Teleskop luar angkasa SPHEREx, yang dikembangkan bersama oleh KASI (Institut Astronomi dan Ruang Antariksa Korea) dan NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat), berhasil menangkap fenomena pelepasan air dan senyawa organik dari komet antarbintang 3I/ATLAS. Foto di atas menunjukkan air, senyawa organik, dan karbon dioksida. (KASI)
Penulis: Koh Hyunjeong
Teleskop luar angkasa SPHEREx, yang dikembangkan bersama oleh KASI (Institut Astronomi dan Ruang Antariksa Korea) dan NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat), berhasil menangkap fenomena pelepasan air dan senyawa organik dari komet antarbintang 3I/ATLAS.
KASI berencana melakukan analisis perbandingan antara komet antarbintang ini dan komet di Tata Surya guna memahami proses pembentukan sistem planet ekstrasurya serta Bumi.
KASI pada tanggal 9 Februari 2026 menyatakan bahwa tim riset internasional SPHEREx telah mengamati komet 3I/ATLAS dalam dua kesempatan, yakni pada Agustus dan Desember tahun 2025, serta melakukan perbandingan dan analisis terhadap hasil pengamatan tersebut.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada koma, yaitu lapisan atmosfer komet, terdeteksi berbagai molekul, termasuk air (H₂O), karbon dioksida (CO₂), karbon monoksida (CO), dan senyawa sianida (CN). Molekul organik merupakan unsur dasar pembentuk kehidupan di Bumi. Karena pengaruh atmosfer Bumi, pengamatan dari teleskop darat menjadi sulit, sehingga pendeteksian umumnya dilakukan melalui teleskop luar angkasa.
Tim peneliti berhasil menangkap momen ketika kecerlangan komet meningkat seiring dengan pelepasan air dan gas ke ruang angkasa. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada tanggal 3 Februari 2026 dalam jurnal Research Notes of the American Astronomical Society.
hjkoh@korea.kr