Wartawan Kehormatan

2026.08.18

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Hanum Nur Aprilia dari Indonesia
Foto: Hanum Nur Aprilia

Institut Pendidikan Internasional Nasional (NIIED) menggelar Program Pengembangan Kompetensi Kerja bagi sekitar 80 orang penerima Beasiswa Pemerintah Korea (GKS) dari perguruan tinggi di luar wilayah metropolitan Seoul.

Program tersebut digelar pada tanggal 6-7 Agustus 2026 di Kota Seongnam, Provinsi Gyeonggi. Acara ini meliputi berbagai kegiatan pelatihan dan konsultasi untuk mempersiapkan kemampuan yang dibutuhkan dalam proses pencarian kerja dan membangun karir di Korea.

Calon lulusan penerima Beasiswa Pemerintah Korea dari perguruan tinggi di luar wilayah metropolitan Seoul yang mengikuti program pengembangan kompetensi kerja di Institut Pendidikan Internasional Nasional pada tanggal 6–7 Agustus 2026.

Calon lulusan penerima Beasiswa Pemerintah Korea dari perguruan tinggi di luar wilayah metropolitan Seoul yang mengikuti program pengembangan kompetensi kerja di Institut Pendidikan Internasional Nasional pada tanggal 6–7 Agustus 2026.


Kegiatan dibuka oleh Direktur NIIED, Han Sang-shin, dan dilanjutkan dengan pemaparan dari empat alumni GKS yang telah berkarier di Korea.

Keempat alumni tersebut memiliki latar belakang pekerjaan yang berbeda. Ada yang bekerja di perusahaan teknologi, menjadi penerjemah, dosen, dan konselor di pusat layanan bagi warga negara asing. Keragaman tersebut menunjukkan bahwa lulusan internasional memiliki lebih banyak pilihan karier daripada yang mungkin selama ini dibayangkan.

Peserta kemudian berdiskusi langsung dengan para alumni dalam kelompok kecil. Percakapan tersebut membahas pengalaman mencari pekerjaan dan hal-hal yang dapat memperkuat daya saing pelamar.

Sertifikasi keahlian menjadi salah satu topik yang banyak mendapat perhatian. Pengalaman di luar kampus, termasuk kegiatan sukarelawan, juga disebut dapat menjadi nilai tambah dalam proses mencari kerja.

Direktur Institut Pendidikan Internasional Nasional menyampaikan sambutan pada pembukaan program pengembangan kompetensi kerja bagi penerima Beasiswa Pemerintah Korea pada hari Kamis (6/8/2026) di Kota Seongnam, Provinsi Gyeonggi.

Direktur Institut Pendidikan Internasional Nasional menyampaikan sambutan pada pembukaan program pengembangan kompetensi kerja bagi penerima Beasiswa Pemerintah Korea pada hari Kamis (6/8/2026) di Kota Seongnam, Provinsi Gyeonggi.


Setelah mendengar pengalaman para alumni, peserta mendapat kesempatan untuk melihat dunia kerja dari sisi perusahaan. Beberapa perusahaan yang memiliki pengalaman merekrut tenaga kerja asing profesional hadir untuk memperkenalkan lingkungan kerja dan proses rekrutmen mereka.

Penulis mengikuti sesi dari Yayasan Kota Global Busan, sebuah lembaga publik yang bergerak dalam diplomasi publik, kerja sama internasional, dan dukungan bagi warga negara asing serta mahasiswa internasional di Busan.

Sesi ini menunjukkan peluang kerja bagi warga negara asing juga tersedia di lembaga publik. Namun, proses yang cukup panjang harus dilewati untuk menjadi pegawai tetap di lembaga tersebut, termasuk Tes Standar Kompetensi Nasional. Tes ini mengukur kemampuan yang dibutuhkan di tempat kerja, seperti penalaran, pemecahan masalah, dan komunikasi bisnis.

Perwakilan Yayasan Kota Global Busan memperkenalkan lembaga dan peluang kerja bagi warga negara asing sehingga peserta dapat memahami dunia kerja dari perspektif pemberi kerja pada hari Kamis (6/8/2026) di Kota Seongnam, Provinsi Gyeonggi.

Perwakilan Yayasan Kota Global Busan memperkenalkan lembaga dan peluang kerja bagi warga negara asing sehingga peserta dapat memahami dunia kerja dari perspektif pemberi kerja pada hari Kamis (6/8/2026) di Kota Seongnam, Provinsi Gyeonggi.


Program kemudian berlanjut dengan penyusunan peta jalan karier bersama tutor profesional yang dilanjutkan pada hari kedua saat peserta mulai berhadapan dengan tahapan yang lebih praktis. Mereka mendapat kesempatan untuk konsultasi pribadi mengenai daftar riwayat hidup dan surat perkenalan diri, latihan wawancara, hingga pemotretan untuk foto lamaran kerja.

Simulasi wawancara kelompok menjadi kegiatan yang paling berkesan bagi penulis. Format tersebut lazim digunakan oleh sejumlah perusahaan di Korea.

Simulasi melibatkan dua pewawancara dan enam orang peserta yang menjawab pertanyaan secara bergantian. Situasi tersebut membuat wawancara terasa lebih menegangkan karena setiap peserta dapat mendengar jawaban peserta lain. Peserta harus tetap fokus pada jawaban sendiri sambil menyimak cara peserta lain merespons pertanyaan yang sama.

Setelah simulasi berakhir, pewawancara memberikan masukan mengenai kekuatan dan hal yang masih perlu diperbaiki dari setiap peserta.

Peserta mengikuti acara penutupan pada hari Jumat (7/8/2026) setelah mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari di Institut Pendidikan Internasional Nasional, Kota Seongnam, Provinsi Gyeonggi.

Peserta mengikuti acara penutupan pada hari Jumat (7/8/2026) setelah mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari di Institut Pendidikan Internasional Nasional, Kota Seongnam, Provinsi Gyeonggi.


Selain memberikan gambaran yang nyata mengenai proses rekrutmen di Korea, program ini juga menjadi kesempatan bagi para penerima GKS dari berbagai daerah untuk bertemu, bertukar pengalaman, dan membangun jaringan.

Bagi penulis, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat dunia kerja Korea dari berbagai sudut pandang. Pengalaman para alumni, pertemuan dengan perusahaan, hingga simulasi wawancara memberikan bekal yang dapat digunakan untuk mempersiapkan langkah setelah menyelesaikan studi.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait