Uji penembakan howitzer swagerak K9 versi beroda (K9MH) dilakukan di lokasi pengujian Badan Pengembangan Pertahanan Republik Korea. (Hanwha Defense USA)
Penulis: Hong Angie
Howitzer swagerak K9 buatan Hanwha Aerospace akan memasuki pasar industri pertahanan terbesar di dunia, yaitu Amerika Serikat.
Menurut Angkatan Darat Amerika Serikat pada tanggal 18 Agustus 2026 (waktu setempat), pihaknya telah menandatangani kontrak pengembangan purwarupa MTC (meriam taktis bergerak) dengan Hanwha Defense USA, anak perusahaan Hanwha Aerospace di AS.
Program MTC merupakan salah satu proyek utama Angkatan Darat AS untuk memodernisasi sistem artileri jarak jauh.
Setelah melalui persaingan tender yang ketat dengan sejumlah perusahaan terkemuka di dunia, Hanwha terpilih sebagai kontraktor tunggal.
Berdasarkan kontrak tersebut, Hanwha akan terlebih dahulu memasok enam unit purwarupa kepada Angkatan Darat AS dalam empat tahun pertama periode kontrak.
Hanwha kemudian dapat memasok hingga 18 unit apabila dilakukan pemesanan tambahan untuk 12 unit berikutnya.
Nilai kontrak awal mencapai sekitar 100,3 juta dolar AS dan jika opsi pemesanan tambahan dilakukan, total nilai kontrak dapat menjadi 262,9 juta dolar AS.
Kemampuan Hanwha dalam membangun rantai pasok mandiri di AS dinilai memainkan peran penting dalam proses pemilihan akhir.
Upaya tersebut mencakup pembangunan fasilitas produksi lokal howitzer swagerak K9 di Negara Bagian Alabama serta rencana pabrik amunisi di Negara Bagian Arkansas yang saat ini sedang dikaji.
Apabila pengoperasian MTC memperoleh persetujuan akhir, Angkatan Darat AS berencana secara bertahap mengganti sistem howitzer tarik M777 yang digunakan pada saat ini.
Oleh karena itu, pasokan purwarupa tersebut diperkirakan akan menjadi pijakan penting menuju kontrak utama berskala besar dan pengerahan sistem tersebut dalam operasi tempur di masa mendatang.
shong9412@korea.kr