Sutradara teater asal Korea yang aktif di Eropa, Koo Jaha (42), terpilih sebagai penerima International Ibsen Award, penghargaan bergengsi yang kerap dijuluki Nobel di dunia teater. (Tangkapan layar dari laman resmi International Ibsen Award)
Penulis: Hong Angie
Sutradara teater asal Korea yang aktif di Eropa, Koo Jaha (42), terpilih sebagai penerima International Ibsen Award, penghargaan bergengsi yang kerap dijuluki "Nobel di dunia teater."
Komite International Ibsen Award di Norwegia pada tanggal 20 Maret 2026 (waktu setempat) mengumumkan Koo sebagai penerima tahun ini. Ia menjadi orang Asia pertama sekaligus penerima termuda sepanjang sejarah penghargaan tersebut.
Penghargaan ini didirikan oleh pemerintah Norwegia pada tahun 2007 untuk menghormati dramawan Henrik Ibsen (1828–1906). Penghargaan diberikan setiap dua tahun, dengan pengumuman pemenang pada tanggal 20 Maret—hari kelahiran Ibsen—dan upacara penganugerahan digelar pada September selama Festival Ibsen.
Dewan juri menyatakan bahwa Koo menghindari ekspresi yang bising dan berlebihan, serta menawarkan cara pandang lain terhadap dunia melalui pendekatan yang intim dan halus.
"Meski karyanya mengingatkan pada ansambel musik kamar yang elegan, ia kerap mengangkat kritik sosial-politik yang tajam. Karyanya juga merefleksikan isu identitas, migrasi paksa, dan kemunduran demokrasi secara luas." tambah juri.
Koo merupakan lulusan Akademi Teater Korea National University of Arts dan meraih gelar magister dari Amsterdam University of the Arts di Belanda. Saat ini, ia berbasis di Gent, Belgia.
Dalam karyanya, ia menggabungkan berbagai medium, termasuk musik, video, dan objek robotik untuk mengangkat isu politik dan sejarah. Ia juga pernah meraih YAA Art Award di Belanda (kategori teater dan musik) pada tahun 2017.
Sejumlah karya utamanya antara lain
Lolling and Rolling (2015),
Cuckoo (2017),
The History of Western Korean Theatre (2020), dan
Haribo Kimchi (2024). Tahun 2025, ia mementaskan
Haribo Kimchi di Korea. Karyanya telah dipentaskan lebih dari 300 kali di 27 negara, memperkuat posisinya sebagai seniman dengan dunia artistik yang khas.
Upacara penganugerahan akan digelar pada tanggal 26 September 2026 di Teater Nasional Oslo, Norwegia. Sehari setelahnya, karya utama Koo,
Cuckoo, akan dipentaskan di lokasi yang sama.
Karya tersebut merefleksikan persoalan ekonomi Korea pascakrisis keuangan IMF 1997 melalui metafora rice cooker, Cuckoo.
Salah satu adegan dari Haribo Kimchi, karya sutradara teater Koo Jaha, lulusan Akademi Teater Korea National University of Arts. (Tangkapan layar dari laman resmi Seoul International Performing Arts Festival)
shong9412@korea.kr