Neraca berjalan Korea Januari 2026 mencatatkan surplus sebesar 23,19 miliar dolar berkat pemulihan ekspor komoditas semikonduktor. Foto di atas menunjukkan pemandangan Pelabuhan Gwangyang. (Otoritas Pelabuhan Yeosu-Gwangyang)
Penulis: Aisylu Akhmetzianova
Neraca berjalan Korea Januari 2026 mencatatkan surplus sebesar 23,19 miliar dolar berkat pemulihan ekspor komoditas semikonduktor.
Data tersebut dirilis oleh Bank of Korea pada tanggal 8 April 2026 melalui data statistik neraca pembayaran sementara. Nilai surplus bulanan tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.
Neraca mencatatkan surplus sebesar 23,36 miliar dolar dan ekspor meningkat sebesar 29,9% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya (YoY) dengan 70,37 miliar dolar. Impor meningkat sebesar 4% dengan mencatat 47 miliar dolar.
Komoditas yang mengalami peningkatan YoY antara lain adalah semikonduktor (157,9%), produk listrik dan elektronik (104,7%), serta perangkat teknologi informasi dan komunikasi (67,8%) sehingga menjadi penopang utama ekspor.
Sebaliknya, mobil penumpang (-22,9%), mesin dan peralatan presisi (-13,5%), serta produk industri kimia (-7,4%) menunjukkan pelemahan.
Untuk kawasan tujuan ekspor, peningkatan terlihat di Asia Tenggara (54,6%), Tiongkok (34,1%), Amerika Serikat (28,5%), dan Uni Eropa (10,3%), sedangan penurunan terlihat di wilayah Timur Tengah (-1,2%) dan Amerika Selatan (-2,1%).
Aset bersih dalam aset finansial tercatat sebesar 22,8 miliar dolar pada Februari 2026. Investasi luar negeri oleh warga Korea tercatat sebesar 3,21 miliar won, sedangkan investasi asing di Korea tercatat meningkat sebesar 940 juta dolar.
Selain itu, investasi saham luar negeri oleh warga Korea tercatat meningkat sebesar 8,64 miliar won, sedangkan investasi asing di Korea tercatat menurun sebesar 11,94 miliar dolar.
aisylu@korea.kr