Penulis: Wartawan Kehormatan Mutiara Syahadati dari Indonesia
Foto: Mutiara Syahadati
Menulis catatan harian di Korea sudah menjadi keseharian, bahkan banyak di antara warga Korea yang menghias buku hariannya. Kegiatan membuat catatan harian tersebut menjadi salah satu aktivitas populer yang memadukan refleksi diri dengan estetika visual kreatif serta menjadikan jurnaling bagian dari gaya hidup kreatif.
Mazaya Yazid memperkenalkan dan menceritakan pengalamannya di dunia jurnal pada acara Korean Creative Journaling hari Jumat (6/3/2026) di Jakarta.
Pada hari Jumat (6/3/2026) Korea Cultural Center Indonesia (KCCI) mengadakan kegiatan bertajuk Korean Creative Journaling. Melalui acara ini, peserta akan diajak membuat dan memahami pembuatan jurnal bertema Korea bersama komunitas Lulana Life. Acara ini dihadiri oleh Mazaya Yazid CEO dari Lulana Life.
Mazaya memperkenalkan dan menceritakan pengalamannya di dunia jurnal. Ia mengungkapkan bahwa jurnal bagaikan sebuah karya estetik dari refleksi diri dan perencanaan aktivitas. Bahkan jurnal dapat menilai individu dari sudut pandang psikologis. Hal tersebut terlihat dari cara seseorang mengutarakan isi pikirannya melalui jurnal.
Mazaya Yazid menjelaskan gaya membuat jurnal secara umum pada acara Korean Creative Journaling hari Jumat (6/3/2026) di Jakarta.
Terdapat tiga gaya utama yang digunakan serta disesuaikan dengan kreativitas masing-masing penulis jurnal. Gaya penulisan mengutamakan isi dan gaya tulisan yang konsisten. Gaya seni berfokus pada estetika visual. Selain itu gaya kreatif menggabungkan dua gaya penulisan jurnal.
Mazaya Yazid menjelaskan mengenai K-Style Journaling pada acara Korean Creative Journaling hari Jumat (6/3/2026) di Jakarta.
Korea memiliki gaya pembuatan jurnal unik yang dikenal sebagai K-Style Journaling. Gaya jurnal Korea merupakan gaya pembuatan jurnal secara estetik yang menggunakan berbagai dekorasi, seperti stiker, selotip dekoratif, foto polaroid, dan sebagainya.
Gaya pembuatan jurnal ala Korea membuat tampilan jurnal lebih mirip seperti buku kliping. Gaya penulisan tangan yang unik pun menambah nilai artistik jurnal sehingga membuatnya terlihat lebih cantik.
Peserta acara Korean Creative Journaling diberi kesempatan membuat jurnal dengan gaya Korea melalui berbagai tema, seperti budaya Korea, idola K-pop, dan K-drama. Peserta dibebaskan untuk sekreatif mungkin membuat jurnal tersebut. Alat dan bahan untuk membuat jurnal sudah disediakan dan banyak bahan dekorasi estetik sehingga peserta juga dapat saling berbagi inspirasi.
Keseruan peserta saat sesi membuat dan memahami journaling bertema Korea bersama komunitas Lulana Life pada acara Korean Creative Journaling hari Jumat (6/3/2026) di Jakarta.
Momen pembuatan jurnal membuat aktivitas semakin seru karena selain peserta saling bertukar ide, mereka juga bisa berbagi cerita tentang budaya Korea yang disukai. Peserta lain juga membuat jurnal dengan berbagai sudut pandang mereka dan mendekorasinya dengan sekreatif mungkin.
K-Style Journaling ini juga merupakan pengalaman pertama bagi penulis. Penulis membuat jurnal dengan gaya kreatif dan memilih tema K-Drama dengan mengutip dari beberapa dialog dari drama yang pernah ditonton.
Penulis kemudian mendekorasi jurnal dengan berbagai penggunaan stiker, memo, foto, dan selotip dekoratif agar terlihat estetik. Penulis menggunakan kutipan dialog dari drama The Heirs, Crush Landing on You, dan 18 Again.
Jurnal gaya Korea yang dibuat oleh penulis dengan tema K-Drama pada acara Korean Creative Journaling hari Jumat (6/3/2026) di Jakarta.
Setelah mengikuti acara Korean Creative Journaling, penulis merasa bahwa aktivitas jurnal ternyata sangat seru. Dengan menulis dan mendekorasi sesuai gaya masing-masing, para peserta bisa menyalurkan kegemaran tentang Korea melalui jurnal serta melatih kreativitas masing-masing.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Wartawan Kehormatan merupakan komunitas masyarakat dunia yang menyukai Korea dan membagikan minat mereka terhadap Korea dalam bentuk tulisan.