Menurut laporan Tren Ekspor dan Impor Kuartal I 2026 yang dirilis Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya pada tanggal 6 Mei 2026, nilai ekspor Korea pada kuartal pertama tercatat sebesar 219,9 miliar dolar, meningkat 37,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Foto di atas menunjukkan Dermaga Singamman di Pelabuhan Utara Busan. (Otoritas Pelabuhan Busan)
Penulis: Xu Aiying
Korea mencatat kinerja ekspor tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal pertama tahun ini dan berhasil melampaui Jepang serta Italia untuk menjadi eksportir terbesar kelima dunia.
Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya pada tanggal 6 Mei 2026 merilis laporan
Tren Ekspor dan Impor Kuartal I 2026 yang memuat isi tersebut.
Nilai ekspor Korea pada kuartal pertama tercatat sebesar 219,9 miliar dolar, meningkat 37,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Sementara itu, nilai impor naik 10,9% YoY menjadi 169,4 miliar dolar. Dengan demikian, neraca perdagangan mencatat surplus sebesar 50,4 miliar dolar, membaik 43,7 miliar dolar YoY.
Berdasarkan komoditas, ekspor semikonduktor mencatat pertumbuhan paling menonjol. Di tengah kuatnya harga memori dan meningkatnya investasi server kecerdasan buatan (AI), ekspor chip melonjak 139% menjadi 78,5 miliar dolar.
Nilai ekspor otomotif tercatat sebesar 17,2 miliar dolar atau turun tipis 0,3% YoY akibat melemahnya ekspor mobil penumpang dan van. Namun, ekspor truk mencatat kinerja kuat dengan nilai 710 juta dolar atau naik 63,9%.
Di sektor biohealth, ekspor mencapai 4,2 miliar dolar atau meningkat 9,6% YoY. Ekspor alat kesehatan naik tipis 5,5% YoY menjadi 1,47 miliar dolar. Sementara itu, ekspor farmasi menopang pertumbuhan setelah meningkat 11,9% YoY menjadi 2,73 miliar dolar berkat meningkatnya permintaan biosimilar di negara-negara utama.
Nilai ekspor barang konsumsi juga terus meningkat seiring meluasnya popularitas halyu. Produk kosmetik mencatat ekspor sebesar 3,13 miliar dolar atau naik 21,5% YoY berkat meningkatnya minat terhadap
K-beauty. Produk pangan dan hasil perikanan juga tumbuh 7,4% YoY menjadi 3,11 miliar dolar, didorong meningkatnya pengakuan terhadap
K-food.
Selain itu, ekspor kebutuhan rumah tangga tercatat sebesar 2,1 miliar dolar atau naik 3,9% YoY, sementara ekspor alat tulis dan mainan meningkat 16,6% YoY menjadi 780 juta dolar berkat popularitas
K-content.
Berdasarkan data ekspor barang Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), ekspor Korea pada Januari-Februari 2026 menempati posisi kelima dunia setelah Tiongkok, Amerika Serikat, Jerman, dan Belanda. Korea juga mencatat pertumbuhan ekspor tertinggi di antara tujuh negara teratas, termasuk Jepang di posisi keenam dan Italia di posisi ketujuh. Jika data Maret 2026 turut diperhitungkan, Korea dipastikan tetap melampaui Jepang dalam capaian ekspor kuartal pertama.
xuaiy@korea.kr