Wartawan Kehormatan

2026.08.05

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Arif Sakhbana Lubis dari Indonesia
Foto: 48 World Heritage Committee Media Member

Pertunjukan Miryang Arirang: Nal Jom Boso digelar sebagai bagian dari acara budaya Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48 pada tanggal 24 Juli 2026 di lapangan luar ruangan BEXCO, Haeundae-gu, Busan.

Pertunjukan Miryang Arirang: Nal Jom Boso digelar sebagai bagian dari acara budaya Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48 pada tanggal 24 Juli 2026 di lapangan luar ruangan BEXCO, Haeundae-gu, Busan.


"Miryang Arirang" merupakan lagu rakyat tradisional Korea yang berasal dari Kota Miryang, Provinsi Gyeongsangnam, Korea.

Lagu tersebut merupakan salah satu variasi regional dari "Arirang" yang telah terdaftar dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Pada hari Jumat (24/07/2026), penulis mengunjungi salah satu acara budaya Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48 yang diselenggarakan di lapangan luar ruangan BEXCO, yaitu pertunjukan Miryang Arirang: Nal Jom Boso.

Pertunjukan ini merupakan gabungan dari lagu tradisional "Miryang Arirang" dengan sentuhan ritme dan gerakan modern.

Bagian drama "Nal Jom Boso" dalam pertunjukan tersebut menyampaikan pesan komunikasi antargenerasi melalui sudut pandang anak-anak dan lagu "Miryang Arirang."

Pertunjukan Miryang Arirang: Nal Jom Boso dari Miryang Baekjungnori Preservation Association menggunakan minbok serta diiringi musik dan alat musik tradisional Korea digelar pada tanggal 24 Juli 2026 di lapangan luar ruangan BEXCO, Haeundae-gu, Busan.

Pertunjukan Miryang Arirang: Nal Jom Boso dari Miryang Baekjungnori Preservation Association menggunakan minbok serta diiringi musik dan alat musik tradisional Korea digelar pada tanggal 24 Juli 2026 di lapangan luar ruangan BEXCO, Haeundae-gu, Busan.


Pada dasarnya, "Miryang Arirang" hanya dinyanyikan sebagai lagu rakyat tradisional. Namun, melalui pertunjukan Miryang Arirang: Nal Jom Boso, pengunjung dapat menyaksikan perpaduan antara musik, tarian, dan seni pertunjukan tradisional dalam satu pementasan.

Pertunjukan tersebut menggambarkan kuatnya semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat Miryang dalam merayakan hasil kerja keras mereka setelah musim bercocok tanam melalui musik, tarian, dan berbagai permainan rakyat tradisional.

Saat pertunjukan berlangsung, para penampil mengenakan pakaian tradisional berwarna putih yang biasa dikenakan oleh masyarakat Korea pada masa lampau, yakni minbok. Sementara itu, para penari anak-anak mengenakan minbok berwarna-warni yang memberikan kesan lebih semarak pada pertunjukan.

Penampilan tersebut juga diiringi oleh musik dan alat musik tradisional Korea, seperti janggu (gendang tradisional Korea), serta seorang pemimpin pertunjukan yang memainkan terompet tradisional sebagai penanda irama dan pergantian bagian dalam pertunjukan.

Tak hanya itu, pertunjukan ini dipandu oleh dua anak kecil yang sangat ceria sehingga membuat pertunjukan ini sangat interaktif antara penampil dan penonton.

Penampil anak-anak dalam Miryang Arirang: Nal Jom Boso yang digelar pada tanggal 24 Juli 2026 di lapangan luar ruangan BEXCO, Haeundae-gu, Busan.

Penampil anak-anak dalam Miryang Arirang: Nal Jom Boso yang digelar pada tanggal 24 Juli 2026 di lapangan luar ruangan BEXCO, Haeundae-gu, Busan.


Pertunjukan tersebut disaksikan oleh banyak penonton, baik warga Korea maupun internasional. Hal menariknya adalah pertunjukan ini membawa slogan "Miryang Arirang K-Pop sebelum K-Pop."

Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan istilah "K-Pop," penonton dapat memahami bahwa jauh sebelum industri musik modern berkembang, Korea telah memiliki budaya musik yang mampu menyatukan masyarakat melalui nyanyian dan pertunjukan rakyat.

Pada pertunjukan ini juga melibatkan orang tua dan anak-anak muda sebagai penari secara bersamaan sehingga menunjukkan bahwa tarian ini tidak hanya dilestarikan oleh orang tua, tetapi juga oleh generasi muda.

Hal ini merupakan salah satu cara agar "Miryang Arirang" ini tetap terjaga dalam memori masyarakat Korea dan terus diwariskan sebagai bagian dari identitas budaya yang hidup hingga saat ini.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait