KASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Korea) mengungkapkan pada tanggal 4 Agustus 2026 bahwa Korea akan memaparkan rencana eksplorasi heliosfer dalam Sidang Ilmiah Komite Penelitian Antariksa Internasional (COSPAR) yang berlangsung pada tanggal 1-9 Agustus 2026 (waktu setempat) di Firenze, Italia. Foto di atas menunjukkan permukaan Bulan dan Bumi yang diabadikan oleh Danuri, wahana penjelajah Bulan pertama Korea. (KARI)
Penulis: Lee Da Som
Korea akan mengirimkan wahana eksplotasi ilmiah ke ruang antara Bumi dan Bulan pada tahun 2031 untuk memperluas cakupan pengamatan aktivitas matahari.
KASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Korea) mengungkapkan pada tanggal 4 Agustus 2026 bahwa Korea akan memaparkan rencana eksplorasi heliosfer dalam Sidang Ilmiah Komite Penelitian Antariksa Internasional (COSPAR) yang berlangsung pada tanggal 1-9 Agustus 2026 (waktu setempat) di Firenze, Italia.
Sidang ilmiah COSPAR 2026 merupakan forum internasional untuk berbagi hasil penelitian di bidang ilmu pengetahuan dan eksplorasi antariksa serta membahas kerja sama eksplorasi antara badan antariksa dari berbagai negara.
Dalam pertemuan tersebut, KASA telah memperkenalkan rencana pengembangan K-SSA (Sistem Kesadaran Situasional Antariksa Nasional) yang mulai dikembangkan pada tahun ini.
Selain itu, KASA dijadwalkan akan memperkenalkan pula rencana eksplorasi heliosfer bertahap serta skema kerja sama internasional.
Wahana eksplorasi ilmiah Bumi dan Bulan diharapkan dapat melakukan pengamatan secara luas terhadap pengaruh angin matahari dan medan magnet Bumi si ruang antara Bumi dan Bulan (cislunar).
Ruang tersebut masih memiliki keterbatasan data pengamatan jangka panjang dibandingkan dengan orbit rendah Bumi dan wilayah antariksa lainnya.
Tak hanya itu, selama sidang berlangsung, KASA akan membahas kerja sama di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan eksplorasi antariksa dengan sejumlah badan antariksa dunia, seperti NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat) dan ESA (Badan Antariksa Eropa).
dlektha0319@korea.kr