Penulis: Wartawan Kehormatan Amanda Larasati dari Indonesia
Foto: Amanda Larasati
Dalam rangka mempromosikan budaya Korea kepada masyarakat Jawa Barat, Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) berpartisipasi dalam Sunda Karya Fest: Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 pada tanggal 26-28 Juni 2026 di Mal Trans Studio Bandung.
Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 merupakan festival yang menghadirkan ragam produk UMKM, kuliner, dan seni budaya dari berbagai wilayah di Jawa Barat.
Suasana pengunjung yang memadati stan KCCI untuk mencoba ragam aktivitas budaya pada Pekan Kerajinan Jawa Barat tanggal 28 Juni 2026 di Mal Trans Studio Bandung.
Penulis berkesempatan mengunjungi stan KCCI di Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 pada tanggal 28 Juni 2026 untuk mencoba berbagai aktivitas budaya Korea, seperti menghias pin, mencoba hanbok, dan membuat lentera Korea.
KCCI dan Kantor Perwakilan Provinsi Chungcheongnam di Indonesia (CEPA) turut berpartisipasi pada festival ini untuk mengenalkan budaya Korea dan Provinsi Chungcheongnam kepada masyarakat Jawa Barat.
Sesampainya di stan KCCI, penulis langsung mengikuti aktivitas menghias pin. Pengunjung stan KCCI tampak antusias menghias pin dengan aneka motif yang melambangkan budaya Korea.
Pengunjung dapat mewarnai pin berbagai motif seperti harimau, topeng Korea, hingga bokjumeoni (kantung tradisional Korea yang dipercaya membawa keberuntungan) menggunakan pensil warna dan spidol di stan KCCI. Penulis memilih pin dengan motif bokjumeoni karena filosofinya yang unik.
Setelah kertas pin selesai diwarnai, staf KCCI membantu penulis untuk mencetak pin dengan mesin. Bagi penulis, kegiatan menghias pin ini tidak hanya menenangkan pikiran, tetapi juga mengasah kreativitas.
Penulis menghias pin dengan motif bokjumeoni di stan KCCI pada Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 tanggal 28 Juni 2026 di Mal Trans Studio Bandung.
Untuk memperkaya wawasan pengunjung tentang Korea, KCCI juga menyediakan berbagai koleksi buku tentang Korea. Buku-buku yang tersedia mencakup berbagai tema seperti sastra, kuliner, hingga budaya.
Selain membaca di tempat, pengunjung juga dapat memperoleh buku secara gratis stan KCCI dengan mendokumentasikan momen kunjungan mereka ke stan KCCI.
Penulis mendapatkan sebuah buku berjudul K-FOODOLOGY yang merupakan publikasi dari Layanan Kebudayaan dan Informasi Korea (KOCIS), KCCI, dan Institut Promosi Makanan Korea (KFPI). Melalui buku ini, penulis dapat mengenal berbagai makanan Korea beserta bahan pembuatannya.
Buku berjudul K-FOODOLOGY yang penulis dapatkan di stan KCCI pada Pekan Kerajinan Jawa Barat tanggal 28 Juni 2026 di Mal Trans Studio Bandung memuat informasi tentang makanan Korea serta bahan pembuatannya.
Selain buku tentang kuliner Korea, perhatian penulis tertuju pada sebuah buku yang berjudul Hanbok & Batik.
Buku ini menampilkan aneka desain hanbok yang merupakan pakaian tradisional masyarakat Korea dan batik yang merupakan pakaian tradisional masyarakat Indonesia.
Di beberapa bagian katalog juga terdapat kombinasi desain hanbok dan batik. Perpaduan hanbok dan batik ini melambangkan harmoni budaya Korea dan Indonesia yang selaras.
Buku berjudul Hanbok & Batik di stan KCCI pada Pekan Kerajinan Jawa Barat menampilkan perpaduan desain antara hanbok dari Korea dan batik dari Indonesia.
Aktivitas memakai hanbok banyak dinantikan pengunjung di stan KCCI. Selain hanbok, terdapat pula aksesoris seperti gat (topi tradisional laki-laki Korea) yang dipajang. Tak ingin kehilangan momen, penulis pun turut berfoto sambil memakai hanbok.
Penulis mengenakan hanbok di stan KCCI pada Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 tanggal 28 Juni 2026 di Mal Trans Studio Bandung.
Sejalan dengan misi Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 untuk mempromosikan produk kerajinan UMKM lokal, stan KCCI turut menampilkan kerajinan najeonchilgi dari Korea.
Najeonchilgi adalah seni menatah potongan cangkang seperti kerang atau abalone pada permukaan kayu yang dipernis. Seni najeonchilgi dapat ditemukan pada piring hingga kotak perhiasan.
Kerajinan najeonchilgi yang ditampilkan di stan KCCI pada Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 tanggal 26-28 Juni 2026 di Mal Trans Studio Bandung.
KCCI juga menawarkan aktivitas membuat kerajinan cheongsachorong (lentera Korea yang berwarna merah dan biru). Aktivitas ini diminati banyak kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Penulis dibimbing oleh staf KCCI untuk membuat lentera Korea dari kertas. Penulis menggunting pola lentera pada kertas yang disediakan. Setelah digunting, kertas dilipat dan direkatkan dengan perekat dua sisi sesuai arahan dari staf.
Kemudian staf KCCI akan membantu untuk memasang tali pada lentera sebagai pegangan. Lentera Korea dapat juga dihias dengan motif-motif yang tersedia di kertas pola seperti kotak-kotak dan bunga.
Potret lentera Korea yang penulis buat di stan KCCI pada Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 tanggal 28 Juni 2026 di Mal Trans Studio Bandung.
Sementara itu di sebelah stan KCCI, Kantor Perwakilan Provinsi Chungcheongnam di Indonesia (CEPA) turut mempromosikan berbagai produk makanan dan minuman dari Provinsi Chungcheongnam.
Aneka produk UMKM dan suvenir khas Provinsi Chungcheongnam tersedia di stan CEPA pada Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 tanggal 26-28 Juni 2026 di Mal Trans Studio Bandung.
Di stan CEPA, pengunjung juga dapat memperoleh berbagai informasi tentang Provinsi Chungcheongnam, seperti sejarah, ekonomi, hingga pariwisata di provinsi tersebut .
Provinsi Chungcheongnam juga turut menghadirkan informasi studi di beberapa universitas ternama di provinsi tersebut yaitu Universitas Kongju, Universitas Soonchunhyang, dan Universitas Nazarene Korea.
Brosur rekomendasi wisata di Provinsi Chungcheongnam yang penulis dapatkan ketika berkunjung ke stan CEPA pada Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 tanggal 28 Juni 2026 di Mal Trans Studio Bandung.
Berkunjung ke stan KCCI dan Provinsi Chungcheongnam di Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 memberikan penulis berbagai wawasan dan perspektif baru tentang budaya Korea melalui aktivitas budaya interaktif.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.