Stan makanan Korea halal yang dipamerkan selama KTT APEC Gyeongju pada tanggal 30 Oktober 2026. (Park Daejin)
Penulis: Charles Audouin
Kementerian Pertanian, Pangan, dan Peternakan mengungkapkan pada tanggal 21 Mei 2026 bahwa nilai ekspor produk makanan Korea tercatat sebesar 3,58 miliar dolar pada caturwulan I/2026.
Nilai ekspor tersebut meningkat sebesar 4,7% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya (YoY).
Mi instan, makanan ringan, minuman, dan produk olahan beras merupakan pendorong kinerja ekspor di antara komoditas produk makanan olahan. Nilai ekspor mi instan bahkan meningkat sebesar 28,9% YoY.
Ekspor stroberi, anggur, dan pir pun mencatat kinerja menonjol pada komoditas produk pangan segar.
Berdasarkan negara tujuan ekspor, ekspor ke pasar Amerika Serikat, Tiongkok, Uni Eropa, serta Amerika Latin meningkat sebesar 8,7% hingga 15,5%.
Selain itu, ekspor ke kawasan Timur Tengah melonjak sebesar 37,6% hingga mencatat rekor 160 juta dolar.
Kementerian menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan industri logistik dalam negeri serta Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation (aT) cabang Dubai untuk menjalin komunikasi erat dengan pembeli setempat serta menyediakan informasi terbaru setiap pekan.
Kementerian melanjutkan bahwa para eksportir mengalihkan pengiriman produk ekspor melalui Pelabuhan Khor Fakkan di Uni Emirat Arab, bukan Pelabuhan Jebel Ali, lalu mengangkutnya melalui jalur darat.
Pengiriman buah segar tetap dilakukan melalui udarar sehingga pengesuaian harga pengiriman dapat diminimalkan.
Kementerian tengah menjalankan langkah dukungan darurat bagi perusahaan eksportir produk pertanian dan makanan yang terdampak akibat perang di kawasan Timur Tengah.
caudouin@korea.kr