Foto di atas menunjukkan Ilustrasi proses pirolisis ampas kopi menggunakan plasma api. (KIGAM)
Penulis: Koh Hyunjeong
Tim peneliti Korea berhasil mengembangkan teknologi yang dapat mengubah ampas kopi basah menjadi bahan bakar padat hanya dalam waktu 90 detik.
Tim peneliti yang dipimpin Park Taejun dari Korea Institute of Geoscience and Mineral Resources (KIGAM) pada tanggal 20 Mei 2026 mengumumkan telah mengembangkan teknologi yang mampu mengonversi ampas kopi basah menjadi bahan bakar padat tanpa proses pengeringan terpisah.
Teknologi tersebut memproses langsung ampas kopi menggunakan plasma api bersuhu 800 hingga 900 derajat Celsius. Berbeda dari proses pirolisis konvensional, teknologi ini tidak memerlukan tahap penghilangan kadar air sehingga waktu pemrosesan menjadi setidaknya 40 kali lebih singkat.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa ampas kopi yang diproses selama 90 detik memiliki kualitas bahan bakar padat setara antrasit. Nilai kalor juga meningkat sekitar 33% dibanding ampas kopi sebelum diproses.
Teknologi ini dinilai ramah lingkungan karena tidak menghasilkan sulfur oksida serta hampir tidak mengeluarkan polutan sekunder, termasuk asap dan tar.
Park mengatakan, "Teknologi ini memungkinkan limbah diubah menjadi sumber energi. Kami berencana memperluas penerapannya ke limbah organik berkadar air tinggi lainnya seperti sampah makanan."
hjkoh@korea.kr