Kebudayaan

2025.12.29

Seorang pengunjung terlihat sedang memperhatikan sosok boneka kuda poni yang dipamerkan dalam pameran khusus The Year of the Horse: The Famous Feast of the Horse di Museum Rakyat Nasional, Jongno-gu, Kota Seoul. (Park Daejin)

Seorang pengunjung terlihat sedang memperhatikan sosok boneka kuda poni yang dipamerkan dalam pameran khusus The Year of the Horse: The Famous Feast of the Horse di Museum Rakyat Nasional, Jongno-gu, Kota Seoul. (Park Daejin)



Penulis: Lee Jihae

Setiap tahun di Korea disimbolkan oleh seekor hewan. Sejak zaman Dinasti Silla Bersatu (tahun 676-935), masyarakat Korea memprediksi keberuntungan maupun doa dalam satu tahun melalui salah satu dari 12 hewan yang menyimbolkan tahun tersebut.

Kedua belas hewan tersebut adalah tikus, sapi, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, ayam, anjing, dan babi. Selain kedua belas hewan tersebut, terdapat pula lima simbol warna, yaitu biru, merah, kuning, putih, dan hitam. Oleh karena itu, terdapat siklus enam puluh tahun dengan menggabungkan simbol hewan dan warna tersebut.

Tahun 2026 di Korea merupakan tahun ke-43 dalam siklus 60 tahun sehingga disebut sebagai Tahun Kuda Merah. Tahun ini disebut juga sebagai Tahun Kuda Api di Indonesia.

Foto di atas menunjukkan mapae, yaitu pelat izin resmi kerajaan yang digunakan oleh pejabat pada masa Dinasti Joseon (1392-1910) untuk meminjam kuda dinas. (Park Daejin)

Foto di atas menunjukkan mapae, yaitu pelat izin resmi kerajaan yang digunakan oleh pejabat pada masa Dinasti Joseon (1392-1910) untuk meminjam kuda dinas. (Park Daejin)


Kuda merupakan moda transportasi utama di masa lalu sehingga kuda merupakan hewan yang sangat penting bagi masyarakat era Tiga Kerajaan (57 SM s/d 935 M), Dinasti Goryeo (918-1392), hingga Dinasti Joseon (1392-1910).

Simbol pentingnya kuda sebagai moda transportasi ditunjukkan melalui mapae yang merupakan pelat izin resmi kerajaan yang digunakan oleh para pejabat pada masa Dinasti Joseon untuk meminjam kuda dinas milik negara.

Pada masa itu, para pejabat memerlukan kuda untuk melakukan perjalanan jauh sehingga mereka menggunakan kuda-kuda milik negara yang berada di berbagai pos pemerintahan di seluruh penjuru Joseon dengan menggunakan mapae.

Video kuda yang berlarian ditampilkan dalam dalam pameran khusus The Year of the Horse: The Famous Feast of the Horse di Museum Rakyat Nasional, Jongno-gu, Kota Seoul. (Park Daejin)

Video kuda yang berlarian ditampilkan dalam dalam pameran khusus The Year of the Horse: The Famous Feast of the Horse di Museum Rakyat Nasional, Jongno-gu, Kota Seoul. (Park Daejin)


Pengembangbiakan kuda menjadi salah satu hal utama yang dilakukan oleh negara. Pengelolaan kerajaan yang berpusat di Semenanjung Korea membuat pengembangbiakan kuda sebagian besar dilakukan di Semenanjung Korea.

Penduduk Pulau Jeju mulai mengembangbiakkan kuda sejak Dinasti Goryeo mendapatkan serangan dari Mongolia dalam periode tahun 1270-1356.

Salah satu jenis kuda yang dikembangbiakkan secara masif di Jeju adalah kuda poni. Kuda jenis tersebut bahkan disebut sebagai 'kuda Jeju' dan ditetapkan sebagai warisan Jeju karena karakteristiknya.

Patung-patung di atas menunjukkan suasana balapan kuda di Korea pada masa lalu. (Lee Jihae)

Patung-patung di atas menunjukkan suasana balapan kuda di Korea pada masa lalu. (Lee Jihae)


Kuda masih populer di antara masyarakat Korea, bahkan hingga masa kontemporer. Korea membuka area balapan kuda pada tanggal 8 Mei 1954 di area Ttukseom dekat Sungai Hangang.

Area balapan kuda tersebut hanya beroperasi selama 35 tahun sebelum ditutup lalu dibuka kembali sebagai taman publik yang dikenal sebagai Hutan Seoul.

Pameran khusus The Year of the Horse: The Famous Feast of the Horse bisa dikunjungi hingga tanggal 2 Maret 2026 di Museum Rakyat Nasional, Jongno-gu, Kota Seoul. (Park Daejin)

Pameran khusus The Year of the Horse: The Famous Feast of the Horse bisa dikunjungi hingga tanggal 2 Maret 2026 di Museum Rakyat Nasional, Jongno-gu, Kota Seoul. (Park Daejin)


Penggambaran sosok kuda dalam budaya Korea tersebut dapat dilihat dalam pameran khusus bertajuk The Year of the Horse: The Famouse Feast of The Horse yang digelar hingga tanggal 2 Maret 2026 di Museum Rakyat Nasional, Jongno-gu, Kota Seoul. Pameran tersebut bisa dikunjungi dengan gratis.


jihlee08@korea.kr

konten yang terkait