Kebijakan

2026.08.03

Presiden Lee Jae Myung (kiri) dan Presiden Javier Milei berjabat tangan pada upacara penyambutan yang digelar di Istana Kepresidenan di Buenos Aires, Argentina pada tanggal 31 Juli 2026 (waktu setempat). (Cheong Wa Dae)

Presiden Lee Jae Myung (kiri) dan Presiden Javier Milei berjabat tangan pada upacara penyambutan yang digelar di Istana Kepresidenan di Buenos Aires, Argentina pada tanggal 31 Juli 2026 (waktu setempat). (Cheong Wa Dae)



Penulis: Lee Da Som

Presiden Lee Jae Myung, yang tengah melakukan kunjungan resmi ke Argentina, menggelar pertemuan puncak dengan Presiden Javier Milei pada tanggal 31 Juli 2026 (waktu setempat) untuk membahas kerja sama di bidang minyak mentah, mineral kritis, dan investasi.

Kepala Kantor Keamanan Nasional Cheong Wa Dae, Wi Sung-lac, menjelaskan dalam konferensi pers di pusat media Buenos Aires pada hari yang sama bahwa pertemuan tersebut menjadi titik balik penting bagi Korea untuk memperluas sumber pasokan minyak mentah ke Amerika Selatan.

Wi mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan Korea telah melakukan impor uji coba minyak mentah asal Argentina pada tahun 2026 dan berencana memulai impor secara resmi mulai tahun 2027. Ia menambahkan bahwa kedua pemerintah sepakat bekerja sama agar impor minyak mentah dapat berlangsung secara stabil.

Ia juga menjelaskan bahwa kedua negara sepakat memperluas kerja sama energi tidak hanya di bidang minyak mentah, tetapi juga gas alam dan energi nuklir, serta mengembangkan proyek-proyek kerja sama yang konkret.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga berhasil merampungkan perjanjian penghindaran pajak berganda. Menurut Wi, kesepakatan itu diharapkan dapat mengurangi beban pajak berganda bagi perusahaan Korea yang beroperasi di Argentina sekaligus meningkatkan kepastian bagi investasi.

Selain itu, kedua pemimpin sepakat untuk segera melanjutkan perundingan perjanjian perdagangan antara Korea dan MERCOSUR guna memperluas akses perusahaan Korea ke pasar Amerika Selatan.

Kedua negara juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai kerja sama mineral kritis. Berdasarkan kesepakatan tersebut, kedua pihak akan berbagi informasi mengenai kebijakan dan sistem investasi di sektor mineral kritis serta mendorong investasi dan proyek bersama antara perusahaan kedua negara di seluruh rantai nilai lithium, mulai dari eksplorasi hingga penambangan.

Wi menilai kedua pemimpin telah meletakkan landasan baru bagi peningkatan hubungan bilateral. Ia menambahkan bahwa kedua negara sepakat memperluas kerja sama praktis yang saling menguntungkan di berbagai bidang, termasuk perdagangan dan investasi, mineral kritis, rantai pasok energi, kecerdasan buatan (AI), industri pertahanan, serta karantina.

dlektha0319@korea.kr

konten yang terkait