Korea mencatat rekor surplus neraca berjalan pada Juni 2026 dengan nilai mencapai 49,73 miliar dolar, menjadikannya rekor tertinggi selama dua bulan berturut-turut. Foto di atas menunjukkan tumpukan kontainer di Pelabuhan Pyeongtaek. (Yonhap News)
Penulis: Kim Seon Ah
Korea mencatat rekor surplus neraca berjalan pada Juni 2026 dengan nilai mencapai 49,73 miliar dolar, menjadikannya rekor tertinggi selama dua bulan berturut-turut. Capaian tersebut didorong oleh kuatnya ekspor, terutama semikonduktor, yang mengerek surplus neraca barang ke level tertinggi sepanjang sejarah.
Menurut statistik sementara neraca pembayaran yang dirilis Bank of Korea (BOK) pada tanggal 6 Agustus 2026, surplus neraca berjalan pada Juni 2026 mencapai 49,73 miliar dolar. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 38,61 miliar dolar yang tercatat pada Mei dan menjadi surplus bulanan terbesar sejak pencatatan dimulai.
Korea juga mempertahankan surplus neraca berjalan selama 38 bulan berturut-turut sejak Mei 2023. Secara kumulatif, surplus neraca berjalan pada periode Januari–Juni tahun ini mencapai 191,01 miliar dolar, hampir empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) yang sebesar 47,87 miliar dolar.
Surplus neraca barang mencetak rekor baru sebesar 47,89 miliar dolar. Nilai ekspor mencapai 112,37 miliar dolar, melampaui 100 miliar dolar untuk pertama kalinya dalam satu bulan.
Berdasarkan data kepabeanan, ekspor semikonduktor melonjak 196,9% YoY. Ekspor perangkat komputer, termasuk solid-state drive (SSD), meningkat 282,7%, sementara ekspor perangkat komunikasi naik 60,6%. Ekspor produk minyak bumi (47,5%), produk kimia (18,6%), produk baja (17,9%), serta mesin dan peralatan presisi (8,6%) juga mencatat pertumbuhan.
Impor tercatat sebesar 64,48 miliar dolar, naik 38,6% YoY. Kenaikan terjadi pada impor bahan baku, barang modal, dan barang konsumsi. Peningkatan impor terutama berasal dari minyak mentah, batu bara, semikonduktor, serta perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Neraca jasa masih mencatat defisit sebesar 1,29 miliar dolar, tetapi defisitnya menyusut tajam YoY. Neraca perjalanan membukukan surplus sebesar 440 juta dolar selama dua bulan berturut-turut, didorong oleh meningkatnya kedatangan wisatawan asing serta berkurangnya jumlah warga Korea yang bepergian ke luar negeri.
Sementara itu, neraca pendapatan primer mencatat surplus sebesar 3,27 miliar dolar, didukung oleh meningkatnya pendapatan dividen.
Dalam akun finansial, aset finansial neto meningkat 46,71 miliar dolar, juga merupakan rekor tertinggi. Pada investasi langsung, investasi luar negeri oleh penduduk Korea bertambah 8,01 miliar dolar, sementara investasi langsung asing ke Korea meningkat 4,63 miliar dolar.
sofiakim218@korea.kr