Lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch pada tanggal 30 Januari 2026 mempertahankan peringkat kredit negara Korea beserta prospeknya di level "AA-, stabil", sekaligus menegaskan kembali kepercayaan yang kuat terhadap perekonomian Korea. (Yonhap News)
Penulis: Lee Jihae
Lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch pada tanggal 30 Januari 2026 mempertahankan peringkat kredit negara Korea beserta prospeknya di level "AA-, stabil", sekaligus menegaskan kembali kepercayaan yang kuat terhadap perekonomian Korea.
Menurut Kementerian Ekonomi dan Keuangan, Fitch memperkirakan bahwa pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Korea akan rebound dari 1,0% tahun 2025 menjadi 2,0% tahun 2026.
Didukung oleh kuatnya konsumsi swasta dan ekspor semikonduktor, ekspor bersih diproyeksikan akan terus mendorong pertumbuhan secara berkelanjutan. Namun, isu perdagangan dengan Amerika Serikat—termasuk tarif timbal balik—dinilai sebagai faktor risiko bagi pertumbuhan ekonomi.
Fitch menurunkan estimasi tingkat pertumbuhan potensial Korea dari 2,1% menjadi 1,9%, dengan mempertimbangkan penurunan populasi usia produktif.
Namun demikian, lembaga tersebut menyoroti bahwa pemerintah Korea tengah mengimbangi tekanan perlambatan pertumbuhan akibat perubahan struktur demografis dengan meningkatkan produktivitas melalui investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI) dan industri berteknologi tinggi.
Di bidang politik, Fitch menilai bahwa ketidakpastian politik telah mereda sejak pelantikan pemerintahan baru tahun 2025, sehingga tercipta landasan yang kuat bagi peningkatan momentum dalam pelaksanaan kebijakan.
Dari sisi fiskal, Fitch memperkirakan bahwa keseimbangan fiskal akan membaik, didukung oleh peningkatan penerimaan pajak seiring dengan pemulihan ekonomi, dengan tingkat perbaikan diproyeksikan sebesar 2,0%, dibandingkan 2,3% pada tahun 2025.
Kesehatan sektor eksternal juga dinilai tetap solid. Fitch menekankan bahwa Korea merupakan negara dengan posisi kreditur bersih terhadap luar negeri, dengan aset keuangan luar negeri bersih setara 23,3% dari PDB, ditopang oleh surplus transaksi berjalan yang berkelanjutan.
Nilai tukar won Korea, yang sempat melemah tahun 2025 akibat arus keluar modal, diperkirakan akan menguat secara bertahap pada tahun 2026 dan tahun 2027.
jihlee08@korea.kr