Direktur Museum Nasional Korea, You Hong June, terlihat mengumumkan rencana kerja utama Museum Nasional Korea tahun 2026 pada tanggal 3 Februari 2026 di Museum Nasional Korea, Yongsan-gu, Seoul. (Lee Jeong Woo)
Penulis: Kang Gahui
Museum Nasional Korea mengumumkan berbagai perubahan untuk menyambut era 6,5 juta pengunjung.
Direktur Museum Nasional Korea, You Hong June, mengumumkan hal tersebut melalui konferensi pers Tahun baru yang digelar pada tanggal 3 Februari 2026 di Museum Nasional Korea, Yongsan-gu, Seoul.
Ia berkata, "Kami akan meningkatkan kualitas pengalaman yang didapatkan pengunjung."
Jam operasional museum dimajukan 30 menit per tanggal 16 Maret 2026 menjadi 09:30 s/d 17:30 untuk mengurangi tingkat keramaian.
Hari libur museum pun ditambah sehingga museum akan tutup setiap tanggal 1 Januari, hari raya Seollal, hari raya Chuseok, serta hari Minggu pertama pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember.
Selain itu, tempat parkir Taman Anak-anak Yongsan yang berada di dekat museum juga bisa digunakan sebagai tempat parkir museum. Ruang istirahat untuk bulan Agustus pun ditambah dengan kafe yang berada di dekat kolam museum.
Kualitas pameran permanen pun ditingkatkan sebelum kebijakan tiket berbayar diterapkan.
Ruang Kaligrafi dan Lukisan akan dibuka kembali pada tanggal 26 Februari 2026 dan menampilkan Sorotan Musim setiap tiga bulan sekali untuk memperkenalkan berbagai kaligrafi dan lukisan utama Korea.
Jalan Sejarah yang merupakan jalur menuju pameran permanen, akan menampilkan Daedongyeojido yang merupakan peta yang dibuat pada masa Dinasti Joseon (1392-1910), tepatnya pada akhir masa Joseon.
Ruang Kekaisaran Korea pun akan dibuka kembali pada bulan April serta Ruang Patung dan Lukisan Buddha akan dibuka kembali di bulan Desember.
You juga mengumumkan berbagai artefak Korea yang akan dipamerkan di luar Korea pada tahun 2026.
Berbagai koleksi mendiang Lee Kun-he yang didonasikan pun akan dipamerkan pada bulan Maret di Institut Kesenian Chicago di Amerika Serikat dan bulan Oktober di The British Museum di Inggris.
Museum Seni Cleveland pada bulan Oktober akan membuka pameran yang menyoroti budaya pemakaman di era Dinasti Goryeo (918-1392) dan dunia setelah kematian.
Museum Nasional Tokyo akan menggelar pameran pertukaran pada bulan Februari untuk menyambut 60 tahun normalisasi hubungan antara Korea dengan Jepang. Selain itu, pameran kaligrafi khusus akan digelar pada bulan Juli sebagai bagian dari Pertemuan Direktur Museum Nasional Korea, Tiongkok, dan Jepang.
Museum Guimet di Prancis akan membuka pameran khusus bertema Dinasti Silla (57 SM s/d 935 M) pada bulan Maret untuk memperingati 140 tahun hubungan diplomatik antara Korea dengan Prancis. Museum tersebut merupakan museum khusus seni Asia yang dikelola oleh negara.
Museum Shanghai di Tiongkok akan membuka pameran khusus yang memperkenalkan budaya Silla di bulan September untuk memperkenalkan KTT APEC (Konferensi Tingkat Tinggi Ekonomi Asia Pasifik) yang sebelumnya digelar di Gyeongju.
Pameran khusus dalam negeri lainnya yang layak untuk disoroti adalah pameran budaya kuliner Korea pada bulan Juli hingga Oktober serta pameran seni Thailand pertama di Korea pada bulan Juni hingga September.
You menekankan, "Jumlah pengunjung pada tahun 2025 merupakan indikator yang menunjukkan bahwa Korea telah menjadi negara maju pada bidang budaya. Kami akan mewujudkan K-museum tahun ini yang mampu memimpin dunia."
kgh89@korea.kr