Penulis: Wartawan Kehormatan Maulia Resta Mardaningtias dari Indonesia
Foto: Tran Hai Anh
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea secara resmi meluncurkan kompetisi budaya Korea berskala global Talk Talk Korea 2026 pada hari Senin (27/07/2026). Pendaftaran karya akan dibuka hingga tanggal 28 September 2026.
Dengan mengangkat tema "Momen K-Culture Pertamaku," Talk Talk Korea 2026 membuka pendaftaran untuk empat kategori, yakni kategori Video, Photo Book, Drawing & Illustration, serta Writing.
Penulis mewawancarai Tran Hai Anh, pemenang kategori Photo Book pada Talk Talk Korea 2025 asal Vietnam, melalui surel pada hari Minggu (09/08/2026).
Melalui wawancara ini, Anh berbagi cerita mengenai ketertarikannya terhadap budaya Korea serta tip menyusun Photo Book agar berbeda dari karya lainnya.
Potret Tran Hai Anh saat menerima penghargaan di K-Wave Festival pada tanggal 08 November 2025 sebagai pemenang kompetisi Talk Talk Korea 2025 untuk kategori photo book.
P: Silahkan perkenalkan diri Anda
Nama saya Tran Hai Anh. Saya berusia 26 tahun dan saat ini tinggal serta bekerja di Hanoi, Vietnam. Saya lulusan jurusan Bahasa Korea, kini bekerja sebagai penerjemah Korea–Vietnam sekaligus membuat konten terkait bahasa dan budaya Korea.
P: Bagaimana pertama kali Anda mengetahui kompetisi Talk Talk Korea?
Saya sudah mengetahui Talk Talk Korea sejak lama. Pada 2020, saya mengikuti kompetisi bersama klub universitas dan tim kami meraih juara pertama di kategori "Introduce Korean Vocabulary."
Ketika kompetisi kembali diadakan pada 2025, saya ingin menantang diri dengan cara berbeda. Kategori Photo Book terasa tepat karena fotografi memungkinkan saya menunjukkan tidak hanya tempat indah di Korea, tetapi juga kenangan serta perasaan pribadi saya.
P: Anda sudah beberapa kali mengunjungi Korea, apa yang paling menarik dari setiap kunjungan tersebut?
Saya sudah empat kali berkunjung ke Korea dan setiap perjalanan memberi pengalaman berbeda. Pertama kali pada tahun 2023, saya diundang oleh Kementerian Luar Negeri Republik Korea untuk menerima penghargaan dari Mekong-ROK Video Contest. Kemudian pada tahun 2025, saya kembali berkesempatan mengunjungi Korea setelah memenangkan Talk Talk Korea.
Hal yang paling berkesan dari setiap kunjungan adalah kesempatan bertemu teman-teman baru, merasakan budaya Korea secara langsung, serta melihat bagaimana hal-hal yang sebelumnya saya pelajari lewat buku, film, dan bahasa benar-benar hadir dalam kehidupan nyata.
Potret Tran Hai Anh saat mengunjungi Desa Budaya Gamcheon, kawasan permukiman unik yang terletak di Kota Busan, Korea pada bulan April 2026.
P: Apa pesona Korea yang membuat Anda selalu ingin kembali ke Korea tanpa merasa bosan?
Saya rasa Korea memiliki keseimbangan menarik antara budaya tradisionalnya dan modernitas kotanya. Di satu sisi, kita bisa melihat kota modern, teknologi, fesyen, dan budaya pop. Namun, arsitektur tradisional, makanan, adat istiadat, dan nilai-nilai tradisional tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari. Makin banyak saya mempelajari tentang Korea, makin banyak pula hal baru yang saya temukan.
P: Apa ada aspek budaya Korea favorit Anda?
Saya sangat menghargai pentingnya hubungan dan komunikasi dalam budaya Korea. Sejak belajar bahasa Korea, saya menyadari bagaimana bahasa Korea mencerminkan rasa hormat, usia, dan koneksi sosial.
Saya juga sangat menyukai budaya kuliner Korea, terutama konsep berbagi makanan bersama. Makan di Korea bukan hanya soal menghilangkan rasa lapar, tetapi juga cara untuk terhubung dengan orang lain dan menghabiskan waktu yang bermakna bersama.
P: Bagaimana Anda menentukan tema atau cerita di balik photo book Anda?
Saya ingin karya saya lebih dari sekadar kumpulan foto indah Korea. Akhirnya, karya itu menjadi semacam diari visual, yang tidak hanya menampakkan tempat-tempat yang saya kunjungi, tetapi juga berisi tentang bagaimana budaya Korea telah menjadi bagian dari hidup saya selama bertahun-tahun.
Cuplikan karya photo book Tran Hai Anh dengan subjudul "Cita Rasa Seoul" menampilkan pengalamannya mencicipi berbagai cita rasa hidangan Korea.
P: Unsur apa yang Anda perhatikan saat membuat photo book sehingga karya Anda berbeda dari yang lain?
Bagi saya, hal terpenting adalah memiliki cerita yang jelas. Kualitas foto itu penting, tetapi photo book akan lebih berkesan jika foto-foto tersebut saling terhubung oleh perasaan atau pesan tertentu.
Saya juga memperhatikan alur keseluruhan. Saat seseorang membuka halaman demi halaman, saya ingin gambar-gambar terasa menyatu, seperti menonton film pendek.
Dan yang paling penting, saya berusaha mempertahankan perspektif pribadi. Menurut saya, yang membuat karya berbeda bukan hanya fotonya, melainkan kisah dan pengalaman pribadi di baliknya.
P: Bagaimana Anda menyeimbangkan antara hal teknis dengan penceritaan dalam karya Anda?
Ketika membuat karya, saya memang memperhatikan komposisi, warna, tata letak, dan urutan foto. Namun, saya selalu bertanya pada diri sendiri apakah pilihan itu membantu menyampaikan perasaan yang ingin saya sampaikan kepada penonton atau tidak.
Terkadang foto sederhana bisa lebih bermakna daripada foto yang sempurna secara teknis. Jadi, biasanya saya memulai dari cerita dan pesan yang ingin disampaikan terlebih dahulu lalu menggunakan elemen teknis untuk membuat cerita itu lebih jelas dan menarik secara visual.
Tran Hai Anh kini bekerja sebagai juru bahasa Korea–Vietnam di berbagai acara, salah satunya pada pameran Korea Brand & Entertainment Expo (KBEE) X ASEAN K-Food Fair di Hanoi, Vietnam.
P: Apa bagian paling menantang dalam membuat photo book?
Bagian paling menantang adalah memilih foto yang akan dimasukkan. Ketika memiliki banyak kenangan dan foto indah tentang Korea, rasanya pasti ingin memasukkan semuanya. Namun, jika begitu, cerita yang ingin disampaikan bisa kehilangan fokus.
Saya harus cukup selektif memilih foto. Saya juga melakukan beberapa kali penyuntingan dan penataan ulang hingga alurnya terasa natural. Proses itu mengajarkan saya bahwa terkadang menghapus sesuatu justru membuat hasil akhirnya menjadi lebih kuat.
P: Apakah Anda berencana ikut lagi dalam kompetisi tahun 2026?
Ya, saya sangat tertarik untuk ikut lagi. Setelah tahun lalu berpartisipasi di kategori Photo Book, kali ini saya ingin menantang diri dengan format yang berbeda. Saya terutama tertarik pada kategori yang bisa menggabungkan penceritaan dan pembuatan konten karena itu hal yang sangat saya nikmati.
P: Apakah ada pesan atau kata-kata penyemangat untuk peserta yang akan ikut tahun ini?
Jangan takut untuk menceritakan kisah Anda sendiri. Anda tidak perlu membuat sesuatu yang rumit atau merasa harus bersaing dengan orang lain. Pikirkan apa arti budaya Korea bagi Anda secara pribadi dan kisah apa yang hanya bisa Anda ceritakan.
Saya percaya karya yang paling berkesan bukanlah yang paling sempurna, melainkan yang jujur dan personal. Jadi jika Anda berencana ikut Talk Talk Korea tahun ini, cobalah, nikmati prosesnya, dan biarkan kisah Anda sendiri berbicara!
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.