Sci/Tekno

2026.04.28

Presiden Lee Jae Myung (kanan) berjabat tangan dengan CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, pada tanggal 27 April 2026 di Cheong Wa Dae, Seoul. (Cheong Wa Dae)

Presiden Lee Jae Myung (kanan) berjabat tangan dengan CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, pada tanggal 27 April 2026 di Cheong Wa Dae, Seoul. (Cheong Wa Dae)



Penulis: Charles Audouin

Cheong Wa Dae mengungkapkan pada tanggal 27 April 2026 bahwa Google akan membuka kampus kecerdasan buatan (AI) pertamanya di Korea pada tahun 2026, tepatnya di Seoul. Kampus AI Google baru pertama kali dibuka di luar London, Inggris.

Presiden Lee Jae Myung membahas hal tersebut dalam pertemuan dengan CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, pada hari itu di Cheong Wa Dae.

Keduanya membahas mengenai perluasan kerja sama dalam bidang AI antara Google dengan para peneliti dan dunia akademikus di Korea.

Cheong Wa Dae menjelaskan, "Google akan membuka kampus AI dalam tahun 2026 di Seoul dan memperluas kerja sama dengan para peneliti serta perusahaan rintisan. Demis juga sedang meninjau pengiriman tim peneliti Google ke Korea."

Diskusi tersebut mencakup rencana pengiriman lebih dari sepuluh orang peneliti Google untuk menetap di Korea dan mendorong kerja sama lebih lanjut di bidang teknologi.

Google sepakat untuk memperkuat kerja sama dengan Korea melalui landasan Proyek K-Moonshot yang sedang diupayakan oleh pemerintah Korea.

K-Moonshot merupakan proyek peneolitian dan pengembangan untuk menyelesaikan beragam persoalan rumit dalam bidang bioteknologi, iklim, dan energi dengan menggunakan teknologi AI.

Pada hari itu, Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi telah menandatangani nota kesepahaman dengan Google DeepMind dalam bidang penelitian bersama, pelatihan tenaga kerja, serta penggunaan bersama teknologi AI.

Presiden Lee juga menyebutkan mengenai pemasukan dasar yang menjadi salah satu kebijakan utama di pemerintahannya. Ia mengatakan, "Bukankah pemasukan dasar diperlukan di era AI saat ini?"

Demis menjawab, "Layanan dasar seperti perumahan dan pendidikan menjadi tanggung jawab negara, tetapi daam pelaksanaannya perlu ada adopsi prinsip pasar sehingga hal tersebut memerlukan perancangan serius."

Demis pernah meraih Nobel Kimia pada tahun 2024 melalui pengembangan model AI untuk menyelesaikan sebuah masalah yang tidak terpecahkan selama 50 tahun, yaitu prediksi struktur kompleks protein.


caudouin@korea.kr

konten yang terkait