ton pada tahun 2025. Jumlah total produksi benih padi dalam tiga tahun terakhir tercatat sebesar 12.248 ton.

Produktivitas juga meningkat dengan rata-rata hasil panen per hektare mencapai 4,6 ton yang lebih besar dua kali lipat dibandingkan dnegan hasil panen melalui budidaya konvensional sebesar 2,2 ton per hektar. Hasil panen per hektare pun meningkat dari tahun 2024 yang tercatat sebesar 4 ton.

Kementerian menilai bahwa pencapaian tersebut merupakan bukti bahwa benih padi Korea memiliki produktivitas tinggi dan daya saing kualitas yang telah diakui sehingga permintaan lokal pun akan meningkat.

K-Rice Belt merupakan proyek ODA pertanian ala Korea yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan di negara-negara Afrika dengan basis produksi beras yang masih lemah.

Proyek tersebut dilakukan melalui produksi dan distribusi benih padi Korea yang berkualitas tinggi dan berproduktivitas besar, sekaligus mendukung pembangunan basis produksi beras yang stabil.

Kementerian menambahkan Siera Leoni sebagai negara tujuan baru sehingga negara peserta K-Rice Belt bertambah menjadi delapan negara per tahun 2026.


margareth@korea.kr

konten yang terkait