Penulis: Wartawan Kehormatan Audrey Regina dari Indonesia
Foto: Audrey Regina
Museum Nasional Korea yang berlokasi di Yongsan-gu, Seoul, menjadi salah satu museum terbesar yang ada di Korea.
Berdasarkan informasi yang tersedia di lokasi, pada tahun 2025 Museum Nasional Korea juga menjadi museum ketiga yang paling banyak dikunjungi setelah Museum Louvre di Prancis dan Museum Vatikan di Vatikan.
Dilansir dari laman resmi Museum Nasional Korea, museum ini menyimpan lebih dari 12.044 koleksi yang dibagi ke dalam 6 bagian.
Di sini pengunjung dapat melihat secara langsung peninggalan bersejarah yang tergolong ke dalam harta nasional Korea.
Pada tanggal 11 Juli 2026 penulis berkesempatan mengunjungi Museum Nasional Korea untuk melihat langsung koleksi yang ada di sana.
Ten-story Stone Pagoda from Gyeongcheonsa Temple yang berada di lantai 1 Museum Nasional Korea menjadi salah satu ikon museum yang digemari pengunjung.
Museum Nasional Korea dibebaskan dari biaya masuk dan memiliki tiga lantai yang dapat dieksplorasi.
Begitu masuk, di ujung lantai satu pengunjung dapat langsung melihat salah satu harta nasional Korea nomor 86, yaitu Ten-story Stone Pagoda from Gyeongcheonsa Temple.
Koleksi tersebut menjadi koleksi paling ikonik dan digemari oleh pengunjung sehingga banyak pengunjung yang mengantre untuk berfoto dengan pagoda tersebut.
Di lantai satu, ruang pameran dibagi ke dalam 2, yaitu zaman prasejarah dan juga abad pertengahan.
Di bagian zaman prasejarah pada ruang pameran nomor 108, pengunjung dapat menemukan harta nasional Korea lainnya, yaitu harta nasional Korea nomor 191 berupa mahkota emas dan ikat pinggang emas dari masa Dinasti Silla (57 SM s/d 935 M).
Naik ke lantai dua, terdapat ruang pameran khusus lukisan dan kaligrafi, serta beberapa koleksi dari hasil donasi.
Dua buah patung Buddha yang merupakan harta nasional Korea nomor 78 dan 83 dipamerkan di lantai dua Museum Nasional Korea yang terletak di Yongsan-gu, Seoul.
Di ruang pameran nomor 209, terdapat harta nasional Korea nomor 78 dan 83, yaitu dua buah patung Pensive Boddhisatva.
Pensive Boddhisatva adalah patung Buddha yang memiliki pose unik, yaitu kaki disilang dan jari yang sedang memegang pipi.
Dilansir dari laman resmi Museum Nasionak Korea, pose ini dianggap menciptakan harmoni yang indah antara wajah, lengan, kaki, dan pinggang.
Pensive Boddhisatva yang sedang merenung tersebut juga dipandang sebagai titik awal sejarah seni pahat Buddha di Korea.
Tidak hanya menyimpan koleksi bersejarah Korea, Museum Nasional Korea juga menyediakan ruang pameran khusus untuk seni dan kebudayaan dari luar Korea, seperti misalnya Tiongkok, Jepang, Asia Tengah, India dan Asia Tenggara, Yunani Kuno dan Roma, serta kebudayaan Islam.
Salah satu koleksi yang terdapat di ruang pameran Seni Islam berupa manuskrip kitab suci Alquran yang dapat dijumpai di lantai tiga Museum Nasional Korea yang terletak di Yongsan-gu, Seoul.
Ruang pameran yang dapat dijumpai di lantai tiga didesain untuk mempresentasikan budaya-budaya dari Asia.
Beberapa koleksi yang paling menyita perhatian adalah Throne Carpet di bagian Seni Islam, yaitu karpet dari Dinasti Safavid.
Selain itu, terdapat juga pameran Hikayat Genji di bagian Jepang, yaitu salah satu karya sastra klasik Jepang yang ditulis oleh Murasaki Shikibu.
Tak hanya itu, terdapat pula koleksi porselen berwarna putih dan biru dari Tiongkok serta potret dari Gaius Julius Caesar, politisi dan pemimpin politik Romawi kuno.
Ukuran museum yang tergolong besar membuat pengunjung dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengelilingi semua ruang pameran.
Di setiap lantai juga terdapat kursi atau kafe untuk pengunjung yang ingin beristirahat sejenak.
Selain itu, di lantai 1 terdapat toko oleh-oleh yang menjual berbagai macam oleh-oleh museum berupa alat tulis, magnet, tas, dan lain sebagainya.
Museum Nasional Korea dapat menjadi salah satu alternatif destinasi saat berkunjung ke Seoul. Sebagai destinasi wisata edukatif, Museum Nasional Korea cocok dikunjungi bersama teman, keluarga, dan anak-anak.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.