Wartawan Kehormatan

2026.05.22

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Amanda Larasati dari Indonesia
Foto: Amanda Larasati

King Sejong Institute (KSI) merupakan lembaga pendidikan bahasa dan budaya Korea di bawah naungan pemerintah Korea. Setiap tahunnya KSI di berbagai cabang menyelenggarakan kompetisi berbicara dan menulis bahasa Korea untuk menjaring talenta bahasa Korea terbaik dari seluruh dunia. Pemenang dari setiap KSI mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program pelatihan kebudayaan di Korea.

Pada tanggal 17 Mei 2026 KSI Jakarta menggelar kompetisi berbicara dan menulis bahasa Korea di Aula D Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya), Jakarta. Kompetisi ini diikuti oleh murid aktif KSI Jakarta periode 2026 dan lulusan KSI Jakarta periode 2024-2025.

Kompetisi berbicara dan menulis bahasa Korea KSI Jakarta dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2026 di Aula D Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta.

Kompetisi berbicara dan menulis bahasa Korea KSI Jakarta dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2026 di Aula D Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta.


Kompetisi berbicara dan menulis bahasa Korea KSI tahun ini mengusung dua tema, yaitu "Bahasa Korea dalam Kehidupan Sehari-hari Saya" dan "Alasan Saya Belajar Bahasa Korea."

Terdapat 13 orang peserta pada kategori menulis dan 12 orang peserta pada kategori berbicara. Penulis berkesempatan untuk menyaksikan penampilan peserta pada kompetisi berbicara. Sebelum kompetisi berbicara dimulai, peserta mengambil nomor urut tampil secara acak.

Peserta kompetisi berbicara bahasa Korea KSI Jakarta sedang mengambil nomor urut tampil.

Peserta kompetisi berbicara bahasa Korea KSI Jakarta sedang mengambil nomor urut tampil.


Kompetisi berbicara diawali dengan perkenalan dewan juri oleh staf KSI Jakarta, Sodiq, selaku pemandu acara. Dewan juri yang bertugas merupakan pengajar bahasa Korea di KSI Jakarta.

Setiap peserta memiliki waktu 5 menit untuk berpidato. Mayoritas peserta memilih tema "Alasan Saya Belajar Bahasa Korea." Mereka menceritakan motivasi dan perjalanan mereka mempelajari bahasa Korea dengan penuh antusiasme. Ada beragam faktor yang mendorong mereka untuk mempelajari bahasa Korea seperti perkembangan halyu, pengembangan diri, hingga kebutuhan profesi.

Salah satu peserta kompetisi berbicara bahasa Korea KSI Jakarta, Qonita Haffiya Yusuf, sedang menampilkan pidatonya dengan tema Alasan Saya Belajar Bahasa Korea.

Salah satu peserta kompetisi berbicara bahasa Korea KSI Jakarta, Qonita Haffiya Yusuf, sedang menampilkan pidatonya dengan tema "Alasan Saya Belajar Bahasa Korea."


Salah satu peserta, Erika Hadi Septiani, mengungkapkan minatnya untuk mempelajari bahasa Korea tumbuh setelah ia menonton drama sejarah tentang Maharaja Sejong berjudul Deep Rooted Tree. Ia mengaku terinspirasi oleh kisah Maharaja Sejong yang menciptakan hangeul.

Hal yang paling menarik sekaligus menantang pada kompetisi berbicara KSI Jakarta adalah sesi tanya jawab dari para juri untuk setiap peserta.

Dewan juri mengajukan dua pertanyaan yang harus peserta jawab setelah mereka selesai berpidato. Pertanyaan pertama berkaitan dengan isi pidato mereka. Pertanyaan kedua adalah pertanyaan tambahan secara acak.

Pertanyaan tambahan cenderung lebih sederhana dan berkaitan dengan tema kehidupan sehari-hari seperti makanan Korea favorit, selebritas Korea yang peserta sukai, ataupun tempat wisata di Korea yang ingin peserta kunjungi.

Salah seorang peserta kompetisi berbicara bahasa Korea KSI Jakarta, Mitha Millenia, sedang mengambil kertas yang berisi pertanyaan tambahan pada sesi tanya jawab dengan juri.

Salah seorang peserta kompetisi berbicara bahasa Korea KSI Jakarta, Mitha Millenia, sedang mengambil kertas yang berisi pertanyaan tambahan pada sesi tanya jawab dengan juri.


Sesi tanya jawab mengukur pemahaman peserta terhadap isi pidato dan kecakapan berbicara bahasa Korea mereka.

Kemampuan peserta kompetisi berbicara bahasa Korea KSI Jakarta membuat penulis sebagai pemelajar bahasa Korea terkesan. Mereka tidak hanya mampu menyampaikan gagasan dengan baik, tetapi juga menjawab pertanyaan dengan tepat. Penulis juga belajar pentingnya intonasi, artikulasi, dan kepercayaan diri ketika berbicara di depan umum.

Setelah seluruh peserta tampil, dewan juri berdiskusi untuk menentukan pemenang kompetisi berbicara dan menulis bahasa Korea KSI Jakarta 2026.

Pemenang pada kategori kompetisi menulis adalah Hartina Hiromi (juara 1), Keviana (juara 2), dan Steffi Ratanadewi (juara 3). Pemenang pada kategori kompetisi berbicara adalah Erika Hadi Septiani (juara 1), Qonita Haffiya Yusuf (juara 2), dan Mitha Millenia (juara 3).

Pemenang kompetisi berbicara dan menulis bahasa Korea KSI Jakarta berfoto bersama dewan juri.

Pemenang kompetisi berbicara dan menulis bahasa Korea KSI Jakarta berfoto bersama dewan juri.


Hanya satu pemenang yang akan mewakili KSI Jakarta untuk mengikuti program pelatihan kebudayaan di Korea. Juara 1 kompetisi berbicara bahasa Korea, Erika Hadi Septiani, terpilih sebagai juara umum dari KSI Jakarta.

Pengumuman Erika sebagai juara umum disambut tepuk tangan penonton yang meriah. Erika akan berpartisipasi dalam program pelatihan kebudayaan yang diselenggarakan oleh King Sejong Institute Foundation (KSIF) di Korea pada Oktober mendatang.

Juara 1 kompetisi berbicara bahasa Korea KSI Jakarta, Erika Hadi Septiani, akan mewakili KSI Jakarta dalam program pelatihan kebudayaan Korea yang akan diselenggarakan di Korea bulan Oktober 2026.

Juara 1 kompetisi berbicara bahasa Korea KSI Jakarta, Erika Hadi Septiani, akan mewakili KSI Jakarta dalam program pelatihan kebudayaan Korea yang akan diselenggarakan di Korea bulan Oktober 2026.


Dalam pidatonya, Erika menuturkan bahwa mempelajari bahasa Korea telah mengubah hidupnya. Baginya, bahasa Korea tidak hanya berperan sebagai media komunikasi, tetapi juga memberikannya berbagai peluang dan pengalaman berharga.

Perjalanan Erika dari awal mempelajari bahasa Korea hingga berhasil menjuarai kompetisi berbicara bahasa Korea KSI Jakarta 2026 memotivasi penulis agar senantiasa konsisten dalam mempelajari bahasa Korea dan tidak ragu untuk mencoba kesempatan baru.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait