Sci/Tekno

2026.06.23

Hasil penelitian yang dilakukan siswa-siswa Sekolah Menengah Atas Sains Seoul bersama guru mereka telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional di bidang fisika, International Journal of Modern Physics D. (Tangkapan layar laman resmi World Scientific Connect)

Hasil penelitian yang dilakukan siswa-siswa Sekolah Menengah Atas Sains Seoul bersama guru mereka telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional di bidang fisika, International Journal of Modern Physics D. (Tangkapan layar laman resmi World Scientific Connect)



Penulis: Charles Audouin

Hasil penelitian yang dilakukan siswa-siswa Sekolah Menengah Atas Sains Seoul bersama guru mereka telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional di bidang fisika, International Journal of Modern Physics D. Hal tersebut diumumkan oleh Kantor Pendidikan Metropolitan Seoul pada tanggal 23 Juni 2026.

Penelitian tersebut mengungkap hubungan baru antara termodinamika lubang hitam dan persamaan medan gravitasi, yang selama ini dianggap sebagai salah satu persoalan yang telah lama menjadi tantangan bagi para fisikawan.

Lubang hitam merupakan wilayah ruang-waktu dengan gravitasi yang sangat kuat sehingga cahaya sekalipun tidak dapat lolos darinya. Fenomena ini terbentuk ketika bintang bermassa besar runtuh setelah mencapai akhir siklus kehidupannya.

Selama ini para ilmuwan telah mengetahui bahwa lubang hitam mengikuti hukum-hukum termodinamika. Namun, mereka belum sepenuhnya dapat menjelaskan bagaimana hukum-hukum tersebut dapat diturunkan hanya dari persamaan gravitasi. Khususnya, lubang hitam yang berotasi atau bermuatan listrik memiliki struktur yang lebih kompleks dengan dua horizon, yaitu horizon dalam dan horizon luar, sehingga teori-teori yang ada selama ini memiliki keterbatasan dalam menjelaskannya.

Tim peneliti berhasil membuktikan untuk pertama kalinya bahwa Hukum Pertama Termodinamika—yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, melainkan hanya berubah bentuk—tetap berlaku pada berbagai jenis lubang hitam dengan menggunakan konsep entropi alih-alih volume lubang hitam.

Temuan ini dinilai memiliki arti penting karena membuka kemungkinan perluasan teori Gravitasi Emergen, yang memandang gravitasi sebagai fenomena termodinamika.

Pencapaian tersebut semakin mendapat perhatian karena diraih sepenuhnya melalui sistem penelitian sekolah tanpa dukungan dari universitas maupun lembaga penelitian eksternal.

Para penelaah jurnal memuji penelitian tersebut dengan menyatakan, "Sangat mengesankan bahwa siswa-siswa Sekolah Menengah Atas mampu melakukan penelitian yang begitu mendalam dan berkualitas tinggi."

Mereka menambahkan bahwa penelitian tersebut merupakan contoh yang menunjukkan perpaduan antara bakat luar biasa para siswa dan dedikasi tinggi guru pembimbing.

caudouin@korea.kr

konten yang terkait