Penulis: Wartawan Kehormatan Pujianti Bejahida dari Indonesia
Foto: Pujianti Bejahida
Musim panas di Korea memiliki cara tersendiri untuk memperkenalkan budaya lokalnya. Di tengah udara bulan Juli yang panas dan lembap, warga Korea justru memiliki tradisi menikmati makanan panas untuk menjaga stamina.
Salah satu makanan yang paling identik dengan musim panas adalah samgyetang, yaitu sup ayam yang biasanya berisi beras ketan, bawang putih, jujube, dan ginseng.
Pada tanggal 11 Juli 2026 penulis berkesempatan mengunjungi Festival Samgyetang Geumsan yang digelar di Geumsan, Provinsi Chungcheongnam.
Festival yang berlangsung pada tanggal 10-12 Juli 2026 tersebut berlokasi di Geumsan World Ginseng Expo dan secara khusus mengangkat samgyetang sebagai tema utamanya.
Penulis berfoto saat mengunjungi Festival Samgyetang Geumsan pada tanggal 11 Juli 2026 di Geumsan, Provinsi Chungcheongnam.
Nama Geumsan sulit dipisahkan dari insam (ginseng Korea). Daerah ini telah lama dikenal dengan budaya ginsengnya sehingga penyelenggaraan festival samgyetang terasa sangat sesuai dengan karakter Geumsan.
Samgyetang dan ginseng bertemu dalam satu pengalaman kuliner yang sekaligus memperkenalkan identitas lokal kepada para pengunjung.
Namun, daya tarik Geumsan tidak hanya berhenti pada ginseng. Daerah ini memiliki 10 cita rasa, 10 produk unggulan, dan 10 pemandangan representatif.
Melalui konsep tersebut, pengunjung dapat melihat bahwa Geumsan memiliki kekayaan kuliner, produk lokal dan destinasi wisata yang saling melengkapi.
Patung-patung bertema ginseng menghiasi area Festival Samgyetang Geumsan pada tanggal 11 Juli 2026 di Geumsan, Provinsi Chungcheongnam.
Samgyetang memang menjadi tema utama dari Festival Samgyetang Geumsan, tetapi pengunjung juga dapat menemukan cerita tentang ginseng, tanaman herbal, makanan lokal hingga berbagai tempat yang menjadi kebanggaan Geumsan.
Area festival menyediakan pojok penjualan samgyetang Geumsan, tempat pengunjung dapat menemukan beberapa variasi samgyetang.
Menu resmi tahun 2026 mencakup samgyetang dengan abalone, tanaman herbal, kerak nasi, jamur, ginseng pohon, dan kacang hijau dengan harga yang terjangkau.
Beragam jenis ginseng dan tanaman herbal diperkenalkan kepada pengunjung dalam Festival Samgyetang Geumsan pada tanggal 11 Juli 2026 di Geumsan, Provinsi Chungcheongnam.
Menikmati samgyetang di tengah festival yang berlangsung di daerah penghasil ginseng terasa sangat berbeda dibandingkan sekadar memesan semangkuk samgyetang di restoran biasa.
Hal lain yang menarik lainnya adalah festival ini juga berkolaborasi dengan para pemengaruh kuliner.
Kehadiran kreator konten kuliner memberikan cara yang lebih modern dalam memperkenalkan samgyetang dan bahan-bahan khas Geumsan kepada pengunjung.
Pendekatan tersebut juga terlihat dari cara festival menghadirkan samgyetang dan ginseng dalam suasana yang lebih santai dan kekinian.
Salah satu stan makanan yang berkolaborasi dengan pemengaruh kuliner yang menjadi salah satu daya tarik kuliner Festival Samgyetang Geumsan pada tanggal 11 Juli 2026 di Geumsan, Provinsi Chungcheongnam.
Provinsi Chungcheongnam sendiri ternyata penuh dengan festival. Sepanjang tahun provinsi ini menawarkan berbagai festival yang masing-masing membawa karakter daerahnya sendiri.
Selain festival lumpur di Boryeong, terdapat pula festival samgyetang dan ginseng di Geumsan, festival stroberi di Nonsan, festival bunga teratai di Buyeo, serta berbagai festival sejarah dan kuliner di Gongju, Buyeo, Asan, dan beragam daerah lainnya.
Setiap kota dan kabupaten memiliki cerita yang berbeda untuk dinikmati, mulai dari makanan, pertanian lokal hingga sejarah dan tradisi masyarakatnya.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.