Kepala KASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Korea), Oh Taeseog, memberikan penjelasan dalam konferensi pers yang digelar pada tanggal 24 Juni 2026 di KASA, Kota Sacheon, Provinsi Gyeongsangnam. (KASA)
Penulis: Charles Audouin
Pemerintah Korea telah mengumumkan rencana peluncuran wahana peluncur antariksa Nuri (KSLV-III) kelima pada bulan September 2026 serta pembangunan bandar antariksa (bandariksa) kedua.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala KASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Korea), Oh Taeseog, dalam konferensi pers yang digelar pada tanggal 24 Juni 2026 di KASA, Kota Sacheon, Provinsi Gyeongsangnam.
Oh menyatakan, "Saat ini perakitan tiga tingkat roket Nuri unit kelima telah selesai dan bulan Juli akan memasuki tahap perakitan akhir wahana peluncur."
Ia menambahkan, "Persiapan peluncuran roket Nuri kelima telah berjalan secara bertahap sesuai dengan jadwal dan tanggal peluncuran pastinya akan ditetapkan pada awal Agustus 2026."
KASA pun mengumumkan rencana peluncuran satelit pada paruh kedua tahun 2026. Satelit CAS500-4 akan diluncurkan pada tanggal 9 Juli 2026 dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg yang berada di California, Amerika Serikat.
CAS500 merupakan satelit observasi yang digunakan bersama oleh Badan Administrasi Pengembangan Pertanian dan Layanan Kehutanan Korea.
Satelit CAS500-4 memiliki berat 500 kg serta ajan bertugas untuk menjalankan misi analisis pertumbuhan tanaman dan pemantauan kebakaran hutan.
Selain itu, Oh mengungkapkan bahwa peluncuran KOMPSAT (Satelit Arirang-6) akan sulit diwujudkan pada tahun 2026.
Satelit tersebut tadinya direncanakan akan diluncurkan ke orbit dengan menggunakan kendaraan peluncuran Eropa, yaitu Ariane.
Oh menjelaskan, "Jadwal peluncuran diundur ke kuartal II/2027 dan kami akan mencari alternaif secepat mungkin. Hal ini menyadarkan kami betapa pentingnya memiliki akses mandiri ke antariksa."
Seiring dengan semakin meningkatnya permintaan peluncuran satelit milik pemerintah maupun swasta, diperlukan pula perluasan infrastruktur terkait.
Hingga saat ini, Korea hanya memiliki satu tempat peluncuran wahana antariksa, yaitu Bandariksa Naro yang terletak di Goheung-gun, Provinsi Jeollanam.
Oleh karena itu, KASA sedang mencari kandidat lokasi bandariksa kedua di Korea dan akan menetapkannya pada bulan Oktober 2026.
Bandariksa tersebut direncanakan akan mulai dibangun pada tahun 2028 sehingga pada tahun 2030-an Korea akan memiliki infrastruktur peluncuran antariksa yang mampu mengoperasikan roket peluncur yang dapat digunakan kembali.
Pembangunan fasilitas peluncuran khusus untuk sektor swasta tengah didorong dengan target pembukaan bertahap, yaitu tahap pertama pada tahun 2027 dan tahap kedua pada tahun 2031.
Panduan mengenai pemanfaatan fasilitas tersebut juga telah disusun dan dibagikan kepada perusahaan-perusahaan terkait.
Kerja sama internasional untuk memperluas jangkauan Korea di bidang antariksa juga mulai diwujudkan secara lebih konkret.
KASA tengah mengoordinasikan agenda kerja sama dengan NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat) di bidang infrastruktur utama pangkalan bulan, seperti komunikasi, pasokan listrik, dan mobilitas di bulan.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, KASA dan NASA akan menggelar lokakarya bersama terkait proyek eksplorasi bulan, Artemis, pada tanggal 29-31 Juli 2026 di Korea.
caudouin@korea.kr