Kebijakan

2026.09.11

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea mengumumkan pada 10 September 2026 bahwa pihaknya telah menetapkan lima kawasan wisata berbasis bandara regional yang menghubungkan bandara dengan kota-kota wisata di sekitarnya.Foto menunjukkan pemandangan Bandara Yangyang di Yangyang-gun, Provinsi Gangwon. (Korea Airports Corporation)

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea mengumumkan pada 10 September 2026 bahwa pihaknya telah menetapkan lima kawasan wisata berbasis bandara regional yang menghubungkan bandara dengan kota-kota wisata di sekitarnya.Foto menunjukkan pemandangan Bandara Yangyang di Yangyang-gun, Provinsi Gangwon. (Korea Airports Corporation)



Penulis: Margareth Theresia

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea mengumumkan pada 10 September 2026 bahwa pihaknya telah menetapkan lima kawasan wisata berbasis bandara regional yang menghubungkan bandara dengan kota-kota wisata di sekitarnya.

Inti kebijakan tersebut adalah membangun ekosistem pariwisata daerah yang mencakup seluruh rangkaian perjalanan wisatawan mancanegara, mulai dari kedatangan di Korea, perjalanan menuju destinasi, masa tinggal, hingga berbagai pengalaman wisata, sekaligus memperluas rute perjalanan mereka ke berbagai daerah di Korea.

Kawasan wisata berbasis Bandara Gimhae meliputi Busan, Gyeongju, Ulsan, Geoje, dan Tongyeong, sedangkan kawasan wisata berbasis Bandara Daegu mencakup Daegu, Gyeongju, dan Andong. Kedua kawasan tersebut akan dikembangkan secara terpadu dengan Gyeongju sebagai penghubung.

Kawasan wisata berbasis Bandara Cheongju mencakup Cheongju, Gongju, Buyeo, Iksan, dan Jeonju serta menghubungkan warisan sejarah Kerajaan Baekje (18 SM s/d 665 M) dengan budaya tradisional Korea.

Kawasan wisata berbasis Bandara Yangyang menghubungkan Yangyang, Gangneung, dan Sokcho. Kawasan ini memadukan wisata di Gunung Seoraksan, aktivitas selancar, lokasi syuting berbagai konten Korea, warisan Olimpiade Musim Dingin, serta wisata bahari di pesisir timur Korea.

Kawasan wisata berbasis Bandara Muan menghubungkan Muan dan Mokpo, bekas Kota Gwangju, serta Yeosu dengan konsep yang memadukan transportasi udara, kereta, dan laut.

Kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai kawasan wisata yang mendorong wisatawan mancanegara tinggal lebih lama dengan menggabungkan kuliner khas Korea bagian selatan, wisata pesisir barat, seni dan budaya, serta wisata kepulauan dan rekreasi.

Berdasarkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, Kementerian akan mengalokasikan dana sebesar 93,5 miliar won untuk promosi di luar negeri, penambahan rute penerbangan internasional dan kunjungan kapal pesiar, peningkatan kemudahan transportasi dan pembayaran, serta pengembangan konten wisata khas daerah.

Pemerintah juga akan memperbaiki jaringan transportasi umum antarkota di setiap kawasan wisata dan memperkenalkan Kartu Wisata Terpadu Korea yang menggabungkan pembayaran transportasi dengan potongan harga di berbagai tempat wisata.

Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Chae Hwi-young, mengatakan, "Kita memerlukan 'Rute Emas' pariwisata berbasis bandara regional yang dirancang dari sudut pandang wisatawan mancanegara agar mereka tertarik mengunjungi berbagai daerah di Korea."

"Melalui pengembangan kawasan wisata tersebut, kami akan membuka era 30 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Korea pada tahun 2029 dengan lima juta di antaranya tiba langsung di berbagai daerah di Korea," tambahnya.


margareth@korea.kr

konten yang terkait