Seorang pengunjung asing memperhatikan pameran Tripitaka Koreana yang dipamerkan pada tanggal 23 Juli 2026 di K-Heritage House yang dibuka di BEXCO, Haeundae-gu, Busan.
Penulis: Margareth Theresia
Foto: Park Daejin
Pintu masuk K-Heritage House dipenuhi oleh para pengunjung pada tanggal 23 Juli 2026 di BEXCO, Haeundae-gu, Busan. Sebagian besar para pengunjung itu mengantre untuk masuk ke K-Heritage Pavilion.
K-Heritage Pavilion dan Heritage: Timeless Time merupakan dua ruangan yang paling banyak dikunjungi oleh pengunjung di area K-Heritage House.
Kedua ruangan tersebut memamerkan warisan budaya Korea dengan bentuk seni media dan digital sehingga membuat para pengunjung terpana.
Warisan-warisan budaya tersebut ditampilkan dengan menggunakan proyektor di dinding raksasa sehingga terasa nyata dan hidup.
Para pengunjung asing menikmati pameran seni media pemandangan alam di K-Heritage Pavilion pada tanggal 23 Juli 2026 di K-Heritage House yang dibuka di BEXCO, Haeundae-gu, Busan.
K-Heritage House merupakan ruang pameran resmi Korea sebagai tuan rumah Sidang Komite Warisan UNESCO ke-48.
Ruang seluas dua kali lapangan sepak bola tersebut dibuka pada tanggal 20 Juli 2026 dan menyajikan 45 ruang pameran serta aktivitas melalui partisipasi dari 35 lembaga.
K-Heritage House juga merupakan salah satu acara utama dari sidang tersebut dan menampilkan berbagai warisan dunia, warisan budaya takbenda, dan warisan ingatan dunia milik Korea di satu tempat.
Tak hanya pameran, ruang ini pun menggelar berbagai program yang bisa dinikmati pengunjung, seperti pertunjukan, aktivitas budaya, hingga makanan.
Acara reka ulang Napak Tilas Keluarga Kerajaan digelar pada tanggal 23 Juli 2026 di K-Heritage House yang dibangun di BEXCO, Haeundae-gu, Busan.
Berbagai ruang aktivitas budaya pun digelar bagi para pengunjung. Institut Ilmu Korea memamerkan beragam warisan budaya pyeonaek (papan nama bangunan ala Korea) dan membuka aktivitas membuat pyeonaek kecil bagi para pengunjung.
Kementerian Kelautan dan Perikanan memperkenalkan warisan dunia UNESCO di Korea bernama Getbol, Dataran Lumpur Korea serta beragam hidangan laut Korea.
Kementerian Pertanian, Pangan dan Peternakan membuka program untuk mencicipi berbagai kuliner khas Korea serta memperkenalkan warisan budaya takbenda UNESCO dari Korea bernama Budaya Pembuatan Jang.
Di dalam K-Heritage House dipasang pula panggung K-Heritage Stage yang menampilkan musik tradisional Korea. Sebanyak 38 pertunjukan akan menghibur pada pengunjung selama sepuluh hari.
Tak hanya itu, berbagai pertunjukan yang merekonstruksi budaya kerajaan Dinasti Joseon (1392-1910) juga digelar, seperti Upacara Pergantian Pasukan Penjaga Kerajaan dan Napak Tilas Keluarga Kerajaan.
Para pengunjung terlihat mengikuti program membuat bunga tradisional kertas pada tanggal 23 Juli 2026 di stan Kuil Jingwansa di K-Heritage House, BEXCO, Haeundae-gu, Busan.
Mogylko Song Iuliia dari Ukraina mengungkapkan, "Saya mengunjungi (K-Heritage House) karena ingin mempromosikan budaya Korea yang sudah saya ketahui kepada penduduk asing lain."
Ia menambahkan, "Saya berharap orang asing lain bisa memahami sisi lain budaya Korea, tidak hanya K-pop."
Adam Hugo Shen Louis dari Prancis pun mengungkapkan kekagumannya terhadap seni media yang dipamerkan.
Ia menuturkan, "Saya telah mengunjungi banyak pameran di Seoul, tetapi pameran di Busan ini sangat berbeda. Saya merasa pameran yang menggunakan proyektor untuk menampilkan warisan budaya sangatlah unik."
margareth@korea.kr