Bisnis

2026.02.23

Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya, Kim Jung-Kwan, memberikan pernyataan dalam rapat yang digelar untuk menanggapi pembatalan kebijakan tarif Presiden AS oleh Mahkamah Agung AS. Rapat tersebut digelar pada tanggal 23 Februari 2026 di Kamar Dagang dan Industri Korea di Jung-gu, Seoul. (Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya)

Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya, Kim Jung-Kwan, memberikan pernyataan dalam rapat yang digelar untuk menanggapi pembatalan kebijakan tarif Presiden AS oleh Mahkamah Agung AS. Rapat tersebut digelar pada tanggal 23 Februari 2026 di Kamar Dagang dan Industri Korea di Jung-gu, Seoul. (Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya)



Penulis: Yoo Yeon Gyeong

Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya, Kim Jung-Kwan, mengungkapkan akan terus berkomunikasi erat dengan Amerika Serikat terkait negosiasi tarif.

Hal tersebut disampaikan Kim pada tanggal 23 Februari setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang diterapkan berdasarkan Undang-undang Kewenangan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA).

Pada hari itu Kim memimpin rapat gabungan pemerintah dan swasta terkait putusan MA AS yang digelar di Kamar Dagang dan Industri Korea di Jung-gu, Seoul. Rapat hari itu mendiskusikan mengenai tarif resiprokal serta langkah tambahan pengenaan tarif oleh pemerintah AS.

Kim menekankan, "Pemerintah akan terus berkomunikasi erat dengan AS serta berkonsultasi secara bersahabat berdasarkan prinsip kepentingan nasional agar keseimbangan kepentingan serta ekspor ke AS yang telah dicapai melalui kesepakatan tarif Korea-AS sebelumnya, tidak mengalami kerugian."

Ia menambahkan, "Pemerintah pun akan mendorong penguatan daya saing perusahaan Korea serta kebijakan diversifikasi ekspor secara konsisten untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi ekspor."

Kim menutup, "Pemerintah juga akan bekerja sama dengan instansi terkait serta asosiasi industri agar informasi dapat disampaikan tepat waktu kepada perusahaan-perusahaan Korea dalam menghadapi ketidakpastian terkait pengembalian tarif."


dusrud21@korea.kr

konten yang terkait