Bernadette Therese C. Fernandez, Duta Besar Filipina untuk Korea, pada tanggal 26 Februari 2026 menjelaskan makna kunjungan kenegaraan Presiden Lee Jae Myung ke Filipina di Kedutaan Besar Filipina, Jung-gu, Seoul.
Penulis: Yoon Sojung dan Byun Seyoung
Foto dan Video: Park Daejin
"Persahabatan yang tetap terjaga setelah melewati tahun-tahun penuh ujian dan ketabahan."
Bernadette Therese C. Fernandez, Duta Besar Filipina untuk Korea, menilai persahabatan antara Korea dan Filipina dengan ungkapan tersebut.
Ia yang mulai bertugas sebagai duta besar untuk Korea pada September 2025, menceritakan pengalaman mengejutkan yang dialaminya di dalam pesawat dari Incheon menuju Cebu pada Desember 2025. Pesawat tersebut dipenuhi oleh penumpang asal Korea.
Ia mengatakan bahwa sebagaimana banyak warga Korea mencintai Filipina, masyarakat Filipina pun memiliki kasih sayang yang mendalam terhadap Korea. Menurutnya, persahabatan antara rakyat kedua negara tersebut sangatlah menggembirakan.
Duta Besar Fernandez menyatakan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden Lee Jae Myung ke Filipina memiliki makna penting bagi hubungan kedua negara.
Ia menegaskan, "Terlebih lagi, kunjungan Presiden Lee ke Filipina pada tanggal 3 Maret 2026, yang bertepatan dengan peringatan 77 tahun hubungan diplomatik kedua negara, sangatlah bermakna."
Berikut adalah wawancara dengan Duta Besar Fernandez yang dilakukan pada tanggal 26 Februari 2026 di Kedutaan Besar Filipina yang terletak di Jung-gu, Seoul.
— Korea dan Filipina tahun ini memperingati 77 tahun hubungan diplomatik. Bagaimana Anda menilai hubungan kedua negara?
Filipina merupakan negara Asia pertama yang mendukung Korea saat Perang Korea (1950–1953). Pada masa itu, Filipina mengirimkan 7.420 personel pasukan dan turut membantu agar demokrasi dapat berakar di Korea. Kami menghargai dan berterima kasih karena Korea tetap mengenang pengorbanan Filipina tersebut.
Kedua negara telah menjaga persahabatan dengan melewati berbagai masa penuh ujian, dan pertukaran antarmasyarakat pun terus berlangsung secara aktif.
Saat ini, sekitar 53.000 warga Korea tinggal di Filipina, sementara sekitar 74.000 warga Filipina berada di Korea.
Pertukaran ini secara berkelanjutan memberikan dinamika positif bagi hubungan kedua negara, dan berkat persahabatan antarnegara, masyarakat kedua belah pihak dapat menikmati lebih banyak manfaat. Korea juga terus mendorong proyek peningkatan infrastruktur berbasis Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat Filipina.
Kerja sama bilateral pun berkembang secara multidimensional di berbagai bidang.
— Presiden Lee akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Filipina pada tanggal 3–4 Maret 2026. Apa harapan Filipina terhadap kunjungan kenegaraan Presiden Lee kali ini?
Kunjungan kenegaraan Presiden Lee dan Ibu Negara Kim Hye-kyung ke Filipina memiliki makna yang sangat penting bagi hubungan kedua negara. Terlebih lagi, kunjungan Presiden Lee pada tanggal 3 Maret 2026, yang bertepatan dengan peringatan 77 tahun hubungan diplomatik kedua negara, sangatlah bermakna.
Melalui kunjungan ini, kami berharap kedua negara dapat memperingati 77 tahun hubungan diplomatik Korea–Filipina serta semakin memperdalam kemitraan strategis yang telah terjalin, termasuk di bidang kerja sama maritim dan pertahanan, perdagangan dan investasi, serta pertukaran antarmasyarakat.
— Dapatkah Anda memperkenalkan agenda utama dalam pertemuan puncak (KTT) kali ini?
Presiden Lee pada hari pertama kunjungannya, tanggal 3 Maret 2026, dijadwalkan berziarah dan meletakkan karangan bunga di Monumen Pahlawan Nasional Filipina, José Rizal.
Selanjutnya, Presiden Lee akan menggelar pertemuan puncak dengan Presiden Ferdinand R. Marcos Jr., lalu menghadiri jamuan makan malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Marcos dan Ibu Negara, didampingi Ibu Negara Kim.
Pada hari kedua, agenda mencakup kunjungan ke museum peringatan perang untuk mengenang para veteran Filipina yang gugur dalam Perang Korea (1950–1953), serta penyelenggaraan Forum Bisnis Korea–Filipina.
Pada hari yang sama, Presiden Lee juga dijadwalkan bertemu dengan para pelaku usaha dari kedua negara dalam forum bisnis tersebut.
— Sebagai Ketua ASEAN tahun ini, di bidang apa saja Filipina berharap dapat memperkuat kerja sama dengan Korea?
Tema KTT ASEAN tahun ini adalah Bersama Menavigasi Masa Depan Kita.
Korea, melalui Visi Pengembangan Kemitraan Strategis Komprehensif Korea–ASEAN (CSP), berupaya mencapai tujuan bersama dengan negara-negara anggota ASEAN dengan mengusung peran sebagai mitra bagi mimpi dan harapan, landasan lompatan bagi pertumbuhan dan inovasi, serta mitra bagi perdamaian dan stabilitas. Visi tersebut juga mencakup kerja sama strategis termasuk Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Korea–ASEAN.
Melalui kunjungan Presiden Lee, kedua negara akan membahas langkah-langkah penguatan kerja sama dengan ASEAN serta meningkatkan kerja sama Korea–ASEAN ke tingkat yang lebih tinggi. Isu-isu termasuk perdagangan, investasi, dukungan bagi veteran perang, pertanian, dan kerja sama digital juga akan menjadi agenda pembahasan.
Korea menaruh perhatian besar pada upaya Filipina dalam mendorong inovasi kecerdasan buatan (AI), serta menunjukkan minat kuat terhadap percepatan transformasi digital, kerja sama keamanan siber, dan perlindungan warga negara di kawasan ASEAN. Sehubungan dengan itu, diharapkan kedua negara juga dapat melakukan pembahasan mendalam mengenai peningkatan pengawasan perbatasan dan pencegahan perdagangan manusia.
— Menurut Anda, di mana akar persahabatan yang mendalam antara rakyat kedua negara itu berada?
Awal persahabatan kedua negara bermula dari partisipasi Filipina dalam Perang Korea (1950–1953). Banyak warga Korea mengunjungi destinasi wisata terkenal di Filipina, termasuk Cebu, Bohol, dan Boracay. Sebaliknya, warga Filipina juga gemar mengunjungi berbagai ikon wisata Korea, termasuk N Seoul Tower dan Pulau Nami.
Pada Desember 2025, saya menaiki pesawat dari Incheon menuju Cebu, dan selain awak kabin serta pilot dan saya sendiri, seluruh penumpang di dalam pesawat adalah warga Korea. Saya benar-benar merasakan besarnya kecintaan masyarakat Korea terhadap Filipina. Sangat menggembirakan melihat rakyat kedua negara terus menjaga hubungan yang baik.
Bernadette Therese C. Fernandez, Duta Besar Filipina untuk Korea, pada tanggal 26 Februari 2026 memperkenalkan buku karyanya mengenai para veteran Filipina yang berpartisipasi dalam Perang Korea (1950–1953) di perpustakaan Kedutaan Besar Filipina, Jung-gu, Seoul.