Penulis: Wartawan Kehormatan Ratu Tabina Krisna Putri dari Indonesia
Foto: Ratu Tabina Krisna Putri
Pada hari Sabtu (20/06/2026), penulis berkesempatan mengikuti kegiatan bertajuk Sentuhan Hangeul di Ujung Jari: Belajar Hangeul Melalui Kaligrafi yang diselenggarakan oleh Konsulat Republik Korea di Bali.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Konsulat Republik Korea di Bali ini menghadirkan Oh Soon Ok untuk memperkenalkan seni kaligrafi hangeul sekaligus mengajak peserta mempraktikkannya secara langsung.
Gedung Konsulat Republik Korea di Bali tempat acara Sentuhan Hangeul di Ujung Jari: Belajar Hangeul Melalui Kaligrafi diadakan pada tanggal 20 Juni 2026.
Acara diawali dengan pemutaran video edukasi yang memberikan pemahaman singkat mengenai Hunminjeongeum yang merupakan formula aksara yang diciptakan oleh Maharaja Sejong pada tahun 1446 dan kini disebut sebagai hangeul.
Sesi tersebut menjadi pengantar bagi peserta untuk mengenal dasar penulisan hangeul sebelum melanjutkan ke praktik kaligrafi bersama Oh.
Setelah sesi pengenalan, Oh memperagakan secara langsung cara membuat kaligrafi hangeul menggunakan tinta dan kuas khusus yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Pada selembar kertas panjang, ia menunjukkan bagaimana setiap goresan dibuat dengan penuh ketelitian untuk menghasilkan tulisan yang indah dan seimbang.
Oh Soon Ok yang sedang memperagakan secara langsung cara membuat kaligrafi hangeul pada acara Sentuhan Hangeul di Ujung Jari yang digelar pada tanggal 20 Juni 2026 di Konsulat Republik Korea di Bali.
Agar dapat mengamati teknik penulisan dengan lebih jelas, para peserta kemudian mendekati meja pengajar dan memperhatikan setiap gerakan kuas yang digunakan.
Melalui demonstrasi tersebut, peserta dapat melihat bahwa setiap arah goresan, tekanan kuas, serta susunan karakter memiliki peran penting dalam membentuk sebuah karya kaligrafi.
Setelah demonstrasi selesai, peserta kembali ke tempat duduk masing-masing dan menerima beberapa lembar kertas kosong beserta perlengkapan menulis berupa spidol hitam dan spidol warna.
Sebelum membuat karya utama, peserta diminta berlatih menulis kata atau ungkapan hangeul yang dipilih secara bebas untuk digunakan dalam kaligrafi mereka.
Peserta yang sedang berlatih mencoba berbagai gaya penulisan hangeul menggunakan perlengkapan menulis yang telah disediakan pada acara Sentuhan Hangeul di Ujung Jari yang digelar pada tanggal 20 Juni 2026 di Konsulat Republik Korea di Bali.
Pada tahap latihan, peserta menggunakan perlengkapan menulis yang telah disediakan untuk mencoba berbagai gaya penulisan hangeul.
Sekilas kegiatan tersebut tampak sederhana, tetapi ketika mulai menyusun tulisan di atas kertas, peserta perlu memperhatikan ukuran huruf, jarak antar karakter, serta keseimbangan komposisi agar hasilnya terlihat lebih menarik.
Selama peserta berlatih, Oh mendatangi setiap peserta untuk memberikan bimbingan secara langsung.
Ia membantu memperbaiki susunan karakter, memberikan saran mengenai penempatan tulisan, serta membagikan berbagai teknik yang dapat diterapkan dalam membuat kaligrafi hangeul.
Pendampingan tersebut membuat peserta lebih mudah memahami berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam menghasilkan sebuah karya kaligrafi yang indah.
Oh Soon Ok yang sedang mendatangi setiap peserta untuk memberikan bimbingan secara langsung mengenai teknik membuat kaligrafi hangeul pada acara Sentuhan Hangeul di Ujung Jari yang digelar pada tanggal 20 Juni 2026 di Konsulat Republik Korea di Bali.
Setelah beberapa waktu berlatih, peserta menerima dua lembar kertas khusus untuk membuat karya kaligrafi final. Pada tahap ini, setiap peserta mulai menerapkan teknik dan masukan yang telah diperoleh selama sesi latihan ke dalam karya akhir mereka.
Penulis sendiri beberapa kali menyesuaikan letak dan ukuran karakter sebelum mulai menuliskannya pada kertas khusus tersebut.
Dari proses ini, penulis menyadari bahwa membuat kaligrafi hangeul tidak hanya memerlukan kemampuan menulis huruf dengan benar, tetapi juga ketelitian dalam menyusun komposisi agar setiap karakter tampak harmonis sebagai sebuah karya seni.
Menjelang akhir acara, Oh memberikan suvenir berupa kipas kaligrafi yang dituliskan nama masing-masing peserta secara langsung oleh beliau sebagai kenang-kenangan.
Selain itu, tim Konsulat Republik Korea di Bali juga memberikan hadiah kepada beberapa peserta dengan karya kaligrafi terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas mereka selama mengikuti kegiatan.
Mengikuti kegiatan ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi penulis. Selain memperoleh pemahaman mengenai Hunminjeongeum, penulis juga mempelajari berbagai teknik dasar serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kaligrafi hangeul.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.