Penulis: Wartawan Kehormatan Hurum Maqshuro dari Indonesia
Foto: Hurum Maqshuro
Pada tanggal 2 Juni 2026 penulis mengunjungi kawasan wisata Ganjeolgot di Ulsan yang dikenal sebagai salah satu tempat pertama yang menyambut terbitnya matahari di Semenanjung Korea. Bersama Jeongdongjin di Gangneung dan Homigot di Pohang, kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama matahari terbit.
Pada tanggal 2 Juni 2026 penulis mengunjungi kawasan wisata Ganjeolgot di Ulsan yang dikenal sebagai salah satu tempat pertama yang menyambut terbitnya matahari di Semenanjung Korea.
Bersama Jeongdongjin di Gangneung dan Homigot di Pohang, kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama matahari terbit.
Keistimewaan Ganjeolgot tidak hanya terletak pada hamparan lautnya yang luas, tetapi juga pada letak geografisnya yang berada lebih ke tenggara sehingga matahari musim dingin terbit sedikit lebih awal dibandingkan beberapa lokasi terkenal lainnya.
Keunikan tersebut menjadikan Ganjeolgot sebagai destinasi populer untuk menyambut tahun baru dan menikmati keindahan fajar di Korea.
Namun di balik pemandangan lautnya yang indah, Ganjeolgot juga menyimpan jejak sejarah. Sejak dahulu, kawasan yang terbuka luas ke arah Laut Timur ini memiliki posisi strategis sebagai titik pengawasan dan jalur pelayaran penting di pesisir tenggara Korea.
Penulis mengambil foto pemandangan Ganjeolgot di saat cuaca cerah di sore hari pada saat mengunjungi Ganjeolgot di bulan Mei 2026.
Letaknya yang strategis menjadikan Ganjeolgot sebagai wilayah yang diperebutkan pada masa Perang Imjin (1592–1598).
Kawasan ini berperan sebagai benteng pertahanan untuk menghadapi serangan bajak laut Jepang yang memasuki wilayah pesisir tenggara Korea. Namun, Ganjeolgot juga menjadi jalur masuk bagi pasukan Jepang yang menyeberangi Laut Timur.
Selain menjadi saksi konflik masa lalu, Ganjeolgot juga berperan sebagai jalur maritim penting yang menghubungkan Korea dengan lautan lepas. Peran tersebut turut mendorong pembangunan mercusuar sejak awal untuk membantu navigasi kapal-kapal yang melintasi kawasan ini.
Potret yang diambil pada tanggal 2 Juni 2026 ini merupakan Mercusuar Ganjeolgot yang memadukan fungsi navigasi maritim dengan unsur arsitektur tradisional Korea melalui atap bergaya hanok.
Sebagai jalur pelayaran penting di pesisir timur Korea, Ganjeolgot telah lama memerlukan fasilitas navigasi bagi kapal-kapal yang melintas. Oleh karena itu, pada Maret 1920, mercusuar pertama Ganjeolgot dibangun pada masa pendudukan Jepang.
Setelah pertama kali dibangun pada Maret 1920 dan mengalami dua kali renovasi, Mercusuar Ganjeolgot yang berdiri saat ini selesai dibangun pada tahun 2001.
Dengan tinggi sekitar 17 meter, mercusuar ini memadukan unsur arsitektur tradisional Korea melalui atap bergaya hanok serta struktur unik yang terdiri dari fondasi berbentuk lingkaran, badan segi delapan, dan atap segi sepuluh.
Potret yang diambil pada tanggal 2 Juni 2026 ini merupakan kotak surat raksasa bernama U-pyeon "Wish Mailbox" yang didirikan pada Desember 2006.
Menelusuri area Ganjeolgot, terdapat sebuah kotak surat raksasa bernama Wish Mailbox didirikan pada Desember 2006.
Berlokasi menghadap langsung ke laut, tempat ini menjadi salah satu spot ikonik yang memungkinkan pengunjung mengirimkan surat berisi harapan dan pesan mereka, terutama di saat matahari terbit di awal tahun.
Kawasan Ganjeolgot juga memiliki area "Imagination Space" yang menampilkan berbagai karya dari material daur ulang. Pengunjung dapat menemukan replika dinosaurus hingga robot raksasa yang tersebar di taman.
Potret ini diambil ketika penulis mengunjungi area "Imagination Space" di Ganjeolgot di bulan Mei 2026 ketika cuaca sedang cerah.
Perkembangan kawasan ini berlanjut pada tahun 2018 dengan renovasi Balai Pameran Mercusuar Ganjeolgot menjadi ruang interaktif digital.
Dilengkapi berbagai teknologi multimedia dan dek observasi, fasilitas ini menawarkan pengalaman edukatif sekaligus tempat untuk menikmati panorama laut di sekitar mercusuar.
Ganjeolgot tidak hanya dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menyaksikan matahari terbit di Korea, tetapi juga sebagai kawasan yang menyimpan jejak sejarah dan perkembangan maritim yang panjang.
Keberadaan benteng, mercusuar, serta berbagai fasilitas yang dibangun dari masa ke masa menunjukkan bagaimana kawasan ini terus berkembang sambil mempertahankan nilai sejarah dan budayanya.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya