Wartawan Kehormatan

2026.07.02

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Maulia Resta Mardaningtias dari Indonesia

Pada hari Jumat (26/06/2026), Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) menyelenggarakan acara 2026 K-Influencer & Honorary Reporters Networking Day secara luring maupun daring.

Dengan berbagai rangkaian kegiatan, acara ini tidak hanya menjadi wadah pertemuan, tetapi sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman bagi para K-Influencer dan Wartawan Kehormatan dari Indonesia.

Potret Direktur KCCI, Lee Sang Jun, memberikan sambutan kepada para K-Influencer dan Wartawan Kehormatan yang hadir secara luring maupun daring. (Maulia Resta Mardaningtias)

Potret Direktur KCCI, Lee Sang Jun, memberikan sambutan kepada para K-Influencer dan Wartawan Kehormatan yang hadir secara luring maupun daring. (Maulia Resta Mardaningtias)


Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur KCCI, Lee Sang Jun. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa beragam konten yang dihasilkan oleh K-Influencer dan Wartawan Kehormatan telah menjadi jembatan penting untuk memperkenalkan budaya Korea kepada masyarakat Indonesia.

Selanjutnya, ia menyampaikan harapannya agar program ini tetap menjadi kesempatan berharga untuk bertukar pengalaman dan wawasan sehingga para peserta dapat berkembang bersama.

Potret staf KCCI memaparkan hasil kegiatan KCCI sepanjang tahun 2025. (Maulia Resta Mardaningtias)

Potret staf KCCI memaparkan hasil kegiatan KCCI sepanjang tahun 2025. (Maulia Resta Mardaningtias)


Setelah sambutan, acara berlanjut dengan pemaparan mengenai peran KCCI sebagai pusat informasi budaya Korea di bawah naungan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Republik Korea.

Sejak berdiri pada 18 Juli 2011, KCCI aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya, mulai dari kegiatan seni, literasi, bahasa, K-pop, kuliner, hingga festival budaya, yang dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia.

Di antara beragam kegiatan KCCI di tahun 2025, pameran kebudayaan seperti Pameran Jongmyo Jeryeak serta pertunjukan nonverbal FLYING menjadi yang paling berkesan. Melalui acara-acara tersebut, KCCI berhasil menghadirkan pengalaman budaya yang unik sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat terhadap kekayaan tradisi Korea.

Poster resmi kompetisi KCCI K-Song Cover Contest dan Lomba Desain Suvenir Topeng Tradisional Kolaborasi Korea-Indonesia. (KCCI)

Poster resmi kompetisi KCCI K-Song Cover Contest dan Lomba Desain Suvenir Topeng Tradisional Kolaborasi Korea-Indonesia. (KCCI)


Tahun ini KCCI juga mengungkapkan rencana untuk menghadirkan pertunjukan yang mendatangkan penampil langsung dari Korea.

Selain rencana pertunjukan, saat ini KCCI tengah menyelenggarakan beberapa kompetisi. Salah satunya adalah Lomba Desain Suvenir Topeng Tradisional Kolaborasi Korea-Indonesia yang menjadi bagian dari rangkaian pameran budaya Topeng Tradisional Kolaborasi Korea-Indonesia dan dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober mendatang.

Terdapat pula KCCI K-Song Cover Contest, sebuah kompetisi berhadiah yang mengajak masyarakat Indonesia untuk menampilkan kemampuan bernyanyi melalui lagu trot, pop, maupun OST drama Korea yang populer pada era 1990-an.

Potret William Yuswan, CEO Coppamagz, menjadi narasumber pada sesi temu wicara Popularitas dan Tren Hallyu di Indonesia Lewat Media Digital. (Maulia Resta Mardaningtias)

Potret William Yuswan, CEO Coppamagz, menjadi narasumber pada sesi temu wicara "Popularitas dan Tren Hallyu di Indonesia Lewat Media Digital." (Maulia Resta Mardaningtias)


Setelah pemaparan dari KCCI, acara dilanjutkan dengan sesi temu wicara bertajuk "Popularitas dan Tren Hallyu di Indonesia Lewat Media Digital" bersama William Yuswan, pendiri sekaligus CEO CoppaMagz.

Dalam paparannya, William menceritakan perjalanan CoppaMagz yang awalnya bernama Cooking Oppa, sebuah usaha kuliner khas Korea yang dipromosikan melalui media sosial.

Respons positif masyarakat terhadap konten hiburan Korea yang disisipkan sebagai selingan promosi kuliner tersebut kemudian membuka peluang baru. Perlahan, usaha ini berkembang dan bertransformasi menjadi salah satu portal berita halyu terbesar di Indonesia.

Seiring dengan perkembangan itu, CoppaMagz tidak hanya berfokus pada media informasi, tetapi juga merambah ke penyelenggaraan berbagai acara luring bertema Korea.

William menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah mengembangkan sebuah aplikasi yang bertujuan memudahkan penggemar Korea dalam mengakses informasi maupun acara di Indonesia.

Cerita perjalanan CoppaMagz tersebut memberikan inspirasi bagi penulis dan juga para peserta tentang bagaimana kreativitas dan konsistensi dapat membuka peluang besar.

Potret Margareth Theresia dari Korea.net yang hadir secara daring sebagai pembicara dalam sesi temu wicara bertajuk Membuat Artikel Menarik tentang Korea. (Maulia Resta Mardaningtias)

Potret Margareth Theresia dari Korea.net yang hadir secara daring sebagai pembicara dalam sesi temu wicara bertajuk "Membuat Artikel Menarik tentang Korea." (Maulia Resta Mardaningtias)


Selanjutnya, acara menghadirkan Margareth Theresia, staf wartawan sekaligus editor Korea.net untuk Bahasa Indonesia, sebagai pembicara.

Dalam sesi ini, pembicara membagikan panduan dalam menulis artikel yang layak tayang di Korea.net bagi Wartawan Kehormatan Indonesia.

Hal yang ditekankan dalam penulisan adalah orisinalitas, akurasi fakta, menarik, serta relevan dengan budaya Korea maupun hubungan kerja sama Korea dan Indonesia.

Lebih lanjut, Margareth menjelaskan berbagai jenis artikel yang dapat ditulis oleh para peserta, mulai dari liputan program lembaga pemerintah, pengalaman mengikuti acara budaya, wawancara dengan tokoh unik, berita lokal yang berkaitan dengan Korea, hingga artikel misi yang diberikan oleh penyelenggara.

Ia juga mengungkapkan sejumlah kesalahan umum yang sering menyebabkan artikel ditolak. Di antaranya adalah penggunaan foto tanpa izin, penyebutan nama negara yang tidak tepat, praktik plagiarisme, pemanfaatan AI tanpa pengolahan lanjutan, serta konten sensitif yang berkaitan dengan SARA.

Sesi ini menjadi penghubung penting antara teknis penulisan dan dorongan untuk Wartawan Kehormatan sehingga dapat lebih percaya diri dalam menghasilkan artikel yang berkualitas.

Para Wartawan Kehormatan dan K-Influencer yang hadir secara luring berfoto bersama Direktur KCCI dan Coppamagz. (Maulia Resta Mardaningtias)

Para Wartawan Kehormatan dan K-Influencer yang hadir secara luring berfoto bersama Direktur KCCI dan Coppamagz. (Maulia Resta Mardaningtias)


Setelah sesi teknis penulisan, acara berlanjut dengan sesi berbincang bersama dua sosok inspiratif, yakni Maulidya Putri Aji, K-Influencer Terbaik 2025, dan Hanum Nur Aprilia, Wartawan Kehormatan Terbaik 2025.

Dalam sesi ini, Maulidya berbagi kisahnya sebagai kreator konten Muslimah yang memadukan dakwah dengan kecintaannya pada budaya Korea.

Ia menekankan pentingnya orisinalitas dan citra personal, serta mendorong peserta untuk memaksimalkan setiap misi sesuai dengan kriteria program.

Selain itu, ia juga bercerita bagaimana berdiskusi dengan pemenang terdahulu, seperti Miles and Cals, K-Influencer terbaik tahun 2021 hingga 2023, membantunya memahami strategi dalam berkarya.

Sementara itu, Hanum menceritakan perjalanan menulis artikel sejak bergabung sebagai Wartawan Kehormatan.

Awalnya ia menulis tentang pengalaman wisata di Korea, tetapo kemudian beralih ke topik sejarah dan budaya setelah sering mengikuti acara KCCI.

Ia menekankan pentingnya membaca banyak referensi, termasuk berita pada laman Korea.net, untuk memperkaya wawasan.

Menurutnya, aktif menulis dan terus belajar akan mengasah kemampuan dalam menyampaikan budaya Korea kepada masyarakat melalui tulisan.

Dengan adanya sesi berbagi ini, para peserta tidak hanya memperoleh motivasi, tetapi juga mendapatkan contoh nyata bagaimana konsistensi dan kreativitas dapat membawa mereka meraih prestasi terbaik.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait