Wartawan Kehormatan

2026.07.22

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Griska Laras Widanti dari Indonesia
Foto: Griska Laras Widanti

Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia bersama Kementerian Pertanian, Pangan, dan Peternakan Korea serta Korean Food Promotion Institute (KFPI) menyelenggarakan Final Round 2026 Hansik Contest pada tanggal 11 Juli 2026 di Universitas Binus, Bekasi.

Felly Sitta Maya Sari dan Ary Dytiawan terpilih sebagai juara pertama dalam kompetisi memasak makanan Korea tersebut tersebut.

Hidangan buatan Felly dan Ary dinilai kreatif dan inovatif serta mencerminkan tema Igniting Ayam with Korean Fermentation yang diusung oleh penyelenggara Hansik Contest.

Dalam wawancara via telepon pada hari Minggu (12/7/2026), Felly berbagi cerita tentang awal mula berkenalan dengan masakan Korea, menu makanan yang dibawakan di final, hingga harapannya sebagai juara 2026 Hansik Contest.

Felly Sitta Maya Sari dan Ary Dytiawan setelah menerima penghargaan di kompetisi 2026 Hansik Contest pada tanggal 11 Juli 2026 di Universitas Binus, Bekasi.

Felly Sitta Maya Sari dan Ary Dytiawan setelah menerima penghargaan di kompetisi 2026 Hansik Contest pada tanggal 11 Juli 2026 di Universitas Binus, Bekasi.


Apa makanan Korea yang paling Anda sukai?

Saya paling suka barbeku Korea yang dimakan dengan lalapan dan saus tradisional ala Korea bernama ssamjang.

Bagaimana awal mula Anda berkenalan dengan makanan Korea?

Sebelumnya saya sempat bekerja sebagai koki di hotel Singapura, tetapi saat itu lebih banyak membuat hidangan ala Barat.

Sebenarnya motivasi awal mengikuti Hansik Contest karena hadiah jalaln-jalan ke Korea. Saya ingin belajar lebih dalam tentang kebudayaan, tradisi, serta masakan otentik Korea dari tempatnya langsung.

Saya ingin menjadikan kompetisi ini sebagai tantangan untuk diri sendiri untuk memastikan seberapa jauh sih kemampuan dan pemahaman saya tentang masakan Korea.

Felly Sitta Maya Sari dan Ary Dytiawan saat mempersiapkan hidangan mereka di kompetisi Hansik Contest 2026.

Felly Sitta Maya Sari dan Ary Dytiawan saat mempersiapkan hidangan mereka di kompetisi Hansik Contest 2026.


Bisa ceritakan hidangan yang Anda siapkan untuk Final Round 2026 Hansik Contest?

Saya menampilkan beberapa makanan fusion Korea-Indonesia. Ada kroket kimci, ayam bakar dengan kuah doenjangjjigae, serta ssamjang ganjo-andaliman.

Menu utamanya adalah filet paha ayam yang diisi dengan namul bayam, lalu digulung. Setelah itu, ayamnya saya bakar, kukus, lalu bakar lagi.

Bumbu ayamnya menggunakan gocujang dan untuk kuahnya kita pakai doenjang. Ssamjang yang saya pakai, saya tambahkan racikan sambal ganjo Aceh dan sambal andaliman dari Sumatera Utara.

Hidangan yang dibuat Felly Sitta dan Ary Dytiawan pada babak final kompetisi 2026 Hansik Contest pada tanggal 11 Juli 2026 di Universitas Binus Bekasi merupakan kroket kimci, ayam bakar dengan kuah doenjangjjigae, serta ssamjang ganjo-andaliman.

Hidangan yang dibuat Felly Sitta dan Ary Dytiawan pada babak final kompetisi 2026 Hansik Contest pada tanggal 11 Juli 2026 di Universitas Binus Bekasi merupakan kroket kimci, ayam bakar dengan kuah doenjangjjigae, serta ssamjang ganjo-andaliman.


Adakah tantangan ketika menjadi peserta 2026 Hansik Contest?

Para peserta lain tak hanya pintar memasak, tetapi juga bisa bahasa Korea. Kami takjub sekali begitu melihat penyajian akhir mereka.

Apa saja pengalaman paling berkesan selama berkompetisi di 2026 Hansik Contest?

Momen saat nama saya dan mitra dipanggil ketika pengumuman juara dengan poin perolehan yang sangat tinggi. Sebagai seseorang yang baru mulai mendalami masakan Korea, itu luar biasa sekali rasanya.

Koki Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia, Won Jong Doo (tengah), menilai hidangan yang dibuat Felly Sitta dan Ary Dytiawan dalam babak final kompetisi 2026 Hansik Contest pada tanggal 11 Juli 2026 di Universitas Binus, Bekasi.

Koki Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia, Won Jong Doo (tengah), menilai hidangan yang dibuat Felly Sitta dan Ary Dytiawan dalam babak final kompetisi 2026 Hansik Contest pada tanggal 11 Juli 2026 di Universitas Binus, Bekasi.


Menurut Anda seberapa penting peran makanan sebagai media diplomasi budaya antarnegara?

Makanan adalah salah satu bentuk diplomasi yang paling efektif dan paling nyata karena bisa diterima semua orang tanpa pandang latar belakang dan bahasa.

Melalui makanan, kita tidak hanya mencicipi rasa dari hidangannya saja, tetapi juga bisa belajar sejarah, tradisi, serta nilai-nilai budaya dari bangsa tersebut.

Felly Sitta dan Ary Dytiawan berfoto bersama para pemenang, juri, dan penyelenggara 2026 Hansik Contest usai penyerahan hadiah dan penghargaan pada tanggal 11 Juli 2026 di Universitas Binus, Bekasi.

Felly Sitta dan Ary Dytiawan berfoto bersama para pemenang, juri, dan penyelenggara 2026 Hansik Contest usai penyerahan hadiah dan penghargaan pada tanggal 11 Juli 2026 di Universitas Binus, Bekasi.


Apa tip untuk memadukan masakan dari dua negara?

Menurut saya yang paling penting adalah melakukan riset dan uji coba, baik dari segi komponen, rasa, maupun tekstur makanan. Sepengetahuan saya, satu piring harus ada karbohidrat, serat, protein, serta beberapa kondimen lain.

Misalnya, jika mau buat ayam goreng Korea, saus yang dipakai adalah saus gocujang dengan rasa pedas manis. Jadi, kalau protein utamanya pedas, pelengkapnya jangan terlalu pedas.

Apa harapan Felly Sitta untuk Hansik Contest sebagai juara lomba tahun ini?

Kami sangat berharap kalau Hansik Contest tetap menjadi wadah bagi para pencinta masakan Korea baik pemula maupun ahli yang ingin belajar lebih dalam.

Semoga pemenang 2027 Hansik Contest, termasuk kami, bisa diberangkatkan lagi ke Korea untuk belajar lebih banyak mengenai tradisi, budaya, dan kulinernya langsung dari sana.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait