Penulis: Wartawan Kehormatan Annisa Alifadhila dari Indonesia
Foto: Annisa Alifadhila
Sebagai negara yang sudah berdiri sejak lama, Korea memiliki berbagai cerita dan sejarah penting yang turut melengkapi perjalanan negara tersebut hingga hari ini.
Dari berbagai peristiwa yang telah terjadi, ada satu peringatan yang cukup penting bagi masyarakat Korea, yaitu Hari Kemerdekaan atau Gwangbokjeol yang diperingati setiap tanggal 15 Agustus.
Gwangbokjeol secara harfiah berarti "hari pemulihan cahaya." Frasa tersebut menjadi simbol kembalinya negara Korea pada hak kebebasannya dan menjadi tanda berakhirnya era kegelapan atas penjajahan oleh negara lainnya.
Pemutaran video singkat tentang kisah Kim Koo yang ditampilkan dalam pameran My Wish, Our Wish: Road to Freedom pada tanggal 12 Agustus 2026 di ANTARA Heritage Center, Jakarta.
Demi mencapai kebebasan tersebut, masyarakat Korea menyatukan kekuatan dan upaya dari berbagai sektor.
Salah satu tokoh yang terkenal mengupayakan gerakan pemulihan kedaulatan negara Korea adalah Kim Koo. Bukan hanya dalam sektor politik, Kim Koo juga menyalurkan kontribusinya di bidang kebudayaan.
Dalam rangka memperingati 150 tahun kelahiran Kim Koo yang secara resmi ditetapkan oleh UNESCO, Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) dan The Independence Hall of Korea menyelenggarakan pameran bersama bertajuk My Wish, Our Wish: Road to Freedom.
Pameran yang ditampilkan di ANTARA Heritage Center Jakarta ini menjadi simbol pengakuan atas pemikiran Kim Koo yang mengedepankan perdamaian dunia melalui pendekatan sosial dan kebudayaan yang humanis.
Poster pameran My Wish, Our Wish: Road to Freedom yang dilaksanakan pada tanggal 12–31 Agustus 2026 di ANTARA Heritage Center, Jakarta.
Pada hari Rabu (12/08/2026), pameran My Wish, Our Wish: Road to Freedom resmi dibuka dan akan berlangsung hingga akhir Agustus. Untuk melihat lebih dekat, penulis turut menghadiri upacara pembukaan yang dilaksanakan pada hari pertama pameran.
Upacara pembukaan dimulai dengan sambutan langsung dari Beni Siga Butarbutar selaku Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Chung Hae-kwan sebagai Wakil Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, dan Fadli Zon yang merupakan Menteri Kebudayaan Indonesia.
Ada pula sambutan dari Ketua The Independence Hall of Korea, Kim Hee Gon, yang menyapa para hadirin langsung dari Korea.
Dalam pidatonya, Beni menyampaikan bahwa sangatlah penting untuk terus mengingat sejarah sebagai pegangan agar tetap optimis menjalani masa depan.
Chung pun turut menegaskan bahwa tujuan dari mengingat sejarah tidak hanya untuk melihat kembali apa yang sudah terjadi, tetapi juga untuk memilah nilai yang harus dijaga dan menjadikannya pijakan demi masa depan yang lebih baik.
Wakil Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Chung Hae-kwan, menyampaikan sambutan dalam pembukaan pameran My Wish, Our Wish: Road to Freedom pada tanggal 12 Agustus 2026 di ANTARA Heritage Center, Jakarta.
Setelah seluruh sambutan disampaikan, kegiatan upacara pembukaan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita yang secara simbolis menandai dibukanya pameran My Wish, Our Wish: Road to Freedom.
Pertukaran cendera mata antara pihak Pemerintah Korea, Pemerintah Indonesia, serta Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA turut menutup keseluruhan rangkaian upacara pembukaan pada hari itu.
Penyerahan cendera mata berupa keris dari Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Korea dalam upacara pembukaan pameran My Wish, Our Wish: Road to Freedom pada tanggal 12 Agustus 2026 di ANTARA Heritage Center, Jakarta. Dari kiri ke kanan: Direktur KCCI, Lee Sang-jun; Wakil Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Chung Hae-kwan; Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon; serta Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Beni Butarbutar.
Selanjutnya para hadirin dipersilakan untuk menikmati berbagai foto beserta kisah di baliknya yang siap dipamerkan. Sebanyak belasan foto ditampilkan secara runut dan menjelaskan lika-liku perjuangan Kim Koo dalam mencapai kebebasan Korea dan perdamaian dunia.
Salah satu instalasi yang menarik perhatian penulis adalah tiga buah salinan kaligrafi bertuliskan, "Dunia adalah milik bersama," "Hidup kemerdekaan!" dan "Memulihkan kemerdekaan tanah air" yang ditulis sendiri oleh Kim Koo.
Melalui semua kaligrafi ini, dedikasi Kim Koo yang mengabdikan seluruh hidupnya demi kebebasan dan perdamaian benar-benar terasa.
Tiga buah salinan kaligrafi bertuliskan, "Dunia adalah milik bersama," "Hidup kemerdekaan!" dan "Memulihkan kemerdekaan tanah air," yang ditampilkan dalam pameran My Wish, Our Wish: Road to Freedom. Foto di atas dipotret pada tanggal 12 Agustus 2026 di ANTARA Heritage Center, Jakarta.
Pameran My Wish, Our Wish: Road to Freedom dapat dinikmati secara gratis dan terbuka untuk umum hingga 31 Agustus 2026.
Di bulan yang istimewa bagi Korea dan Indonesia, pameran ini menjadi sarana pengingat kembali bagaimana perjuangan kedua negara tersebut dalam memperjuangkan hak kebebasan yang pernah dirampas.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.