Makanan/Pariwisata

2025.12.26

Tren wisata Korea berubah seiring dengan jumlah wisatawan mancanegara yang hampir mencapai 20 juta orang pada tahun 2025. Menurut data yang dirangkum oleh Organisasi Pariwisata Korea dan LGU+, kini wisatawan mancanegara tak lagi mengunjungi tempat-tempat wisata yang itu-itu saja.

Wisatawan mancanegara memilih untuk merasakan kehidupan warga lokal Korea. Tren ini disebut sebagai dailycation, yaitu penggabungan antara daily (sehari-hari) dan vacation (liburan).

Salah satu kata kunci wisatawan yang mengunjungi Korea pada tahun 2025 adalah 'petualangan lokal'. Semakin banyak wisatawan asing yang mengunjungi berbagai daerah di luar Seoul pada tahun ini.

Jalur kereta api cepat dengan KTX dan SRT membuat para wisatawan asing bisa dengan mudah mengunjungi berbagai pelosok Korea. Mereka bisa merasakan suasana dan makanan baru yang hanya ada di daerah tertentu saja.


Penulis: Lee Jeong Woo dan Park Daejin


Wisatawan asing mengunjungi berbagai pelosok Korea dengan kereta cepat

Stasiun Seoul dipenuhi dengan penumpang kereta pada tanggal 27 September 2023. Tujuan wisata para wisatawan asing pun semakin beragam seiring dengan meluasnya kepopuleran halyu dan pemajaman terkait Korea. Mereka pun kini melangkahkan kaki mereka ke berbagai kota kecil di Korea. Salah satu faktor terbesar yang membuat para wisatawan asing bepergian dengan mudah adalah jalur kereta cepat di Korea. Menurut KORAIL, warga negara asing yang menggunakan kereta cepat di Korea meningkat dari 1,43 juta orang di tahun 2023 menjadi 2,5 juta orang di tahun 2024. Jumlah penumpang WNA bahkan telah mencapai 2,84 juta orang di paruh pertama tahun 2025. (Korea.net DB)

Stasiun Seoul dipenuhi dengan penumpang kereta pada tanggal 27 September 2023. Tujuan wisata para wisatawan asing pun semakin beragam seiring dengan meluasnya kepopuleran halyu dan pemajaman terkait Korea. Mereka pun kini melangkahkan kaki mereka ke berbagai kota kecil di Korea. Salah satu faktor terbesar yang membuat para wisatawan asing bepergian dengan mudah adalah jalur kereta cepat di Korea. Menurut KORAIL, warga negara asing yang menggunakan kereta cepat di Korea meningkat dari 1,43 juta orang di tahun 2023 menjadi 2,5 juta orang di tahun 2024. Jumlah penumpang WNA bahkan telah mencapai 2,84 juta orang di paruh pertama tahun 2025. (Korea.net DB)



Perjalanan waktu di Gunsan

Foto di atas menunjukan Studio Foto Chowon yang terletak di Kota Gunsan, Provinsi Jeollabuk. Gunsan masih menjaga berbagai bangunan yang dibangun puluhan tahun lalu. Wisatawan dari dalam dan luar Korea yang mengunjungi Gunsan, mengambil foto dan mengunggahnya di media sosial mereka karena merasa seakan kembali ke masa lalu. (Organisasi Pariwisata Korea)

Foto di atas menunjukan Studio Foto Chowon yang terletak di Kota Gunsan, Provinsi Jeollabuk. Gunsan masih menjaga berbagai bangunan yang dibangun puluhan tahun lalu. Wisatawan dari dalam dan luar Korea yang mengunjungi Gunsan, mengambil foto dan mengunggahnya di media sosial mereka karena merasa seakan kembali ke masa lalu. (Organisasi Pariwisata Korea)



Daegu: Kota dengan identitas yang kuat

Foto di atas menunjukkan dua orang wisatawan asing yang sedang mengunjungi Jalan Kim Kwangseok yang terletak di Kota Daegu. Kota ini memiliki identitas dan suasana yang unik sehingga menarik para wisatawan asing. Salah satu tempat yang wajib untuk dikunjungi adalah Jalan Kim Kwangseok yang merupakan gang retro di Daegu. Berbagai toko, kafe, dan restoran memenuhi gang-gang retro di Daegu sehingga memberikan daya tarik baru bagi para wisatawan. (Pemerintah Kota Daegu)

Foto di atas menunjukkan dua orang wisatawan asing yang sedang mengunjungi Jalan Kim Kwangseok yang terletak di Kota Daegu. Kota ini memiliki identitas dan suasana yang unik sehingga menarik para wisatawan asing. Salah satu tempat yang wajib untuk dikunjungi adalah Jalan Kim Kwangseok yang merupakan gang retro di Daegu. Berbagai toko, kafe, dan restoran memenuhi gang-gang retro di Daegu sehingga memberikan daya tarik baru bagi para wisatawan. (Pemerintah Kota Daegu)



Busan: Bertransformasi menjadi pusat wisata medis dan kebugaran

Foto di atas merupakan panorama yang terlihat dari rute pinggir laut Dongbaek yang terletak di Kota Busan. Kota tersebut kini bertransformasi dari sebuah kota maritim menjadi kota yang seimbang dari segi wisata medis dan kebugaran dengan wisata bahari. Tur medis kini menjadi salah satu paket wisata unggulan Busan. Berbagai infrastruktur layanan medis kini mulai menjamur di dekat Pantai Haeundae dan Gwangalli yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Wisatawan Asia, Eropa, dan Amerika tak hanya datang untuk merasakan suasana pantai di Busan, tetapi juga datang untuk melakukan pengecekan kesehatan dan operasi plastik. (Pemerintah Kota Busan)

Foto di atas merupakan panorama yang terlihat dari rute pinggir laut Dongbaek yang terletak di Kota Busan. Kota tersebut kini bertransformasi dari sebuah kota maritim menjadi kota yang seimbang dari segi wisata medis dan kebugaran dengan wisata bahari. Tur medis kini menjadi salah satu paket wisata unggulan Busan. Berbagai infrastruktur layanan medis kini mulai menjamur di dekat Pantai Haeundae dan Gwangalli yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Wisatawan Asia, Eropa, dan Amerika tak hanya datang untuk merasakan suasana pantai di Busan, tetapi juga datang untuk melakukan pengecekan kesehatan dan operasi plastik. (Pemerintah Kota Busan)



Wajah baru pariwisata Jeju


Pemandangan Soesokkak yang terletak di Kota Seogwipo Provinsi Jeju Jeju sejak dahulu dikenal sebagai tempat wisata yang paling dicintai oleh masyarakat Korea karena keindahan alamnya Akan tetapi akhir-akhir ini Jeju juga masuk menjadi tempat yang wajib dikunjungi oleh wisatawan asing untuk menikmati suasana alam melalui pantai dan juga hutan serta pegunungannya.br><br>Salah satu kegiatan yang paling menarik bagi para wisatawan adalah treking oreum, yaitu kegiatan penjelajahan alam di pegunungan vulkanik Jeju melalui kerucut-kerucut parasit vulkanik yang disebut oreum dalam bahasa Jeju. Kegiatan ini membuat para wisatawan asing bisa melihat langsung keunikan geologi dan vegetasi khas Jeju. Mereka pun lebih memilih merasakah ketenangan alam di kampung-kampung tersembunyi dan penginapan kecil dibandingkan dengan hotel mewah yang berada di Jeju. (Pemerintah Provinsi Jeju)

Pemandangan Soesokkak yang terletak di Kota Seogwipo, Provinsi Jeju. Jeju sejak dahulu dikenal sebagai tempat wisata yang paling dicintai oleh masyarakat Korea karena keindahan alamnya. Akan tetapi, akhir-akhir ini Jeju juga masuk menjadi tempat yang wajib dikunjungi oleh wisatawan asing untuk menikmati suasana alam melalui pantai dan juga hutan serta pegunungannya.

Salah satu kegiatan yang paling menarik bagi para wisatawan adalah treking oreum, yaitu kegiatan penjelajahan alam di pegunungan vulkanik Jeju melalui kerucut-kerucut parasit vulkanik yang disebut oreum dalam bahasa Jeju. Kegiatan ini membuat para wisatawan asing bisa melihat langsung keunikan geologi dan vegetasi khas Jeju. Mereka pun lebih memilih merasakah ketenangan alam di kampung-kampung tersembunyi dan penginapan kecil dibandingkan dengan hotel mewah yang berada di Jeju. (Pemerintah Provinsi Jeju)


b1614409@korea.kr

konten yang terkait