Penulis: Wartawan Kehormatan Ratu Tabina Krisna Putri dari Indonesia
Pada hari Rabu (15/07/2026) penulis berkesempatan mengikuti kursus budaya bertajuk "Where Korean Culture Comes Alive" yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom oleh Online King Sejong Institute.
Kursus budaya ini menghadirkan Cho Yonghwan yang merupakan seorang kurator di Divisi Manajemen Koleksi Museum Nasional Korea.
Cho Yonghwan memulai sesi kursus budaya "Where Korean Culture Comes Alive" yang diselenggarakan secara daring oleh Online King Sejong Institute pada tanggal 15 Juli 2026. (tangkapan layar krusus daring King Sejong Istitute)
Kursus diawali dengan pengenalan kosakata bahasa Korea yang berkaitan dengan topik yang akan dibahas selama sesi kursus.
Pemandu kursus menampilkan beberapa kosakata sekaligus memandu peserta untuk melafalkannya dengan benar, kemudian diikuti oleh seluruh peserta.
Selanjutnya, peserta diperlihatkan cuplikan video pendek dari Patung Bangasayusang (Pensive Bodhisattva) atau Bodhisatwa Merenung yang menjadi salah satu topik pembahasan dalam kursus sebelum memasuki materi utama.
Cho Yonghwan memulai materi utama dengan topik "Tempat seperti apakah Museum Nasional Korea itu?" dalam kursus budaya daring oleh Online King Sejong Institute pada tanggal 15 Juli 2026. (tangkapan layar krusus daring King Sejong Istitute)
Memasuki sesi utama, Cho membuka pembahasan dengan topik "Tempat seperti apakah Museum Nasional Korea itu?"
Ia menjelaskan bahwa Museum Nasional Korea merupakan salah satu museum paling banyak dikunjungi di dunia pada tahun 2025.
Selanjutnya, peserta diperkenalkan pada salah satu karakteristik utama arsitektur tradisional Korea yang diterapkan pada Museum Nasional Korea, yaitu konsep chagyeong atau "meminjam pemandangan."
Konsep tersebut menghadirkan halaman terbuka pada bangunan sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan di sekitarnya.
Pemandangan bangunan Museum Nasional Korea yang menerapkan konsep chagyeong atau "meminjam pemandangan." (Korea.net DB)
Museum juga dijelaskan sebagai tempat yang mempertemukan peninggalan masa lalu dengan seni modern.
Selain menjadi ruang pelestarian budaya, museum juga berkolaborasi dengan artis K-pop serta terhubung dengan budaya populer modern.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah penunjukan RM yang merupakan anggota grup BTS, sebagai Duta Besar Global Museum Nasional Korea pada tanggal 19 Juni 2026.
Pada topik selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan berbagai koleksi benda peninggalan bersejarah di Museum Nasional Korea yang mewakili sejarah dan budaya Korea.
Koleksi tersebut meliputi Patung Bodhisatwa Merenung, mahkota emas dari keluarga kerajaan Silla (57 SM s/d 676 M), seladon dari era Goryeo (918-1392), serta lukisan Burung Magpie dan Harimau yang menjadi inspirasi bagi karakter Derpy dan Sussie dalam film animasi K-Pop Demon Hunters yang dirilis pada tahun 2025.
Pengunjung mengamati lukisan Burung Magpie dan Harimau, salah satu koleksi Museum Nasional Korea yang menjadi inspirasi karakter Derpy dan Sussie dalam film animasi K-Pop Demon Hunters. (Korea.net DB)
Kursus budaya diakhiri dengan sesi tanya jawab dan dilanjutkan dengan kuis singkat mengenai topik yang telah dibahas selama kursus.
Bagi penulis, mengikuti kursus budaya ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah dan budaya Korea melalui berbagai koleksi barang peninggalan bersejarah yang tersimpan di Museum Nasional Korea.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.