Wartawan Kehormatan

2026.06.24

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Audrey Regina dari Indonesia
Foto: Audrey Regina

Provinsi Gangwon yang terletak di sisi timur laut Korea menawarkan sejuta pesona yang sayang untuk dilewatkan, salah satunya adalah wisata alam dan sejarah di Cheorwon-gun.

Pada tanggal 6 Juni 2026 penulis berkunjung ke Cheorwon untuk menikmati salah satu objek wisata alam yang terkenal, yaitu Hantangang UNESCO Global Geopark. Taman bumi ini sangat luas dan membentang dari Provinsi Gyeonggi hingga Gangwon.

Untuk pergi ke Hantangang UNESCO Global Geopark, pengunjung harus berjalan kaki kurang lebih 3-4 kilometer sehingga membutuhkan fisik yang cukup baik. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan alam berupa situs geologi yang dibentuk oleh proses tektonik dan aktivitas vulkanik.

Pemandangan di Hantangang UNESCO Global Geopark. Di sisi kanan terdapat jalur pejalan kaki sepanjang 3-4 kilometer.

Pemandangan di Hantangang UNESCO Global Geopark. Di sisi kanan terdapat jalur pejalan kaki sepanjang 3-4 kilometer.


Setelah berjalan kaki hingga 4 kilometer di Hantangang UNESCO Global Geopark, penulis pun mengunjungi salah satu rumah makan yang terkenal dengan olahan daging sapinya dan mencoba menu ttukbaegi bulgogi, yaitu hidangan berupa sup daging sapi yang dicampur dengan sayur-sayuran, jamur, dan juga sohun.

Potret ttukbaegi bulgogi, hidangan berkuah ala Korea dengan daging sapi sebagai menu utama serta sayur-sayuran, jamur, dan sohun sebagai pelengkap.

Potret ttukbaegi bulgogi, hidangan berkuah ala Korea dengan daging sapi sebagai menu utama serta sayur-sayuran, jamur, dan sohun sebagai pelengkap.


Selanjutnya, penulis juga menyempatkan datang ke Cheorwon History and Culture Park, yaitu tempat yang didirikan berdasarkan kondisi pusat kota Cheorwon pada tahun 1930-an. Di sini, pengunjung bisa menikmati suasana kota seolah-olah sedang berada di Korea pada tahun 1930-an.

Salah satu bangunan yang ada di Cheorwon History and Culture Park adalah kantor pos yang dibuat dengan gaya tahun 1930-an.

Salah satu bangunan yang ada di Cheorwon History and Culture Park adalah kantor pos yang dibuat dengan gaya tahun 1930-an.


Selain berfoto dan melihat-lihat pemandangan sekitar, pengunjung juga dapat bersantai sambil menikmati kopi atau es krim yang dijual di kafe setempat, atau mencoba pengalaman baru berupa menaiki monorel sampai ke Gunung Soisan.

Gunung Soisan memiliki ketinggian 362 meter di atas permukaan laut dan medannya tidak terlalu curam, tetapi jika ingin perjalanan yang lebih nyaman, pengunjung bisa mencoba menaiki monorel.

Perjalanan ke Gunung Soisan dengan menaiki monorel berjarak sekitar 1,8 kilometer atau 10 menit sekali jalan.

Monorel menuju Gunung Soisan dapat dinaiki dengan membeli tiket dan naik dari stasiun yang ada di Cheorwon History & Culture Park.

Monorel menuju Gunung Soisan dapat dinaiki dengan membeli tiket dan naik dari stasiun yang ada di Cheorwon History & Culture Park.


Cheorwon dengan pesona wisata alam dan sejarahnya dapat menjadi alternatif wisata lain saat berkunjung ke Korea selain Seoul dan Busan.

Mengunjungi Hantangang UNESCO Global Geopark atau mendaki santai di Gunung Soisan juga dapat menjadi pilihan jika ingin berwisata yang melibatkan banyak aktivitas fisik di Korea.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait