Penulis: Wartawan Kehormatan Pujianti Bejahida dari Indonesia
Foto: Pujianti Bejahida
Ketika berkunjung ke Museum Modern dan Kontemporer Busan pada tanggal 24 Juli 2026, penulis tidak pernah menyangka akan menemukan sebuah ruang pameran yang paling menarik selama perjalanan di Busan.
Berada di lantai pertama museum, Bank of Korea Archive mengajak pengunjung menelusuri sejarah sistem keuangan Korea melalui berbagai arsip, koleksi uang dan benda-benda autentik yang pernah digunakan oleh Bank of Korea.
Berbeda dengan museum uang pada umumnya, ruangan ini tidak hanya memamerkan koleksi mata uang, tetapi memperlihatkan cara uang dikelola, disimpan, hingga dimusnahkan oleh bank sentral Korea.
Saat memasuki ruang arsip, pengunjung dapat melihat panel pengenalan yang menjelaskan sejarah bangunan yang ternyata telah menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah ekonomi Korea.
Pada masa kolonial Jepang (1910-1945), bangunan tersebut pernah digunakan sebagai Bank of Joseon. Setelah Korea merdeka, gedung tersebut kemudian berfungsi sebagai kantor Bank of Korea Cabang Busan dan mengalami berbagai peristiwa penting, termasuk dua kali reformasi mata uang pada masa Perang Korea (1950-1953).
Bangunan yang berdiri saat ini merupakan bangunan yang selesai dibangun pada Desember 1963 berdasarkan rancangan arsitek generasi pertama Korea, Lee Chun-seung.
Setelah kantor cabang dipindahkan ke Munhyeon-dong pada tahun 2013, gedung bersejarah tersebut dialihfungsikan menjadi bagian dari Museum Modern dan Kontemporer Busan, sementara bekas ruang brankasnya diubah menjadi ruang arsip yang kini dapat dikunjungi masyarakat.
Bank of Korea Archive menampilkan perkembangan uang kertas Korea dari berbagai periode yang memperlihatkan perubahan desain, fitur, keamanan dan sejarah moneter Korea.
Memasuki ruang arsip, pengunjung seolah diajak untuk melakukan perjalanan waktu. Berbagai uang kertas Korea dar periode yang berbeda dipamerkan secara kronologis sehingga memperlihatkan perubahan desain, teknologi pencetakan, dan fitur keamanan yang terus berkembang dari tahun 1910 hingga 2024.
Di antara berbagai koleksi yang dipamerkan, salah satu yang paling menarik perhatian adalah karung penyimpanan uang yang dahulu digunakan oleh Bank of Korea.
Karung-karung tersebut digunakan untuk menyimpan sekaligus mengangkut uang tunai sebelum didistribusikan. Menurut keterangan yang ada, satu karung mampu menampung uang sekitar 300 juta won untuk pecahan 10.000 won.
Karung yang digunakan oleh Bank of Korea untuk menyimpan dan mengangkut uang tunai. Satu karung dapat menampung sekitar 300 juta won berdasarkan pecahan 10.000 won.
Namun, pengalaman yang paling berkesan justru datang dari dua buah bangku. Penulis sempat duduk di atasnya sebelum membaca keterangan yang terpasang di bagian depan. Ternyata bangku tersebut berisi serpihan uang kertas asli yang dimusnahkan oleh Bank of Korea.
Salah satu bangku berisi 10 kilogram serpihan uang pecahan 10.000 won yang sebelum dimusnahkan bernilai sekitar 87 juta won, sedangkan bangku lainnya berisi 10 kilogram serpihan uang pecahan 50.000 won dengan nilai sekitar 430 juta won.
Bagi penulis, instalasi ini menjadi salah satu cara paling kreatif untuk menjelaskan siklus hidup uang. Setelah bertahun-tahun digunakan masyarakat, uang yang sudah rusak atau tidak layak edar akan dimusnahkan oleh Bank of Korea.
Alih-alih hanya dijelaskan melalui teks, museum mengubah serpihan uang tersebut menjadi instalasi yang dapat dilihat dan digunakan langsung oleh pengunjung.
Dua buah bangku di atas berisi serpihan uang kertas yang telah dimusnahkan oleh Bank of Korea.
Mengunjungi Bank of Korea Archive memberikan perspektif baru tentang Korea. Ruang arsip tersebut memperlihatkan sisi Korea membangun sistem keuangan yang tertib dan terpercaya selama lebih dari satu abad.
Dari sejarah gedung, evolusi mata uang, hingga proses penyimpanan dan pemusnahan uang, semuanya menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap mata uang dibangun melalui pengelolaan yang cermat dan berkelanjutan.
Penulis duduk di atas bangku yang berisi serpihan uang kertas asli menjadi pengalaman paling berkesan selama mengunjungi Bank of Korea Archive.
Bagi wisatawan internasional yang ingin memahami Korea lebih dalam, Bank of Korea Archive Busan layak masuk dalam daftar kunjungan ketika berada di Busan.
Tempat ini membuktikan bahwa sejarah sebuah negara tidak hanya tersimpan dalam istana atau museum nasional, tetapi juga di balik kisah perjalanan uang yang digunakan masyarakat setiap hari.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.