Replika banhwa yang merupakan hadiah diplomatik kerajaan Dinasti Joseon dipamerkan di Istana Deoksugung hingga tanggal 30 Agustus 2026. (Charles Audouin)
Penulis: Charles Audouin
Dinasti Joseon (1392-1910) menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Prancis melalui penandatanganan Perjanjian Prancis-Korea 1886 pada tanggal 4 Juni 1886.
Untuk memperingati momen tersebut, Raja Gojong (bertakhta tahun 1864-1907) mengirimkan hadiah istimewa kepada Presiden Prancis saat itu, yaitu Sadi Carnot.
Hadiah tersebut merupakan banhwa, yakni sebuah kerajinan tangan yang mengandung harapan bagi keselamatan dan kemakmuran negara penerimanya.
Benda bersejarah yang selama ini menjadi koleksi Museum Nasional Seni Asia Guimet di Prancis tersebut kini direkonstruksi dalam bentuk replika Korea dan dapat dinikmati langsung oleh publik.
Dalam rangka memperingati 140 tahun hubungan diplomatik antara Korea dan Prancis, sebuah pameran khusus bertajuk Banhwa: Blossoms of Auspicious Wishes digelar hingga tanggal 30 Agustus 2026 di Aula Dondeokjeon, Istana Deoksugung, Seoul.
Pameran tersebut menyoroti latar belakang pemilihan banhwa sebagai hadiah diplomatik, makna simbolis bunga dan pohon dalam kerajinan tersebut, serta teknik pembuatannya.
Potret detail banhwa asli. Dari kiri bawah: bunga peoni yang menggambarkan kemakmuran dan keberuntungan serta pohon pinus dan pohon Platycladus yang bermakna umur panjang. (Layanan Warisan Korea)
Saat Presiden Prancis, Emmanuel Macron, melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea pada April 2026, Presiden Lee Jae Myung menghadiahkan kerajinan tangan yang menafsirkan ulang banhwa secara modern.
Oleh karena itu, pesan yang ingin disampaikan Raja Gojong pada 140 tahun lalu pun kini kembali dihadirkan dalam panggung diplomasi.
Layanan Warisan Korea menjelaskan bahwa banhwa merupakan warisan yang tidak hanya memuat doa bagi kemakmuran, umur panjang, kejayaan, dan harapan, tetapi juga mencerminkan tekad saat Joseon berupaya mencari jalan keluar di tengah tekanan negara-negara besar.
Potret pameran khusus bertajuk Gifts and Records: 140 Years of Korea–France Friendship yang digelar di Museum Istana Nasional Korea. (Layanan Warisan Korea)
Pameran lain yang menyoroti persahabatan mendalam dan sejarah diplomasi Korea-Prancis juga digelar di Museum Istana Nasional yang berada di kompleks Istana Gyeongbokgung.
Pameran khusus bertajuk Gifts and Records: 140 Years of Korea–France Friendship tersebut menampilkan berbagai hadiah dan surat yang dipertukarkan para pemimpin Korea dan Prancis sejak penandatanganan Perjanjian Prancis-Korea 1886.
Dalam pameran tersebut, para pengunjung dapat melihat beragam peninggalan sejarah, mulai dari naskah asli Perjanjian Prancis-Korea 1886 hingga kamus bahasa Korea-Prancis modern pertama yang disusun oleh para misionaris dari Paris Foreign Missions Society.
Turut dipamerkan pula porselen Sevres yang dikirimkan Sadi Carnot, yang dilantik sebagai Presiden Prancis pada tahun 1888, kepada Raja Gojong serta hadiah balasan dari Raja Gojong berupa seladon Goryeo, banhwa, dan buku.
Pameran tersebut juga memperkenalkan onggi jubyeong untuk pertama kalinya di Korea. Benda tersebut merupakan botol minum dari tembikar tradisional Korea yang diterima oleh diplomat Prancis, Charles de Montigny, saat bertemu dengan pejabat Joseon.
Ia datang ke Joseon pada tahun 1851 sebelum hubungan diplomatik antara Korea dengan Prancis terjalin untuk menyelamatkan para awak kapal penangkap paus asal Prancis, Narwal, yang terdampar di Pulau Bigeumdo, Sinan-gun.
Beragam hadiah yang dipertukarkan pada pemimpin Korea dan Prancis setelah berdirinya Pemerintah Republik Korea juga turut dipamerkan, seperti wadah perak, porselen, dan meja kecil tradisional Korea.
Dipamerkan pula kotak pernis bertatahkan kerang mutiara dan seladon yang dihadiahkan oleh mantan Presiden Roh Tae-woo dan mantan Presiden Kim Young-sam kepada mantan Presiden Prancis, Francois Mitterand.
Hadiah-hadiah tersebut menggambarkan perkembangan hubungan diplomatik modern antara Korea dengan Prancis.
Selama periode pameran juga akan diselenggarakan ceramah bagi pengunjung dewasa serta program edukasi bagi siswa sekolah dasar.
Pameran tersebut akan berlangsung di Museum Istana Nasional Korea hingga tanggal 2 Agustus 2026, kemudian akan digelar di Arsip Kepresidenan mulai tanggal 14 Agustus hingga 13 September 2026.
caudouin@korea.kr