Seorang karyawan terlihat sedang memantau nilai tukar won terhadap dolar di ruang dealing Hana Bank di Jung-gu, Seoul, pada tanggal 17 Juli 2026, saat pasar valuta asing Seoul menghadapi hari libur nasional pertamanya sejak mulai beroperasi selama 24 jam. (Yonhap News)
Penulis: Xu Aiying
Ke depan, warga asing akan dapat membuka rekening dalam mata uang won di bank-bank di lokal.
Pemerintah Korea pada tanggal 19 Juli 2026 mengumumkan "Roadmap Internasionalisasi Won" guna memungkinkan penggunaan won secara lebih luas di luar negeri. Tujuan utama kebijakan ini adalah mengubah won dari mata uang yang penggunaannya dibatasi menjadi mata uang yang dapat dipertukarkan secara bebas, sehingga warga asing dapat memperoleh dan menggunakan won di luar negeri tanpa hambatan.
Berdasarkan roadmap tersebut, setelah memperpanjang jam operasional pasar valuta asing menjadi 24 jam, pemerintah akan mengizinkan transaksi won tanpa pembatasan antarsesama warga asing melalui lembaga penyelesaian transaksi won luar negeri.
Kebijakan ini akan memungkinkan transaksi won di luar negeri dilakukan secara lebih bebas, sebagaimana warga Korea dapat membuka rekening dolar di bank domestik dan melakukan transfer dolar antarsesama warga Korea. Untuk mendukung penyelesaian akhir transaksi won antarwarga asing, Bank of Korea akan membangun jaringan penyelesaian won luar negeri yang akan beroperasi selama 24 jam mulai Januari tahun 2027.
Pemerintah juga akan melonggarkan regulasi transaksi devisa bagi warga asing. Batas nilai transaksi modal yang mewajibkan pelaporan, termasuk pinjaman dana dalam won bagi warga asing, akan dinaikkan lebih dari dua kali lipat. Selain itu, pemerintah akan mengkaji peningkatan batas transfer yang dapat dilakukan bank secara mandiri dari rekening domestik ke rekening luar negeri.
Pemerintah juga akan terus menyempurnakan sistem agar investor asing lebih mudah berinvestasi pada saham dan obligasi Korea, termasuk di KOSPI. Dari 25 rekomendasi di bidang pasar modal yang diajukan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), sebanyak 22 telah diselesaikan.
Sisa tugas, seperti pembangunan infrastruktur otomatisasi perdagangan dan penyelesaian transaksi efek, penyempurnaan sistem registrasi investor, serta perluasan pengungkapan informasi dalam bahasa Inggris, ditargetkan rampung pada paruh kedua tahun 2026 atau paling lambat tahun 2027.
xuaiy@korea.kr