Sci/Tekno

2025.03.31

Foto di atas menunjukkan tim peneliti Institut Peneliti Kutub Korea (KOPRI) yang sedang meneliti karakteristik pelelehan es di Paket Es Arktik. (KOPRI)

Foto di atas menunjukkan tim peneliti Institut Peneliti Kutub Korea (KOPRI) yang sedang meneliti karakteristik pelelehan es di Paket Es Arktik. (KOPRI)



Penulis: Park Hye Ri

Kementerian Kelautan dan Perikanan mengungkapkan pada tanggal 30 Maret 2025 bahwa tim penelitinya telah berhasil membuktikan untuk pertama kalinya di dunia mengenai Fenomena Atlantifikasi yang telah meluas hingga ke Cekungan Amerasia di Samudra Arktik.

Fenomena Atlantifikasi merupakan sebuah fenomena masuknya air hangat dan biota laut dari Samudra Atlantik ke cekungan Samudra Arktik akibat perubahan iklim.

Apabila Atlantifikasi terus berlangsung, maka suhu dan tingkat kandungan garam di Samudra Arktik akan semakin meningkat. Apabila suhu tersebut membuat lapisan es teratas semakin menghangat, maka es di kutub pun bisa meleleh.

Menurut pihak kementerian, tim peneliti KOPRI (Institut Peneliti Kutub Korea) bekerja sama dengan tim peneliti dari Universitas Alaska di Amerika Serikat untuk melakukan penelitian bersama sejak tahun 2017.

Grup peneliti tersebut berhasil menemukan bahwa Atlantifikasi telah meluas dengan menggunakan sistem observasi jangka panjang milik Korea di bagian timur Samudra Arktik Siberia.

Air laut dengan suhu dan salinitas tinggi akibat Atlantifikasi terdapat di bagian tengah Samudera Arktik, yaitu di Cekungan Makarov.

Permukaan laut di sebelah barat Samudera Arktik yang diteliti oleh grup tersebut telah naik sebesar 90 meter dibanding awal tahun 2000-an.

Hal tersebut membuktikan bahwa Atlantifikasi telah semakin meluas dari bagian timur hingga ke bagian barat. Hal ini merupakan pembuktian perubahan pertama yang dilakukan oleh tim peneliti kutub.

Grup peneliti juga mengungkapkan bahwa panas yang dibawa dari Atlantik telah mendorong nutrisi dari dasar laut ke permukaan sehingga mempengaruhi ekosistem maritim.

Nutrisi berupa plankton dan mikroalga tersebut menjadi bahan makanan bagi produksi primer utama di permukaan. Produksi primer adalah hasil beberapa bahan organik yang berasal dari bahan anorganik yang dihasilkan pada jangka waktu tertentu.

Perubahan ini berkontribusi pada perubahan proses produksi organisme yang berada di permukaan laut melalui nutrisi yang semakin kaya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Kang Do Hyung berkata, "Penelitian kali ini berhasil memberikan analisis yang mendalam melalui teknologi Korea. Penelitian ini berhasil membuktikan perubahan di Samudra Arktik yang sulit untuk didatangi dan kurang memiliki studi awal."

Kang menambahkan, "Penelitian ini berhasil menunjukkan penurunan jumlah es di Kutub Utara dan dan perubahan ekosistem maritim di sana. Kami akan terus berusaha untuk meneliti wilayah kutub agar bisa menanggapi masalah perubahan iklim di dunia."


hrhr@korea.kr

konten yang terkait