Wartawan Kehormatan

2026.08.04

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Audrey Regina dari Indonesia
Foto: Audrey Regina

Gyeongju merupakan satu kota yang berada provinsi di Gyeongsangbuk. Kota ini merupakan ibu kota Dinasti Silla (57 SM s/d 935 M) dan saat itu dikenal dengan nama Seorabol.

Kota yang terkenal sebagai kota bersejarah di Korea ini juga dijuluki museum tanpa dinding karena hampir di setiap sudut dapat ditemukan warisan dan bangunan bersejarah Dinasti Silla.

Pada tanggal 17 Juli 2026 penulis berkesempatan pergi ke Gyeongju pada malam hari. Saat itu cahaya lampu yang berada di sekitar objek wisata menambah kesan cantik yang sayang untuk dilewatkan.

Beberapa objek bersejarah yang penulis kunjungi adalah Cheomseongdae, Donggung dan Wolji, serta Jembatan Woljeonggyo.

Pertama-tama, penulis berjalan kaki sepanjang Hwangridan-gil yang menyediakan banyak kafe, restoran, dan toko oleh-oleh khas Gyeongju.

Tak jauh dari Hwangridan-gil, penulis berkunjung ke Cheomseongdae, yaitu sebuah observatorium astronomi yang dibuat pada zaman pemerintah Ratu Seondeok.

Dilansir dari laman Layanan Warisan Korea, Cheomseongdae memiliki ketinggian sekitar sembilan meter dan dibuat dari tumpukan batu.

Cheomseongdae yang diperkirakan dibangun pada tahun 633 M ini menjadi salah satu observatorium astronomi tertua di Asia dan berhasil menunjukkan perkembangan teknologi yang cukup mumpuni pada zamannya.

Observatorium astronomi Cheomseongdae yang terletak di Gyeongju menjadi salah satu ikon kota Gyeongju yang ramai dikunjungi wisatawan. Foto tersebut dipotret pada tanggal 17 Juli 2026.

Observatorium astronomi Cheomseongdae yang terletak di Gyeongju menjadi salah satu ikon kota Gyeongju yang ramai dikunjungi wisatawan. Foto tersebut dipotret pada tanggal 17 Juli 2026.


Berjarak sekitar satu kilometer dari Cheomseongdae, pengunjung dapat menemukan Donggung dan Wolji.

Untuk memasuki kawasan Donggung dan Wolji dikenakan tiket masuk sebesar 3.000 won untuk orang dewasa, tetapi penulis berkunjung bertepatan dengan hari libur nasional Korea dan juga akhir pekan sehingga Donggung dan Wolji dibebaskan dari tiket masuk.

Donggung merupakan istana dan Wolji adalah nama kolam yang terdapat di dalamnya. Dilansir dari laman Layanan Warisan Korea, Donggung dan Wolji dibangun pada tahun 647 M pada masa pemerintahan Raja Munmu.

Ada banyak paviliun di sana dan salah satunya, yaitu Imhaejeon, dibangun di sekitar danau dan biasanya digunakan untuk penyelenggaraan festival dan tempat tinggal pangeran.

Berdasarkan informasi dari laman Visit Korea, pada tahun 1980-an pecahan tembikar dengan tulisan 'Wolji' yang berarti 'kolam yang memantulkan bulan' ditemukan dan dikonfirmasi bahwa kolam tersebut bernama Wolji.

Pemandangan Donggung dan Wolji pada malam hari. Air kolam yang jernih memantulkan bangunan yang ada di atasnya. Foto tersebut dipotret pada tanggal 17 Juli 2026.

Pemandangan Donggung dan Wolji pada malam hari. Air kolam yang jernih memantulkan bangunan yang ada di atasnya. Foto tersebut dipotret pada tanggal 17 Juli 2026.


Selepas dari Donggung dan Wolji, penulis melanjutkan perjalanan menuju ke Jembatan Woljeonggyo. Sama seperti Cheomseongdae serta Donggung dan Wolji, Woljeonggyo adalah salah satu ikon yang terkenal di Gyeongju berupa jembatan yang dibangun pada tahun ke-19 pemerintahan Raja Gyeongdeok.

Dilansir dari laman resmi pemerintah kota Gyeongju, jembatan tersebut dikenal sebagai gerbang yang menghubungkan istana-istana pada zaman kerajaan Dinasti Silla ke selatan.

Selain itu, disampaikan oleh Kim Bu Sik dari bukunya yang berjudul History of Three Kingdoms, di Sungai Muncheon terdapat dua jembatan, yaitu Woljeonggyo dan Chungyanggyo. Chungyanggyo sendiri terletak dekat Museum Nasional Gyeongju.

Pemandangan Jembatan Woljeonggyo pada malam hari. Nuansa tradisional dan pencahayaan dari lampu di sekitarnya membuat jembatan ini terlihat indah apabila dikunjungi pada malam hari. Foto tersebut dipotret pada tanggal 17 Juli 2026.

Pemandangan Jembatan Woljeonggyo pada malam hari. Nuansa tradisional dan pencahayaan dari lampu di sekitarnya membuat jembatan ini terlihat indah apabila dikunjungi pada malam hari. Foto tersebut dipotret pada tanggal 17 Juli 2026.


Ketiga objek wisata tersebut menjadi ikon terkenal kota Gyeongju yang dipercaya lebih indah apabila dikunjungi pada malam hari.

Pengunjung dapat sekadar berjalan-jalan sambil menikmati suasana malam di kota Gyeongju yang tenang sekaligus mempelajari sejarah mengenai kota yang pernah menjadi ibu kota pada zaman Dinasti Silla ini melalui peninggalan-peninggalan bersejarah yang ada di sana.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait