Wartawan Kehormatan

2026.07.29

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Maulia Resta Mardaningtias dari Indonesia

Pada hari Jumat, 24 Juli 2026, penulis berkesempatan menghadiri pemutaran film opera The Rising World: Spirit of Water yang diselenggarakan oleh Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) di Aula Multifungsi KCCI.

Pemutaran ini menjadi pengalaman yang istimewa karena memperkenalkan masyarakat Indonesia pada sebuah opera yang mengangkat kisah bergenre fiksi, fantasi, mitologi Korea, dan drama.

Film tersebut mengangkat tema pengorbanan, waktu, serta keseimbangan alam, sehingga menghadirkan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna.

Poster acara pemutaran film opera The Rising World: Spirit of Water yang diselenggarakan oleh KCCI (24/07/2026). (KCCI)

Poster acara pemutaran film opera The Rising World: Spirit of Water yang diselenggarakan oleh KCCI (24/07/2026). (KCCI)



Film opera The Rising World: Spirit of Water, yang disutradarai oleh Stephen Carr dengan Eunbi Cho sebagai sutradara pendamping, berkisah tentang sebuah kerajaan yang dilanda fenomena alam misterius. Sementara itu, sang putri, satu-satunya pewaris takhta kerajaan, jatuh sakit parah.

Para menteri kerajaan meyakini bahwa seluruh bencana tersebut berkaitan dengan penyakit sang putri. Dalam sebuah catatan kuno kerajaan disebutkan adanya Roh Air, sosok gaib yang mengganggu keseimbangan dunia dengan merasuki tubuh manusia.

Demi menyelamatkan sang putri, seorang pengrajin jam air dipanggil ke istana. Ia kemudian bertekad mengorbankan dirinya untuk mengeluarkan Roh Air dari tubuh sang putri, lalu menyegel roh tersebut di dalam jam air kuno.

Suasana Aula Multifungsi sesaat sebelum pemutaran film The Rising World: Spirit of Water dimulai pada Jum’at, 24 Juli 2026, pukul 14:00 WIB. (Maulia Resta Mardaningtias)

Suasana Aula Multifungsi sesaat sebelum pemutaran film The Rising World: Spirit of Water dimulai pada Jum’at, 24 Juli 2026, pukul 14:00 WIB. (Maulia Resta Mardaningtias)



Sebelum menonton, sinopsis film berdurasi 140 menit ini langsung mengingatkan penulis akan kisah klasik Korea berjudul Simcheongjeon. Kisah tradisional tersebut terkenal karena menekankan nilai bakti kepada orang tua dan pengorbanan, serta mengangkat kisah kerajaan bawah air.

Meski tidak sepenuhnya sama, tema pengorbanan dan keberadaan Roh Air menjadi benang merah yang menghubungkan film opera ini dengan dongeng klasik Korea tersebut.

Film opera ini juga menampilkan lagu-lagu berbahasa Inggris. Namun, karena gaya vokal opera yang khas, penonton yang tidak fasih berbahasa Inggris mungkin akan kesulitan memahami lirik yang berkaitan dengan alur cerita.

Menariknya, pemutaran The Rising World: Spirit of Water di KCCI dilengkapi subtitle bahasa Indonesia sehingga alur ceritanya lebih mudah diikuti.

Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) menyiapkan camilan berondong jagung dan minuman teh jagung khas Korea untuk menemani momen menonton para peserta. (Maulia Resta Mardaningtias)

Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) menyiapkan camilan berondong jagung dan minuman teh jagung khas Korea untuk menemani momen menonton para peserta. (Maulia Resta Mardaningtias)



Hal lain yang mengesankan dalam film ini adalah penampilan para aktor opera asal Korea maupun mancanegara. Mereka menunjukkan teknik vokal yang luar biasa, menghadirkan ekspresi wajah yang kuat, serta berakting dengan apik dan penuh penghayatan.

Upaya sang pengrajin jam untuk menyelamatkan sang putri dan kerajaan menjadi bagian yang paling menyentuh dalam film ini. Unsur drama semakin terasa ketika misi pertamanya gagal, lalu mencapai puncaknya pada upaya kedua saat ia memutuskan untuk melakukan pengorbanan besar.

Hal tersebut membuat film ini bukan sekadar pertunjukan yang menonjolkan musik, kostum, dan vokal opera, tetapi juga menghadirkan alur cerita yang tersusun dengan baik sehingga mampu membangkitkan emosi penonton.

Penulis berfoto di depan layar yang menampakkan poster acara pemutaran film opera The Rising World: Spirit of Water seusai acara. (Maulia Resta Mardaningtias)

Penulis berfoto di depan layar yang menampakkan poster acara pemutaran film opera The Rising World: Spirit of Water seusai acara. (Maulia Resta Mardaningtias)



Seusai menonton, penulis menyadari bahwa kisah ini berbeda dengan Simcheongjeon. Jika Simcheongjeon menampilkan pengorbanan seorang anak demi ayahnya, film ini justru menyoroti pengorbanan seorang pengrajin jam. Perbedaan tersebut menghadirkan kejutan yang menarik sekaligus memperkuat pesan tentang keberanian dan keikhlasan.

Secara keseluruhan, film opera ini menghadirkan pengalaman menonton yang unik melalui alur cerita yang kuat, konflik yang penuh intrik, serta kisah pengorbanan yang menyentuh hati sehingga membuat penonton larut dalam setiap adegannya.

sofiakim218@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait