Bisnis

2026.04.01

Nilai ekspor Korea pada Maret tahun ini mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus 80 miliar dolar untuk pertama kalinya. Foto di atas menunjukkan tumpukan kontainer di Pelabuhan Pyeongtaek. (Yonhap News)

Nilai ekspor Korea pada Maret tahun ini mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus 80 miliar dolar untuk pertama kalinya. Foto di atas menunjukkan tumpukan kontainer di Pelabuhan Pyeongtaek. (Yonhap News)



Penulis: Kim Seon Ah

Nilai ekspor Korea pada Maret tahun ini mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus 80 miliar dolar untuk pertama kalinya. Surplus neraca perdagangan juga mencapai 25,7 miliar dolar, tertinggi sepanjang sejarah.

Menurut laporan Tren Ekspor dan Impor Maret yang dirilis Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya pada tanggal 1 April 2026, nilai ekspor Maret tercatat sebesar 86,13 miliar dolar atau naik 48,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Nilai impor meningkat 13,2% YoY menjadi 60,4 miliar dolar. Dengan demikian, neraca perdagangan mencatat surplus 25,74 miliar dolar dan mempertahankan tren surplus selama 14 bulan berturut-turut.

Ekspor menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dengan dipimpin sektor semikonduktor di tengah ketidakpastian eksternal termasuk konflik di Timur Tengah. Secara khusus, ekspor semikonduktor mencapai 32,8 miliar dolar sehingga menjadi pendorong utama pertumbuhan ekspor. Ekspor semikonduktor untuk pertama kalinya melampaui 30 miliar dolar. Kenaikan harga memori dan peningkatan investasi server berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi faktor utama.

Berdasarkan komoditas utama, ekspor komputer melonjak sebesar 189% berkat meningkatnya permintaan SSD untuk kebutuhan perusahaan. Produk minyak bumi naik 54,9% seiring dengan kenaikan harga minyak global. Sementara itu, ekspor otomotif hanya tumbuh 2,2% secara keseluruhan, meskipun ekspor kendaraan ramah lingkungan meningkat.

Dari sisi wilayah, ekspor ke Tiongkok (16,5 miliar dolar, +64,2%) dan Amerika Serikat (16,3 miliar dolar, +47,1%) melonjak secara signifikan. Sebaliknya, ekspor ke Timur Tengah turun 49,1% akibat gangguan logistik yang dipicu konflik.

Nilai impor juga meningkat, meskipun impor energi menurun. Kenaikan terutama didorong oleh impor barang non-energi, termasuk semikonduktor. Impor minyak mentah menurun akibat berkurangnya volume, sementara impor semikonduktor dan peralatan meningkat 34,8% dan 4,4%.

sofiakim218@korea.kr

konten yang terkait