Penulis: Wartawan Kehormatan Fergi Nadira Bachruddin dari Indonesia
Foto: Fergi Nadira Bachruddin
Penulis mengunjungi pasar tradional Jwadong di Busan pada 16 Juni 2026. Para pedagang dengan dagangannya terjejer rapi di sudut pasar tersebut.
Ketika berkunjung ke Busan pada tanggal 16 Juni 2026 lalu, banyak wisatawan langsung menuju Pantai Haeundae atau destinasi wisata populer lainnya.
Namun, di balik hiruk pikuk kawasan tersebut, penulis menemukan sisi lain Kota Busan yang tak kalah menarik melalui Pasar Tradisional Jwadong.
Pasar tradisional ini menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama perjalanan penulis ke Republik Korea. Bukan hanya karena beragam bahan makanan yang dijual, tetapi juga karena satu hal yang langsung menarik perhatian, yaitu soal kebersihannya.
Sebagai orang Indonesia, penulis sudah terbiasa melihat pasar tradisional dengan lantai yang basah, lorong yang padat, atau aroma yang bercampur dari berbagai bahan makanan. Namun, kesan itu langsung berubah saat memasuki Pasar Tradisional Jwadong.
Lorong pasar tradisional Jwadong di Busan terlihat bersih saat penulis mengunjunginya pada tanggal 16 Juni 2026.
Lorong-lorong pasar tampak rapi dan bersih. Setiap kios menata dagangannya dengan teratur sehingga pengunjung dapat berjalan dengan nyaman. Meski banyak menjual hasil laut segar, suasana pasar tetap terasa bersih dan tidak menyengat.
Di dalam pasar, penulis menemukan hampir semua bahan yang menjadi ciri khas masakan Korea. Mulai dari aneka sayuran segar, buah-buahan musiman, beras, kacang-kacangan, ayam, daging, hingga berbagai jenis ikan dan seafood hidup yang dipajang di dalam akuarium.
Salah satu lapak menjual ikan yang masih hidup untuk merasakan kesegarannya langsung dari air dalam akuarium. Foto diambil saat penulis mengunjungi Pasar Jwadong di Busan pada tanggal 16 Juni 2026.
Salah satu area yang paling menarik perhatian adalah deretan bumbu dapur khas Korea. Cabai merah kering ditumpuk dalam jumlah besar, begitu juga berbagai jenis pasta fermentasi, biji-bijian, dan bahan makanan kering yang biasa digunakan dalam masakan rumahan Korea.
Penulis terkagum melihat ikan panjang yang dijual pada tanggal 16 Juni 2026 di Pasar Jwadong, Busan. Ikan ini dikenal sebagai ikan cutlassfish atau hairtail yang menjadi favorite warga Busan.
Meski tergoda membeli beragam barang dagangan tersebut, penulis akhirnya hanya membawa pulang satu oleh-oleh untuk dapur di rumah, yaitu satu toples besar gocujang seharga 12.000 won. Menurut penulis, gocujang adalah salah satu cara terbaik untuk membawa cita rasa Korea pulang ke Indonesia.
Salah satu lapak di Pasar Jwadong menjual bumbu-bumbu Korea. Foto diambil saat penulis mengunjungi Busan pada tanggal 16 Juni 2026.
Berjalan di pasar ini membuat penulis juga sadar bahwa pasar tradisional di Korea bukan sekadar tempat berbelanja. Pasar juga menjadi ruang bertemunya masyarakat, tempat para pedagang mempertahankan tradisi kuliner, sekaligus tempat generasi muda masih bisa menemukan bahan-bahan lokal berkualitas.
Aneka sayuran dijual di Pasar Jwadong, Busan. Foto diambil ketika penulis mengunjungi Busan pada tanggal 16 Juni 2026.
Di tengah pesatnya perkembangan pusat perbelanjaan modern di Busan, Pasar Tradisional Jwadong menunjukkan bahwa pasar tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat Korea.
Dengan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman, pasar ini menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin melihat kehidupan sehari-hari warga Busan dari dekat.
Terkadang pengalaman wisata paling berkesan justru datang dari tempat sederhana seperti pasar tradisional, tempat budaya, kebiasaan, dan cita rasa lokal bertemu dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu kios di Pasar Jwadong menjual berbagai jenis beras dan kacang-kacangan. Foto diambil ketika penulis mengunjungi Busan pada tanggal 16 Juni 2026.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.