Presiden Lee Jae Myung memberikan kata sambutan dalam acara pembukaan Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48 yang digelar pada tanggal 19 Juli 2026 di Busan.
Penulis: Hong Angie
Foto: Cheong Wa Dae
Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48 akan dibuka resmi pada tanggal 19 Juli 2026 di BEXCO, Busan.
Sidang yang bertujuan untuk mempererat kerja sama internasional dan pelestarian warisan budaya dunia tersebut digelar di Korea untuk pertama kalinya.
Sidang di Busan diprediksi akan menjadi tonggak bersejarah untuk menetapkan solusi bersama melalui kunci solidaritas bernama 'budaya' yang dapat digunakan dalam kondisi kompleks yang dihadapi oleh umat manusia saat ini, seperti krisis iklim dan konflik.
Layanan Warisan Korea mengungkapkan bahwa acara pembukaan hari itu dihadiri oleh 2.929 orang tamu undangan dari 155 negara.
Beberapa tamu penting di antaranya adalah Presiden Lee Jae Myung; Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El-Enany; Kepala Layanan Warisan Korea, Huh Min; dan Wali Kota Busan, Chun Jae-soo.
Dalam kata sambutannya, Presiden Lee menyambut para delegasi dari berbagai negara. Ia menekankan pentingnya dialog dan kerja sama internasional melalui kebudayaan dan warisan di tengah era yang diwarnai konflik dan perpecahan.
Presiden Lee juga menyatakan tekad Korea untuk menghubungkan dunia melalui 'kekuatan budaya' serta memimpin upaya perdamaian dan kerja sama bersama UNESCO.
Ia mengungkapkan, "Bukan suatu kebetulan bahwa Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO diselenggarakan di Republik Korea pada tahun yang bertepatan dengan peringatan 150 tahun kelahiran Kim Gu."
Presiden Lee menambahkan, "Semangat Konstitusi UNESCO yang menyatakan bahwa 'benteng perdamaian harus dibangun dalam pikiran manusia' mengarah tepat ke tujuan yang sama dengan pemikiran Kim Gu yang ingin mewujudkan perdamaian melalui kebudayaan dan mendorong persatuan umat manusia."
Ia melanjutkan, "Kami akan bergandengan tangan dengan seluruh dunia untuk menciptakan masa depan umat manusia yang lebih damai dan sejahtera bersama UNESCO."
Presiden Lee menutup dengan mengatakan, "Saya berharap sidang kali ini akan menjadi tonggak baru bagi perlindungan warisan dunia dan kerja sama internasional."
Berbagai subacara pun digelar sebelum, saat, dan sesudah acara pembukaan tersebut. Selain itu, G-Dragon pun hadir di tengah acara untuk menyampaikan pesan perdamaian.
Saat menyampaikan pesan tersebut di atas panggung, G-Dragon mengutarakan, "Menjaga warisan bukan hanya berarti melestarikan masa lalu, melainkan juga menciptakan perdamaian pada masa depan.
Ia pun menyampaikan harapan mengenai kepedulian-kepedulian kecil terhadap warisan dunia yang bermula di Busan, dapat berkembang menjadi perdamaian besar yang menghubungkan seluruh dunia.
Presiden Lee Jae Myung (kanan) berjabat tangan dengan Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El-Enany, sebelum acara pembukaan Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48 yang digelar pada tanggal 19 Juli 2026 di Busan.