Wartawan Kehormatan

2026.08.06

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Ratu Tabina Krisna Putri dari Indonesia

Pada hari Rabu (29/07/2026), penulis berkesempatan mengikuti kuliah khusus "Get Your Dopamine Fix! Today's Trendy Korean" secara daring melalui Zoom yang diselenggarakan langsung oleh Online King Sejong Institute.

Kuliah khusus ini menghadirkan Ji-hye Ha dari Universitas Seokyeong sebagai pemateri untuk membahas berbagai tren bahasa Korea yang berkembang di kalangan muda, mulai dari kata-kata yang sedang tren, kosakata baru, hingga berbagai bentuk kata singkatan yang sering dijumpai dalam percakapan sehari-hari.

Ji-hye Ha dari Universitas Seokyeong membuka sesi kuliah khusus Get Your Dopamine Fix! Today’s Trendy Korean secara daring melalui Zoom pada tanggal 29 Juli 2026. (tangkapan layar kursus daring Online King Sejong Institute)

Ji-hye Ha dari Universitas Seokyeong membuka sesi kuliah khusus "Get Your Dopamine Fix! Today's Trendy Korean" secara daring melalui Zoom pada tanggal 29 Juli 2026. (tangkapan layar kursus daring Online King Sejong Institute)


Sesi pembelajaran diawali dengan penjelasan mengenai kosakata baru dan kata singkatan. Ha menjelaskan bahwa kosakata baru merupakan ungkapan yang baru diciptakan dan digunakan dalam masyarakat, sedangkan kata singkatan dibedakan menjadi bentuk yang digunakan dalam ruang obrolan maupun dalam percakapan lisan.

Sebagai contoh, peserta diperkenalkan dengan singkatan ruang obrolan berupa ㅇㅋ yang berarti "oke" dan ㅈㅅ yang berarti "maaf." Ia menjelaskan bahwa ungkapan ini umum digunakan saat berkomunikasi dengan teman, tetapi tidak digunakan dalam pesan atau email yang bersifat resmi.

Selain itu, Ha juga menjelaskan bahwa permainan kata telah dikenal sejak lama, salah satu contohnya adalah ungkapan "allarikkallari" yang dahulu digunakan anak-anak saat menggoda teman. Seiring berjalannya waktu, ungkapan tersebut kini lebih dikenal dengan bentuk "eollerikkolleri."

Daftar sesi pada kuliah khusus yang membahas kata-kata yang sedang tren, kosakata baru, kata singkatan, serta sesi kuis untuk mengulas kembali materi yang telah dipelajari. (tangkapan layar kursus daring Online King Sejong Institute)

Daftar sesi pada kuliah khusus yang membahas kata-kata yang sedang tren, kosakata baru, kata singkatan, serta sesi kuis untuk mengulas kembali materi yang telah dipelajari. (tangkapan layar kursus daring Online King Sejong Institute)


Memasuki materi utama, peserta diajak memahami bagaimana bahasa Korea terus berkembang mengikuti perubahan budaya dan kehidupan sehari-hari.

Salah satu contohnya adalah munculnya kata-kata yang sedang tren, seperti "ttinggok," "ttingjak," dan "ttingeon" yang digunakan untuk mengungkapkan apresiasi terhadap lagu, karya, maupun kutipan yang dianggap luar biasa.

Istilah tersebut berasal dari tren mengganti kata "myeong" yang bermakna "terkenal" atau "mahakarya" menjadi "tting" karena bentuk hurufnya yang dianggap mirip.

Ha menjelaskan bahwa istilah-istilah tersebut lahir dari kreativitas masyarakat dalam memodifikasi kata yang sudah ada sehingga menjadi ungkapan baru yang lebih akrab digunakan oleh generasi muda.

Perkembangan bahasa juga terlihat melalui kosakata seperti "inssa" dan "assa." Kedua istilah tersebut menggambarkan karakter seseorang dalam kehidupan sosial.

Inssa merujuk pada orang yang mudah bergaul dan menjadi pusat dalam suatu kelompok, sedangkan assa menggambarkan seseorang yang lebih senang menyendiri atau tidak banyak berinteraksi dengan kelompok.

Selain itu, peserta juga mempelajari berbagai bentuk kata singkatan yang lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari, seperti "aa" yang merupakan singkatan dari kosakat es amerikano dalam bahasa Korea dan "abara" yang merupakan singkatan dari es vanila late dalam bahasa Korea.

Ha menjelaskan bahwa bentuk singkatan tersebut umum digunakan dalam situasi santai, tetapi sebaiknya dihindari ketika berbicara dengan orang yang baru dikenal maupun dalam situasi resmi.

Kalangan muda seperti para peserta Kompetisi Bengong Tahun 2026 yang tampak pada foto, menjadi gambaran bagaimana generasi muda aktif menggunakan berbagai ungkapan popular yang terus berkembang dalam percakapan sehari-hari. (Korea.net DB)

Kalangan muda seperti para peserta Kompetisi Bengong Tahun 2026 yang tampak pada foto, menjadi gambaran bagaimana generasi muda aktif menggunakan berbagai ungkapan popular yang terus berkembang dalam percakapan sehari-hari. (Korea.net DB)



margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait