Penulis: Wartawan Kehormatan Hanum Nur Aprilia dari Indonesia
Foto: Hanum Nur Aprilia
Saat musim bisbol bergulir di Korea, kemeriahannya tidak hanya terasa di dalam stadion. Berbagai produk bertema bisbol, mulai dari merchandise resmi hingga kolaborasi antara klub dan merek ternama, membanjiri pasar dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Paparan yang begitu luas membuat bahkan mereka yang bukan penggemar bisbol ikut mengenal budaya olahraga ini. Fenomena itulah yang mendorong penulis untuk merasakan langsung atmosfer pertandingan bisbol Korea untuk pertama kalinya.
Pada hari Kamis (16/7/2026) penulis menyaksikan laga antara LG Twins dan kt wiz di Stadion Jamsil, Seoul.
Suasana pertandingan Organisasi Bisbol Korea (KBO) yang berlangsung pada hari Kamis (16/7/2026) antara LG Twins dan kt wiz di Stadion Jamsil, Seoul.
Sebelum memasuki stadion, suasana semarak sudah mulai terasa. Penggemar yang mengenakan atribut tim dengan mudah dikenali dari seragam, tas, hingga berbagai aksesori yang menunjukkan dukungan mereka kepada klub favorit.
Area stadion juga dipenuhi toko yang menjual berbagai merchandise resmi, mesin penjual kartu koleksi pemain, hingga permainan kapsul berhadiah yang semakin memperkuat pengalaman para penggemar.
Penggemar memadati toko merchandise LG Twins sebelum menyaksikan pertandingan untuk membeli seragam, aksesori, dan berbagai produk tim favorit mereka pada hari Kamis (16/7/2026) di Stadion Jamsil, Seoul.
Namun, daya tarik utama bisbol Korea justru datang dari budaya sorakan yang telah menjadi ciri khas liga Organisasi Bisbol Korea (KBO). Sepanjang pertandingan, suasana stadion dipandu oleh maskot tim dan pemandu sorak yang terus menjaga semangat penonton.
Dukungan yang diberikan menjadi sebuah pertunjukan komunal yang terorganisasi dan berlangsung hampir tanpa henti.
Setiap momen dalam pertandingan memiliki lagu penyemangat tersendiri, mulai dari lagu untuk menyambut pelempar, mengiringi pemukul memasuki area pukul, hingga lagu kemenangan.
Ribuan penonton menyanyikan lagu-lagu tersebut secara serempak sambil mengikuti gerakan yang dipandu dari depan tribun. Bagi pendatang baru yang belum pernah mengikuti pertandingan bisbol sebelumnya, suasana itu tetap mudah diikuti.
Berkat antusiasme penonton di sekitar dan arahan pemandu sorak, penulis dapat dengan cepat memahami pola sorakan dan ikut berpartisipasi setelah beberapa kali mengamati.
Nama-nama pemain bahkan menjadi lebih mudah diingat karena terus disebut dan dinyanyikan dalam lagu penyemangat yang menggema di seluruh stadion.
Pemandu sorak memimpin ribuan penonton menyanyikan lagu penyemangat di tribun saat pertandingan liga KBO berlangsung pada hari Kamis (16/7/2026) antara LG Twins dan kt wiz di Stadion Jamsil, Seoul.
Penonton juga tidak mudah merasa bosan meski pertandingan berlangsung lebih dari tiga jam. Saat jeda antarbabak, panitia rutin menggelar berbagai permainan dan kegiatan interaktif yang melibatkan penonton.
Salah satu yang menarik perhatian adalah permainan tangga berhadiah. Kamera stadion akan menyorot penonton secara acak. Penonton yang terpilih kemudian diminta memilih satu nomor.
Setelah itu, jalur dari nomor tersebut akan ditelusuri pada layar stadion hingga mencapai titik akhir yang menentukan hadiah yang diperoleh. Keseruan permainan ini kerap mengundang sorak-sorai penonton lain yang ikut menantikan hasil akhirnya.
Pengalaman menonton juga semakin lengkap berkat beragam fasilitas yang tersedia. Di area luar stadion, berbagai stan makanan dan minuman dipadati pengunjung sebelum pertandingan dimulai maupun selama jeda permainan.
Bahkan, bagi penonton yang enggan meninggalkan kursi karena takut melewatkan jalannya pertandingan, tersedia layanan pemesanan makanan. Setelah melakukan pemesanan lewat gawai, petugas akan mengantarkan makanan dan minuman langsung ke tempat duduk penonton.
Ayam goreng dan minuman yang disajikan dalam satu wadah praktis menjadi salah satu kombinasi kuliner paling populer di stadion bisbol Korea.
Perpaduan antara ketegangan permainan, sorakan yang bergema tanpa henti, serta pengalaman kuliner yang menggugah selera menjadikan stadion terasa seperti sebuah festival yang dapat dinikmati berbagai kalangan.
Pengalaman ini membuat penulis menyadari bagaimana bisbol telah menjelma menjadi bagian dari gaya hidup dan budaya rekreasi masyarakat Korea.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.