Duta Besar Ekuador untuk Korea, Patricio Esteban Troya Suárez, diwawancarai Korea.net di Kedutaan Besar Ekuador di Jongno-gu, Seoul, pada tanggal 11 Maret 2026. (Lee Jeong Woo)
Penulis: Kim Hyelin
Pada Juli 1976, lima unit Hyundai Pony dari Hyundai Motor untuk pertama kalinya diekspor ke pasar luar negeri. Tujuannya adalah Ekuador. Pada saat itu, transaksi dilakukan melalui sistem barter, yakni dengan menukar mobil dengan pisang dari Ekuador.
Pada tahun berikutnya, Daewoo Engineering & Construction berhasil memenangkan proyek pengaspalan jalan utama di Quito, sekaligus menandai kontrak infrastruktur pertama Korea di Amerika Latin.
Setelah setengah abad berlalu, hubungan kedua negara kini memasuki titik balik baru. Hal ini ditandai dengan Strategic Economic Cooperation Agreement (SECA) yang secara resmi ditandatangani pada September tahun 2025.
Duta Besar Ekuador untuk Korea, Patricio Esteban Troya Suárez, pada tanggal 11 Maret 2026 bertemu dengan Korea.net di Kedutaan Besar Ekuador di Jongno-gu, Seoul. Ia membahas secara luas masa lalu serta masa depan hubungan kedua negara.
Ia adalah diplomat veteran dengan pengalaman puluhan tahun yang pernah bertugas di Jerman, Amerika Serikat, Qatar, dan Italia, sebelum mulai menjabat di Korea pada Oktober 2024. Wawasan yang lahir dari pengalaman praktis yang panjang itu pun terasa tajam.
Ia mendefinisikan hubungan antara Korea dan Ekuador sebagai "kemitraan yang sepenuhnya saling melengkapi dengan hampir tidak ada bidang persaingan."
SECA merupakan perjanjian yang tidak hanya mencakup perdagangan, tetapi juga investasi dan kerja sama industri. Proses ratifikasi di kedua negara pun tengah berjalan lancar. Dubes Troya Suárez menyatakan bahwa proses tersebut diharapkan selesai pada April–Mei di Ekuador dan Juli–September di Korea.
Jika SECA mulai berlaku, peta perdagangan kedua negara diperkirakan akan berubah secara signifikan. Pada tahun 2024, nilai perdagangan bilateral mencapai sekitar 894 juta dolar. Korea menjadi mitra dagang terbesar ke-15 bagi Ekuador. Saat ini, Ekuador terutama mengekspor udang, kakao, pisang, dan bunga ke Korea. Setelah perjanjian tersebut berlaku, ekspor Ekuador ke Korea diperkirakan akan meningkat sekitar 27%.
Dari sisi Korea, perluasan pangsa pasar otomotif di Ekuador juga diharapkan terjadi. Saat ini, pemasok terbesar di pasar mobil Ekuador adalah Tiongkok, yang telah lebih dahulu memiliki perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Ekuador. Dengan berlakunya SECA, Hyundai dan Kia akan berada pada titik awal yang sama, sehingga berpotensi meningkatkan pangsa pasarnya.
Selain itu, peluang pertumbuhan bagi perusahaan elektronik dan teknologi Korea termasuk LG dan Samsung juga dinilai besar. Dengan perjanjian ini, Ekuador akan menjadi negara Amerika Selatan keempat yang menjalin perjanjian kerja sama ekonomi dengan Korea, setelah Cile, Peru, dan Kolombia.
Dampak SECA diperkirakan meluas tidak hanya pada perdagangan, tetapi juga hingga sektor energi. Ekuador saat ini bergantung pada pembangkit listrik tenaga air untuk lebih dari 80% pasokan listriknya. Meski ramah lingkungan, perubahan pola curah hujan akibat perubahan iklim membuat pasokan listrik yang stabil menjadi semakin sulit dijaga.
Dubes Troya Suárez menjelaskan bahwa pembahasan dengan Korea mengenai pengenalan teknologi energi nuklir telah dimulai, dan pembangkit listrik tenaga angin di Kepulauan Galápagos yang melibatkan perusahaan Korea juga telah beroperasi.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang bernegosiasi dengan perusahaan Korea untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya serta pembangkit listrik berbasis insinerasi sampah di Quito dan Guayaquil.
Selain itu, ia menambahkan bahwa Ekuador juga kaya akan sumber daya mineral termasuk emas dan tembaga, seraya mengundang partisipasi perusahaan Korea di sektor tersebut.
Pada Juli 1976, mobil ekspor pertama Hyundai Motor, Pony, sedang dibongkar di Pelabuhan Guayaquil, Ekuador. (Hyundai Motor Group)
Hubungan kedua negara telah terjalin jauh sebelum ekspor mobil dimulai. Saat Perang Korea, Ekuador, yang ketika itu menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), memberikan suara mendukung resolusi yang berpihak pada Korea serta mengirimkan 500 ton bantuan pangan dan obat-obatan.
"Itulah titik awal persahabatan kedua negara," ujar Dubes Troya Suárez. Kedua negara kemudian menjalin hubungan diplomatik resmi pada tahun 1962, dan 14 tahun kemudian Ekuador menjadi negara pertama tujuan ekspor mobil Korea ke luar negeri.
Pada bagian ini, ia berdiri dari tempat duduknya dan mengambil miniatur mobil Hyundai Pony untuk diperlihatkan. Ia menjelaskan bahwa Hyundai Motor pernah mengirim tim ke Ekuador untuk mencari kendaraan Pony yang masih beroperasi dalam rangka memperingati 20 tahun ekspor, sebelum membawanya kembali ke Korea. Kisah tersebut disebutnya sebagai simbol pertukaran kedua negara.
Mobil Pony yang selama 20 tahun digunakan sebagai taksi di Ekuador dan menempuh jarak sekitar 1,5 juta kilometer itu kini dipamerkan di Heritage Hall Pabrik Hyundai Motor di Ulsan.
Budaya bahkan lebih dahulu menjembatani kedua negara sebelum kerja sama ekonomi berkembang. Ia menyebut seorang penyanyi keturunan Korea-Amerika yang dikenal dengan nama panggung "Jinsop."
"Pada tahun 1970-an, ia meraih kesuksesan besar dengan menempati posisi atas di tangga lagu pop Ekuador, lalu menikah dengan seorang perempuan Ekuador dan kemudian menjadi warga negara Ekuador. Saya masih kecil saat itu, tetapi saya ingat ia sangat terkenal," ujarnya.
Dengan kata lain, jauh sebelum istilah K-pop muncul, seorang penyanyi berdarah Korea sudah lebih dulu berada di pusat musik pop Ekuador.
Duta Besar Ekuador untuk Korea, Patricio Esteban Troya Suárez, pada tanggal 11 Maret 2026 menjelaskan arah kerja sama antara Korea dan Ekuador di Kedutaan Besar Ekuador di Jongno-gu, Seoul. (Lee Jeong Woo)
Saat pulang ke tanah air pada libur Natal tahun 2025, Dubes Troya Suárez mengatakan ia dapat melihat langsung perubahan yang terjadi di Ekuador. Di pusat-pusat perbelanjaan besar di Quito, restoran makanan Korea dan toko kosmetik Korea mulai bermunculan, sementara di rak-rak supermarket tersedia kimci dan ramyeon Korea.
Dalam kompetisi K-pop, para remaja putri Ekuador menampilkan tarian dan lagu dari girl group Korea.
"Budaya selalu memiliki kekuatan. Olahraga, musik, dan pariwisata semuanya saling terhubung, dan melalui cara itulah kita dapat saling mengenal lebih baik," ujarnya.
Upaya untuk memperluas pertukaran pariwisata juga tengah dilakukan dengan menghubungkan biro perjalanan dari kedua negara.
Ekuador yang ia perkenalkan kepada masyarakat Korea merupakan negara dengan empat lingkungan alam yang sangat beragam yang hidup berdampingan dalam satu wilayah—Kepulauan Galápagos, kawasan gunung berapi Andes, hutan hujan Amazon, serta pesisir Samudra Pasifik—dan termasuk dalam lima negara dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.
Tahun 2027, kedua negara akan memperingati 65 tahun hubungan diplomatik. Ketika ditanya bagaimana ia ingin momen tersebut diperingati, Dubes Troya Suárez sempat berpikir sejenak sebelum menjawab.
"Saya berharap ratifikasi SECA dapat segera diselesaikan di kedua negara dan Presiden atau Perdana Menteri Korea dapat mengunjungi Ekuador," ujarnya.
Menjelang akhir wawancara, ia tersenyum sambil menyinggung soal makanan. Ia mengatakan ceviche berbahan udang Ekuador, kimci, dan bir Korea sangat cocok dipadukan, serta berharap suatu hari akan ada restoran Ekuador di Seoul.
Ia pun menambahkan, "Kedutaan Besar kami selalu terbuka. Jika ada upaya untuk memperkenalkan Ekuador kepada teman-teman di Korea, kami akan selalu menyambutnya dengan senang hati."
kimhyelin211@korea.kr