Sosial

2026.04.06

▲ 경기도 연천군 한 마트 입구에 '농어촌 기본소득 15만 원 전액은 마트에서 사용 가능합니다'라는 안내 문구가 걸려 있다. 아흐메트쟈노바 아이슬루 기자 aisylu@korea.kr

Sebuah papan pengumuman bertuliskan Seluruh pendapatan dasar pedesaan sebesar 150.000 won dapat digunakan di supermarket terpasang di pintu masuk sebuah supermarket di Yeoncheon-gun, Provinsi Gyeonggi. (Aisylu Akhmetzianova)



Penulis: Aisylu Akhmetzianova

"Seluruh pendapatan dasar pedesaan sebesar 150.000 won dapat digunakan di supermarket."

Sebuah papan pengumuman di pintu masuk sebuah supermarket di Yeoncheon-gun, Provinsi Gyeonggi pada tanggal 17 Maret 2026 menarik perhatian warga yang membawa keranjang belanja. Tulisan tersebut menginformasikan bahwa voucer daerah Yeoncheon dapat digunakan.

Pemandangan ini menjadi gambaran bahwa program percontohan pendapatan dasar pedesaan kini telah masuk ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Program tersebut mulai diterapkan sejak Februari 2026 di sepuluh gun termasuk Yeoncheon-gun.

Kementerian Pertanian, Pangan, dan Peternakan meluncurkan kebijakan baru untuk menghidupkan perekonomian di wilayah yang menghadapi penurunan populasi. Selama masa uji coba hingga tahun 2027, pemerintah akan menyalurkan voucer daerah senilai 150.000 won setiap bulan kepada warga di wilayah terpilih. Program ini merupakan manfaat eksklusif bagi warga di sepuluh gun sekaligus menjadi penopang nyata yang dekat dengan kebutuhan hidup sehari-hari.

Wilayah sasaran program ini dipilih melalui proses seleksi terbuka. Setiap warga yang telah tinggal setidaknya 30 hari di wilayah tersebut per tanggal pendaftaran dapat menerima manfaat ini tanpa batasan usia. Voucer daerah yang diberikan hanya dapat digunakan di toko-toko mitra yang berada di wilayah tempat tinggal penerima.

Warga asing dengan syarat tertentu juga termasuk sebagai penerima manfaat. Mereka harus terdaftar dalam kartu keluarga yang mencantumkan setidaknya satu warga negara Korea serta memiliki status kepesertaan asuransi kesehatan yang setara dengan warga Korea. Selain itu, pemegang izin tinggal tetap (F-5), pasangan warga Korea melalui pernikahan (F-6), serta pengungsi yang diakui (F-2-4) yang terdaftar dalam program asuransi kesehatan atau asuransi medis juga berhak menerima pendapatan dasar pedesaan.

Menteri Pertanian, Pangan, dan Peternakan Song Mi-ryung menghadiri Acara Penyerahan Perdana Pendapatan Dasar Pedesaan di Jangsu-gun, Provinsi Jeonbuk, pada tanggal 26 Februari 2026. (Kementerian Pertanian, Pangan, dan Peternakan)

Menteri Pertanian, Pangan, dan Peternakan Song Mi-ryung menghadiri Acara Penyerahan Perdana Pendapatan Dasar Pedesaan di Jangsu-gun, Provinsi Jeonbuk, pada tanggal 26 Februari 2026. (Kementerian Pertanian, Pangan, dan Peternakan)



Menurut Pemerintah Yeoncheon-gun, hingga akhir Februari 2026 jumlah pendaftar program pendapatan dasar pedesaan mencapai 36.825 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35.205 orang telah menerima manfaat. Angka ini setara dengan sekitar 82,8% dari total populasi terdaftar di Yeoncheon-gun yang mencapai 42.521 orang.

Sebagian penerima, termasuk penduduk baru, akan melalui proses verifikasi dan dijadwalkan menerima bantuan pada April 2026. Kementerian Pertanian, Pangan, dan Peternakan berharap program ini dapat menjadi pemicu konsumsi lokal serta memberikan dorongan nyata bagi usaha kecil dan pedagang lokal.

Informasi mengenai toko mitra yang menerima penggunaan voucer dapat dicek melalui laman resmi pemerintah kabupaten atau aplikasi mata uang lokal.

Namun, sejumlah tantangan masih tersisa. Di beberapa myeon, terdapat ketidaknyamanan karena warga tidak dapat menggunakan voucer di toko-toko di eup yang justru memiliki aktivitas konsumsi lebih tinggi, akibat keterbatasan tempat penggunaan.

Kim Jin Gyu, pejabat di Divisi Perencanaan dan Audit Pemerintah Yeoncheon-gun, mengatakan, "Pemerintah daerah juga terus mengajukan permintaan perbaikan sistem."

Ia menambahkan, "Khususnya di wilayah myeon yang memiliki sedikit toko, pemerintah akan mendukung wirausaha muda dan penciptaan lapangan kerja, serta mendorong masuknya jenis usaha baru guna memperluas cakupan penggunaan."

Kementerian Pertanian, Pangan, dan Peternakan juga bergerak cepat. Pada tanggal 25 Maret 2026, kementerian tersebut menggelar Rapat Perdana Gugus Tugas Pendapatan Dasar Pedesaan untuk membagikan masukan lapangan pascapenyaluran serta langkah-langkah perbaikan kepada pemerintah daerah. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus memperbaiki keterbatasan tempat penggunaan dan ketidaknyamanan dalam pemanfaatan, serta memperketat verifikasi domisili guna mencegah penyalahgunaan bantuan.

Eksperimen berani yang bertujuan mengubah vitalitas ekonomi masyarakat dan kehangatan ekonomi lokal menjadi daya tahan mandiri daerah ini kini menarik perhatian dunia, terkait bagaimana kebijakan tersebut akan mengubah masa depan wilayah pedesaan.

aisylu@korea.kr

konten yang terkait